4 Hal Tentang Haid yang Menunjukan Tingkat Kesuburan Kamu

Pastikan siklus haid kamu normal dan tanpa masalah ya

19 Desember 2018

4 Hal Tentang Haid Menunjukan Tingkat Kesuburan Kamu
livestrong.com

Pernahkah kamu bertanya ke perempuan lain tentang bagaimana dia menjalankan siklus menstruasinya? Apakah merasakan sakit hebat, penggumpalan darah, kram, atau bahkan perdarahan berat?

Lalu bagaimana dengan kamu sendiri?

Tahukah kamu kalau masalah siklus haid memengaruhi kesuburan, seperti lama periode dan gejala yang timbul saat itu.

Sangat penting untuk memperhatikan apa yang terjadi selama menstruasi, jadi kamu tahu tentang kualitas lapisan rahim yang berpengaruh pada kesuburan, seperti kondisi yang Popmama.com terangkan di bawah ini.

1. Darah yang keluar sedikit

1. Darah keluar sedikit
wisegeekhealth.com

Apakah kamu termasuk yang memiliki siklus menstruasi singkat dengan perdarahan ringan atau sedikit? Sebagian orang melihatnya ini sebagai “keburuntungan”.

Tapi ternyata sedikit darah yang keluar saat haid menandakan bahwa lapisan rahim cukup tipis. Padahal dibutuhkan lapisan rahim yang tebal untuk meningkatkan kemungkinan hamil.

Sebab embrio membutuhkan suplai darah di rahim sebagai “makanan” agar bisa berkembang. Untuk melakukan ini, dibutuhkan lapisan rahim yang tebal dan tervaskularisasi.

Bila lapisannya terlalu tipis atau hanya sedikit darah, sumber “makanan” yang diperlukan embrio untuk tertanam dan berkembang akan hilang.

Umumnya, keluarnya darah saat perempuan haid berlangsung selama 4-5 hari sebanyak 40 cc per hari.

Tapi masih dikatakan normal jika haid kamu selama 3-5 hari sebanyak 80 cc per hari. Sedangkan kondisi dikatakan abnormal saat haid, jika hanya berlangsung selama satu atau dua hari dengan perdarahan yang ringan atau sedikit.

2. Penggumpalan darah

2. Penggumpalan darah
lifealth.com

Mungkin kamu merasa bahwa penggumpalan darah adalah kondisi normal saat haid. Ingat ya, penggumpalan darah terjadi di lapisan rahim jauh di awal periode menstruasi. Waktu yang lama itu  akhirnya membuat gumpalan darah semakin berwarna gelap dari waktu ke waktu.

Ini masalahnya, bahwa penanaman embrio bergantung pada pembentukan suplai darah yang sehat untuk berkembang.

Sementara penggumpalan yang terjadi saat haid menghentikan aliran darah ke lapisan rahim. Sehingga nggak ada permukaan segar yang tersedia untuk penanaman embrio yang baik.

Editors' Picks

3. Kram hebat

3. Kram hebat
indianexpress.com

Merasakan kram yang sangat menyakitkan saat menstruasi menandakan dinding rahim kamu sedang kejang.

Darah beku atau menggumpal yang nggak bergerak adalah penyebabnya, sehingga otot pada dinding rahim menjadi kram (akibat mendorong darah untuk keluar).

Jika darah beku ‘menghiasi’ lapisan rahim, embrio pun sulit ditanamkan pada rahim yang memerlukan kondisi sehat dan suplai darah segar.

Kondisi ini bisa diketahui jika kamu sering mengalami kram hebat saat haid. Termasuk kram dismenore, dan ini kontraproduktif untuk pembuahan.

4. Perdarahan berat

4. Perdarahan berat
netdoctor.co.uk

Untuk menanamkan embrio agar terjadi kehamilan, kamu membutuhkan dinding rahim yang bersih dan tersuplai darah segar. Nah kadang kondisi haid yang banyak mengeluarkan darah dianggap bagus untuk itu.

Tapi tunggu dulu, perdarahan hebat sampai kamu merasa lelah, sangat haus, bahkan menurunnya kondisi kesehatan, membuat kamu kehilangan sumber ‘makanan’ untuk memperbaiki sel, otot, kerja fungsi otak, mengatasi stressor lingkungan sehari-hari, dan hal-hal penting lainnya termasuk pembuahan.

Perdarahan ini terjadi jika durasi haid kamu lebih dari 7-8 hari dengan darah yang cukup banyak.

Semua masalah siklus haid ini terkadang dipengaruhi kondisi tubuh pada waktu tertentu, seperti karena kelelahan.

Tapi jika mengalami masalah haid ini dalam waktu yang lama atau pada setiap siklus haid, periksakan kondisi tersebut pada dokter untuk mengetahui jika ada gangguan kesehatan pada organ reproduksi

Masalah siklus haid yang memengaruhi kesuburan disebabkan beberapa faktor diantaranya; infeksi, berat badan yang nggak stabil, diet berlebihan, stres berat, kanker rahim, fibroid rahim, penyakit akibat gangguan perdarahan, dan penggunaan obat yang mengakibatkan fluktuasi kadar hormon.

Selain melakukan perawatan medis, beralihlah pada gaya hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang.

Jauhi pencemaran radikal bebas, seperti polusi udara dan asap rokok. Rutin berolahraga dan istirahat yang cukup sangat membantu mendapatkan siklus haid yang lancar tanpa gangguan.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Ini Bahaya Merokok saat Hamil!

Topic: