Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fanny Ghassani Disebut Belum Punya Anak karena Sibuk Bekerja
instagram/fannyghassani
  • Fanny Ghassani mengaku pernah sakit hati saat dituding belum punya anak karena terlalu sibuk syuting, meski kehadiran keturunan tidak dapat diatur manusia.
  • Ia menyoroti tekanan sosial yang kerap menyalahkan perempuan seorang diri dalam urusan momongan, padahal perencanaan keturunan merupakan proses bersama pasangan.
  • Fanny kini belajar mengabaikan komentar negatif, mencari kekuatan dari pengalaman orang lain, dan menilai dukungan emosional pasangan penting menghadapi tekanan tersebut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kehidupan rumah tangga seorang selebriti tak pernah lepas dari sorotan publik. Mulai dari karier hingga kehadiran buah hati selalu menjadi perbincangan. Tekanan sosial mengenai momongan ini sering mendatangkan komentar kurang menyenangkan.

Hal tersebut dibagikan oleh Fanny Ghassani mengenai pengalaman pribadinya. Melalui tayangan podcast yang berjudul "FANNY GHASANNI 'SOMETIMES I FEEL ALL ALONE'" di YouTube Melaney Ricardo, ia mengungkapkan reaksi pedas orang terdekat.

Komentar negatif tersebut sempat meninggalkan rasa kesal tersendiri. Biar Mama semakin paham cara menyikapinya, berikut Popmama.com bagikan Fanny Ghassani disebut belum punya anak karena sibuk bekerja.

1. Sempat merasa sakit hati dan tersinggung dengan komentar miring

instagram/fannyghassani

Mendengar cibiran pedas mengenai alasan belum memiliki keturunan tentu bukan hal mudah diterima. Di awal pernikahannya, Fanny mengaku sangat sakit hati setiap kali ada orang menuding kesibukannya sebagai penyebab utama.

"Sibuk main sinetron mulu sih, makanya gak punya anak. Mau punya apa lagi sih, rumah udah punya, mobil udah punya. Apalagi yang sedih cari, ya punya anak lah, gitu. Dari yang tersinggung awalnya, sampai sekarang udah ketawa. Udah aku bisa becandain, gitu. Awalnya aku tersinggung banget." ungkap Fanny Ghassani.

Komentar nyinyir yang menyebut dirinya terlalu sibuk syuting sinetron membuat beban mental semakin terasa berat. Mau punya apa lagi, rumah dan mobil sudah ada, tetapi malah dikaitkan dengan belum punya anak.

2. Merasa selalu dipojokkan dan disalahkan sebagai seorang perempuan

instagram/fannyghassani

Tekanan sosial di masyarakat sering kali tidak adil karena menempatkan perempuan sebagai pihak disalahkan. Fanny menyayangkan sikap orang sekitar yang terkesan menuntut dirinya seorang diri atas momongan.

Padahal, proses merencanakan keturunan tentu melibatkan kerja sama seimbang antara suami dan istri. Tudingan sepihak ini kerap membuat perempuan merasa berjuang tanpa adanya pembelaan berarti dari lingkungan.

3. Kehilangan dukungan emosional dari pasangan dapat memicu stres

instagram/fannyghassani

Poin paling menyakitkan yang dibagikan Fanny adalah ketika suami hanya diam atau bahkan ikut tertawa saat dirinya dicibir. Padahal, kehadiran suami sebagai tempat bersandar sangatlah krusial menghadapi komentar jahat.

"Sibuk main sinetron mulu sih, makanya gak punya anak. Aku kayak, wah. Terus aku ngomong sama suami aku, terus suami aku kayak diem aja. Karena juga bingung mungkin jawabnya kayak gimana. Terus sampai akhirnya tahun-tahun berikutnya gitu juga. Sibuk kerja mulu. Pokoknya selalu yang salah tuh perempuan." ungkap Fanny.

Kurangnya dukungan mental dari orang terdekat diakui justru jauh lebih membebani kenyataan hidup. Rasa kesepian secara emosional akan mudah muncul jika pasangan tidak saling menguatkan.

4. Belajar berdamai dengan keadaan dan memilih untuk bersikap bodo amat

instagram/fannyghassani

Setelah melewati proses panjang dan melelahkan, Fanny kini berada di tahap lebih ikhlas. Komentar pedas keluarga maupun kerabat kini bisa ia tertawakan tanpa dimasukkan ke hati.

Sikap masa bodoh menjadi benteng pertahanan terbaik agar kesehatan mentalnya tetap terjaga baik. Ia menyadari bahwa hidup terlalu singkat jika harus terus memikirkan omongan buruk.

5. Menjadikan perjalanan hidup orang lain sebagai sumber kekuatan

instagram/fannyghassani

Dalam menghadapi situasi sulit ini, Fanny banyak belajar dari pengalaman orang lain bernasib serupa. Melihat kisah perjuangan orang terdekat memberikan secercah harapan tersendiri bagi hidupnya.

Proses penantian panjang tersebut membuktikan bahwa waktu Tuhan adalah yang terbaik bagi umat-Nya. Dukungan positif dari lingkungan pada akhirnya mampu mengikis segala rasa sedih lalu.

Tetaplah kuat dan saling menguatkan bersama pasangan dalam menghadapi setiap fase kehidupan rumah tangga ya, Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article