Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Ahli Sebut Testosteron Berkurang Dapat Menyebabkan Penuaan

Ahli Sebut Testosteron Berkurang Dapat Menyebabkan Penuaan
Dok. Istimewa
Intinya sih...
  • Berkurangnya hormon testosteron jadi salah satu pemicu utama penuaan
  • Penyebab proses penuaan terbagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal
  • Terdapat tiga fase lambat proses penuaan, meliputi fase subklinis, fase transisi, dan fase klinis
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kini kesehatan pada laki-laki kini tidak lagi dipandang sebagai hal tabu sebatas pada urusan performa di atas ranjang. Namun lebih daripada itu, kesehatan merupakan bagian dari komitmen gaya hidup sehat, dengan mengedepankan rasa percaya diri pada pengembangan diri, koneksi sosial, dan keberimbangan substansi jiwa dan raga.

Dalam kesempatan grand opening  Klinik Pratama Steros pada Kamis, 15 Januari 2026 yang berfokus pada kesehatan laki-laki dan anti aging, pakar Andrologi, Seksologi dan Anti Aging dari Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And., Subsp.SAAM menyampaikan bahwa proses penuaan pada manusia terjadi akibat dari penurunan kadar hormon dalam tubuh.

Penuaan dipengaruhi oleh hormon, terutama testosteron. Pada laki-laki, penurunan hormon ini justru dapat berperan besar dan berdampak pada kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari seiring bertambahnya usia.

Lantas, bagaimana berkurangnya hormon testosteron yang terjadi memengaruhi proses penuaan dan kualitas hidup laki-laki? Popmama.com telah merangkum informasinya berikut ini.

Table of Content

1. Berkurangnya hormon testosteron jadi salah satu pemicu utama penuaan

1. Berkurangnya hormon testosteron jadi salah satu pemicu utama penuaan

Ahli sebut testosteron berkurang dapat menyebabkan penuaan
Popmama.com/Antonia Rucita Nurak

Proses penuaan tidak terjadi begitu saja. Andrologist dan Seksolog Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And., Subsp.SAAM, menyampaikan bahwa proses penuaan terjadi karena berkurangnya hormon di dalam tubuh dan penuaan dapat diperlakukan sebagai penyakit yang dapat diobati.

“Perubahan level hormon mulai terjadi pada usia muda. Hal inilah lantas menjadi penyebab utama terjadinya proses penuaan. Manusia menjadi tua karena hormon berkurang, bukan sebaliknya, berkurang karena manusia menjadi tua. Jadi sangat berbeda usia kronologis karena penambahan umur sesuai tahun kelahiran dengan usia fisiologis atau usia berdasarkan fungsi sistem organ tubuh,” kata Prof. Wimpie dalam grand opening Steros Pratama Clinic, di Jakarta Selatan pada Kamis (15/1/2026).

Oleh karena itulah, penuaan dianggap sebagai penyakit yang dapat diobati.

2. Penyebab proses penuaan

Ahli sebut testosteron berkurang dapat menyebabkan penuaan
Freepik.com

Lebih lanjut, Prof. Wimpie menjelaskan bahwa, usia dibagi ke dalam dua jenis, yakni, usia kronologis dan usia fisiologis. Usia kronologis adalah usia sesuai tahun kelahiran sedangkan usia fisiologis merupakan usia sesuai fungsi sistem organ tubuh.

Penyebab proses penuaan terbagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal terjadi akibat hormon berkurang atau tidak seimbang, radikal bebas, glokosis, metilasi, apoptosis, sistem imun, kerusakan DNA, dan gen.

Sementara faktor eksternal meliputi pola hidup dan diet tidak sehat, kebiasaan buruk, polusi lingkungan, dan stres. 

Faktor-faktor tersebut merupakan penyumbang dari proses penuaan.

3. Tiga fase proses penuaan

Ahli sebut testosteron berkurang dapat menyebabkan penuaan
Freepik.com

Terdapat tiga fase lambat proses penuaan. Ketiga fase ini meliputi fase subklinis, fase transisi dan fase klinis.

Fase subklinis terjadi pada rentang usia 25-35 saat hormon mulai berkurang, fase transisi pada usia 35-45 ketika hormon menurun 25%, dan fase klinis pada usia 45 lebih saat hormon terus berkurang.

Gejala keluhan akibat kadar testoteron berkurang disebut Testoterone Deficiency Syndrome (TDS). Pada usia lanjut, gejala tersebut dikenal sebagai Androgen Deficiency in Aging Male (ADAM) atau Partial Deficiency in Aging Male (PADAM) juga disebut Late-Onset Hypogonadisme (LOH).

4. Saat testosterone menurun, tubuh mulai memberi sinyal

Ahli sebut testosteron berkurang dapat menyebabkan penuaan
Freepik.com

Tak banyak disadari, hormon testosteron juga berperan besar dalam kestabilan emosi dan fungsi kognitif pria. Ketika kadarnya menurun, pria dapat mengalami gangguan suasana hati yang berujung pada penurunan kepercayaan diri dan motivasi.

“Penurunan kadar Testoteron pada pria mengakibatkan pula gangguan terhadap kenyamanan hidup, seperti kelelahan depresi, kebingungan, perasaan panas, dan keringat pada malam hari,” ujar Prof. Wimpie.

Prof. Wimpie juga menambahkan, bahwa penurunan kadar hormon testosteron dapat ditandai oleh berbagai keluhan, mulai dari menurunnya gairah seksual, gangguan ereksi, andropause, monopause pada perempuan, berkurangnya massa otot, hingga kesulitan berkonsentrasi, gangguan tidur, tulang yang menjadi lebih rapuh dan muali munculnya penyakit kronis.

Kondisi ini bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari seperti berkurangnya fokus dalam mengambil keputusan penting, baik dalam pekerjaan, bisnis, maupun kehidupan sosial.

5. Perawatan hormon dan anti aging sebagai upaya menjaga kualitas hidup

Ahli sebut testosteron berkurang dapat menyebabkan penuaan
Popmama.com/Antonia Rucita Nurak/AI

Penting bagi pria untuk menguatkan kemampuan diri dalam menepis gangguan kenyamanan hidup ketika pada kesehariannya harus mengambil keputusan penting dalam bisnis, mengembangkan karier, dan membangun koneksi sosial. Pengambilan keputusan penting acap terganggu karena masalah-masalah non-teknis bukan lagi melibatkan perhitungan matang berikut strategi tetapi kematangan mood dan emosi nan ditopang hormon.

”Selain menyediakan perawatan penggantian hormon untuk pria dengan testosteron rendah dan masalah hormonal lainnya. Dengan pendekatan medis nan ilmiah, perawatan kami membantu meningkatkan energi, vitalitas, dan kualitas hidup. Selain itu, terdapat pula perawatan anti-aging untuk mengurangi tanda-tanda penuaan dengan menggunakan teknologi non-invasif untuk meremajakan kulit, meningkatkan elastisitas, dan menjaga agar tetap muda,” kata dokter pengampu Hormon in Balance & Anti-Aging Klinik Pratama Steros dr. Donny Firdaus.

Dalam kesempatan yang sama, founder dari Klinik Pratama Steros, dr. Ivonne mengungkapkan bahwa pendekatan medis yang diusung merupakan upaya holistik untuk mengembalikan vitalitas, keseimbangan hormon, dan ketahanan pria sebagai pondasi penting kehidupan lebih sehat, produktif, dan lebih seimbang. Masih banyak masyarakat belum memahami peran penting hormon bagi kesehatan dan kualitas hidup

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More

Ahli Sebut Testosteron Berkurang Dapat Menyebabkan Penuaan

17 Jan 2026, 09:52 WIBPregnancy