Gangguan pada Rahim yang Menyebabkan Sulit Hamil

Tak kunjung hamil setelah bertahun-tahun menikah bisa disebabkan olah gangguan rahim

4 April 2019

Gangguan Rahim Menyebabkan Sulit Hamil
Freepik/nikitabuida

Kesuburan kerap menjadi masalah bagi sejumlah pasangan suami istri yang baru menikah. Dilansir dari laman Baby Center, sekitar 11 persen pasangan pada usia subur di Amerika Serikat mengalami kesulitan hamil dan mempertahankan kehamilannya.

Ternyata, sepertiga dari kasus ini disebabkan oleh masalah kesuburan pada perempuan, sementara sekitar sepertiganya lagi masalah datang dari pihak pria, dan sisanya dari faktor yang melibatkan keduanya atau penyebab lain yang tidak dapat dijelaskan.

Karena itu, bagi pasangan menikah yang sudah melakukan hubungan seks tanpa kondom lebih dari setahun tetapi tak kunjung hamil, artinya kamu perlu berkonsultasi segera dengan dokter kandungan.

Sedangkan bagi perempuan 35 tahun, perlu memeriksakan diri ke dokter kandungan jika setelah 6 bulan berhubungan tak kunjung diberi keturunan.  

Dari pihak perempuan, masalah ketidaksuburan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Selain dari gaya hidup, pola makan, sulit hamil juga bisa disebabkan oleh gangguan yang terjadi pada rahim. Berikut ulasan selengkapnya yang telah Popmama.com rangkum untuk Mama.

1. Masalah ovulasi

1. Masalah ovulasi
Freepik/whatwolf

Masalan ini terjadi saat telur tidak matang di dalam ovarium, atau saat ovarium gagal dan tidak bisa melepaskan telur yang matang. Hal ini kerap dikenal sebagai kegagalan ovarium prematur.

Tidak ada gejala yang signifikan dalam gangguan ini. Tetapi biasanya penderita sering mengalami menstruasi yang tidak teratur.

Jika kamu mengalaminya, jagalah ukuran berat badan idealmu. Jangan terlalu gemuk, ataupun terlalu kurus. Gunakan obat kesuburan sesuai dengan anjuran dokter. Kamu juga bisa mencoba menjadi program in vitro fertilization atau IVF.

Program IVF memiliki tingkat keberhasilan sebesar 40 persen bagi perempuan berusia di bawah 34 tahun.

Ketahui waktu ovulasi dengan menggunakan Kalkulator Ovulasi

2. Endometriosis

2. Endometriosis
Freepik/Dragana_Gordic

Endometriosis adalah suatu kondisi di mana jaringan rahim (jaringan endometrium) tumbuh di luar rahim. Endometriosis biasanya ditemukan di bagian dalam rongga panggul. Gejala yang biasa terjadi adalah menstruasi atau hubungan seksual yang menyakitkan, perdarahan berat, dan nyeri panggul.

Kasus ini biasanya ditangani dengan cara pembedahan untuk mengangkat jaringan endometrium atau membuka saluran tuba yang tersumbat. Sebuah studi menemukan bahwa sebesar 30 persen perempuan dengan gangguan ini bisa berhasil hamil secara alami setelah menjalani operasi. 

Editors' Picks

3. Rendahnya kualitas sel telur

3. Rendah kualitas sel telur
Babycenter.com

Umumnya, kualitas dan jumlah sel telur perempuan yang dihasilkan ovarium akan mengalami penurunan secara alami setelah kamu berusia di atas 35 tahun. Itulah sebabnya di usia tersebut perempuan akan lebih sulit hamil.

Namun, beberapa perempuan juga ada yang mengalami hal ini sebelum mereka berusia 35 tahun. Saat kamu mengalaminya, tidak ada gejala yang akan muncul. Kamu bisa mulai memikirkan program IVF jika mengalami kondisi ini.

Baca juga: Cara Cepat Hamil: Rawat Kualitas Sel Telur dengan 5 Hal Sederhana Ini

4. Sindrom ovarium polikistik

4. Sindrom ovarium polikistik
Mayoclinic.com

Sindrom yang lebih disebut dengan PCOS ini adalah suatu kondisi terganggunya fungsi ovarium pada perempuan di usia subur. Kondisi ini disebabkan oleh kadar hormon yang tidak seimbang. Menstruasi yang tidak teratur, pertumbuhan rambut yang berlebihan, sering berjerawat, dan obesitas merupakan gejala dari sindrom ini. 

5. Faktor saluran tuba

5. Faktor saluran tuba
Newkidscenter.com

Saluran tuba yang tersumbat atau rusak dapat mencegah sperma masuk ke sel telur, dan juga menghambat sel telur yang dibuahi bisa sampai ke rahim.

Faktor utama masalah ini biasanya karena adanya penyakit radang panggul, infeksi menular, atau operasi sterilisasi yang pernah kamu jalani. Tidak ada gejala yang dialami dalam kondisi ini.

Tetapi, perlu diketahui bahwa masalah saluran tuba merupakan faktor utama terjadinya kehamilan ektopik. Solusinya, dokter mungkin akan melakukan pembedahan untuk memperbaiki saluran tubamu.

Jika ternyata masalah saluran tuba tidak bisa ditangani, kamu bisa mencoba program IVF untuk meningkatkan peluang kehamilan.

Itulah gangguan pada rahim yang bisa menghambat peluang kehamilanmu. Cek kondisi kesehatanmu segera jika kehamilan belum juga datang lebih dari setahun pasca menikah.  

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!