”CVD pada laki-laki dapat terjadi karena penurunan homon testosterone,” kata dr. Ivonne dalam Grand Opening Klinik Pratama Steros di Jl. Darmawangsa XVII, Jakarta Selatan pada Kamis, 15 Januari 2026.
Penurunan Hormon Testosteron Dapat Menyebabkan Risiko Kardiovaskular

- Penurunan testosteron dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular
- Penurunan hormon testosteron berkontribusi pada 32% total kematian global akibat CVD.
- Penurunan testosteron meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular pada laki-laki.
Hormon testosteron memainkan peran penting pada laki-laki. Testosteron merupakan hormon seks utama pada laki-laki dan berperan penting dalam pembentukan dan fungsi organ reproduksi pada laki-laki, membantu pembentukan massa otot dan kepadatan tulang, mendukung pertumbuhan rambut, serta berperan dalam mencegah osteoporosis.
Tak hanya itu, testosteron juga berkaitan erat dengan kondisi kesehatan secara umum serta kualitas hidup laki-laki. Secara alami, kadar testosteron mencapai puncaknya pada masa remaja hingga awal usia dewasa, kemudian menurun perlahan seiring bertambahnya usia. Pada laki-laki yang lebih tua, penurunan ini merupakan bagian dari proses penuaan.
Namun tak banyak disadari, penurunan hormon testosteron pada usia produktif bisa membawa dampak pada kesehatan jantung dan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular (CVD).
Untuk memahami lebih jauh, berikut Popmama.com telah merangkum informasi mengenai penurunan hormon tessosteron yang dapat menyebabkan risiko kardiovaskular.
Table of Content
1. Penurunan testosteron dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular

Penurunan hormon testosteron menyumbang peran penting terhadap penyakit kardiovaskular (CVD). Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO) dan Global Burden of Disease (GBD) tercatat sebanyak 19,8 juta orang meninggal akibat CVD pada 2022 atau mewakili sekitar 32% total kematian global.
Dari jumlah kematian tersebut, 85% disebabkan serangan jantung dan stroke dipicu penyakit CVD. Menurut dr. Ivonne Andriani Santoso, M.Biomed (AAM), founder dari Klinik Pratama Steros, penurunan hormon testosteron berperan penting dalam meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular pada laki-laki.
2. Testosteron rendah dapat memicu ganguan metabolik

Testosteron merupakan hormon seks utama pada laki-laki dan tidak hanya berperan dalam fungsi reproduksi, tetapi juga memengaruhi metabolisme tubuh pada laki-laki.
”Dengan tingkat kadar Testosterone rendah pada laki-laki dapat pula mengakibatkan peningkatan lemak visceral, gangguan kolesterol dan gula darah, tekanan darah tinggi, dan inflamasi kronis,” lanjut dr. Ivonne.
Dengan demikian, kadar testoteron yang optimal terbukti tidak hanya penting untuk fungsi hormonal pada laki-laki, tetapi juga mampu menstabilkan tekanan darah dan menurunkan risiko mengalami obesitas, penyakit kardiovaskular dan mendukung kesehatan secara menyeluruh.
3. Tanda testosteron rendah yang perlu untuk diwaspadai

Gejala keluhan akibat kadar testoteron berkurang disebut Testoterone Deficiency Syndrome (TDS). Pada usia lanjut, gejala tersebut dikenal sebagai Androgen Deficiency in Aging Male (ADAM) atau Partial Deficiency in Aging Male (PADAM) juga disebut Late-Onset Hypogonadisme (LOH).
“Penurunan kadar Testoteron pada pria mengakibatkan pula gangguan terhadap kenyamanan hidup, seperti kelelahan depresi, kebingungan, perasaan panas, dan keringat pada malam hari,” kata Andrologist dan Seksolog Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And., Subsp.SAAM ditemui di acara yang sama.
Prof. Wimpie juga menambahkan, bahwa penurunan kadar hormon testosteron dapat ditandai oleh berbagai keluhan, mulai dari menurunnya gairah seksual, gangguan ereksi, berkurangnya massa otot, hingga kesulitan berkonsentrasi, gangguan tidur, dan tulang yang menjadi lebih rapuh.
Gejala-gejala ini tidak hanya memengaruhi kualitas hidup, tetapi beberapa di antaranya, seperti penurunan aktivitas fisik, kelelahan kronis, dan perubahan metabolik dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular secara tidak langsung.
4. Berpengaruh pada energi dan stamina tubuh

Selain berdampak pada metabolisme, penurunan testosteron juga memengaruhi tingkat energi dan daya tahan tubuh pria. Testosteron memiliki peran penting dalam menjaga vitalitas, kekuatan otot, serta stamina untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Ketika hormon ini menurun, tubuh menjadi lebih mudah lelah dan kurang bertenaga. Kondisi ini dapat memperburuk metabolisme tubuh, meningkatkan lemak visceral, dan menurunkan fungsi kardiovaskular, sehingga berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Penting bagi laki-laki untuk menguatkan kemampuan diri dalam menepis gangguan kenyamanan hidup ketika pada kesehariannya harus mengambil keputusan penting dalam bisnis, mengembangkan karier, dan membangun koneksi sosial.
5. Kadar normal hormon testosteron dalam tubuh laki-laki

Hormon testosteron merupakan hormon yang terdapat pada tubuh laki-laki maupun perempuan. Pada laki-laki hormon ini diproduksi di testis.
Kadar testosteron dapat diukur dalam nanogram per desiliter (ng/dL). Dilansir Healthline, pada laki-laki kadar testosteron yang sehat berkisar dari 450-600 ng/dL, sedangkan testosteron yang rendah berada di bawah 300 ng/dL.
Cara terbaik untuk mengecek kadar testosteron adalah melalui pemeriksaan fisik dan tes darah untuk mengukur testosteron bebas dan yang terikat protein.
Itulah dampak dari penurunan kadar testosteron yang rendah pada laki-laki yang bisa menjadi sinyal gangguan kesehatan termasuk meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.
Laki-laki dituntut memiliki ketahanan diri dalam menghadapi berbagai gangguan yang dapat memengaruhi kenyamanan hidup, terutama saat mengambil keputusan penting dalam bisnis, pengembangan karier, hingga membangun relasi sosial.
Dalam banyak kasus, hambatan tersebut tidak lagi semata berkaitan dengan aspek teknis atau strategi, melainkan dipengaruhi oleh kestabilan suasana hati dan emosi yang erat hubungannya dengan keseimbangan hormon.
Kondisi ini dapat berdampak pada fokus, energi, serta kualitas pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.
Menjawab tantangan tersebut, Steros menghadirkan layanan penggantian hormon bagi laki-laki dengan kadar testosteron rendah maupun gangguan hormonal lainnya.
“Steros menyediakan perawatan penggantian hormon untuk laki-laki dengan testosteron rendah dan masalah hormonal lainnya. Dengan pendekatan medis berbasis ilmiah, perawatan kami membantu meningkatkan energi, vitalitas, dan kualitas hidup. Selain itu, terdapat pula perawatan anti-aging untuk mengurangi tanda-tanda penuaan dengan teknologi non-invasif guna meremajakan kulit dan menjaga elastisitas,” ujar dr. Donny Firdaus, dokter pengampu Hormon in Balance & Anti-Aging Klinik Pratama Steros.
Jika Papa mengalami gejala seperti yang disebut di atas, bisa untuk melakukan cek testosteron dan agar dapat mendapatkan perawatan yang sesuai.


















