Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apa Bedanya Mual Hamil dan Mual Biasa? Ini Tanda yang Bisa Dikenali

4 min read
Apa Bedanya Mual Hamil dan Mual Biasa? Ini Tanda yang Bisa Dikenali
Magnific/jcomp
  • Mual kehamilan umumnya muncul pada usia 4–10 minggu, dapat terjadi kapan saja, dipicu aroma atau makanan, serta kerap disertai telat menstruasi, payudara sensitif, dan mudah lelah.

  • Mual biasa dapat dipicu gangguan pencernaan, infeksi saluran cerna, mabuk perjalanan, migrain, efek obat, atau masuk angin; gejalanya bergantung penyebab, seperti diare, kram, heartburn, atau sakit kepala.

  • Tes kehamilan dapat dilakukan sejak hari pertama telat menstruasi. Periksa ke tenaga medis bila mual menetap, muntah terus-menerus, sulit makan-minum, dehidrasi, nyeri perut hebat, demam tinggi, atau muntah darah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Rasa mual merupakan suatu kondisi yang bisa terjadi kepada siapa saja. Tetapi, mual juga menjadi salah satu keluhan yang cukup sering dialami pada awal kehamilan, sehingga tak heran, ketika tiba-tiba merasa mual, sebagian perempuan langsung mengaitkannya dengan kemungkinan sedang mengandung.

Padahal, mual juga bisa terjadi karena berbagai kondisi lain yang tidak berhubungan dengan kehamilan. Hal inilah yang terkadang membuat perempuan sulit mengetahui apakah rasa mual yang dialami berkaitan dengan kehamilan atau hanya keluhan biasa. 

Lantas, apa bedanya mual hamil dan mual biasa? Yuk, Ma, cari tahu jawabannya dalam informasi yang sudah Popmama.com siapkan berikut ini.


  1. Apa Bedanya Mual Hamil dan Mual Biasa?

    Apa bedanya mual hamil dan mual biasa?
    Magnific

    Mama, mual memang sering dikaitkan dengan tanda awal kehamilan. Namun, rasa ingin muntah ini sebenarnya juga bisa muncul karena berbagai kondisi lain. Jadi, mengalami mual saja belum tentu menandakan seseorang sedang hamil, ya. 

    Mual hamil dan mual biasa dapat dibedakan dengan memperhatikan waktu munculnya mual, pemicu, serta gejala lain yang menyertainya. Pada kehamilan, mual dan muntah umumnya mulai muncul pada trimester pertama, sekitar usia kehamilan 4–10 minggu.

    Keluhan ini pun bisa terjadi kapan saja, tidak hanya pada pagi hari. Aroma atau makanan tertentu bahkan dapat membuat mual semakin kuat. Mual juga bisa disertai tanda awal kehamilan lain, seperti terlambat menstruasi, payudara lebih sensitif, dan mudah lelah. 

    Sementara itu, mual yang tidak berkaitan dengan kehamilan biasanya tergantung pada penyebabnya dan dapat disertai gejala lain. Jadi, mual saja belum cukup untuk mengetahui apakah seseorang sedang hamil. Jika mual muncul bersamaan dengan terlambat menstruasi atau tanda kehamilan lainnya, Mama dapat melakukan tes kehamilan untuk memastikannya, karena tes kehamilan paling dapat diandalkan sejak hari pertama terlambat menstruasi. 


  2. Ciri-ciri Mual yang Bisa Menjadi Tanda Kehamilan

    Ciri-ciri mual yang bisa menjadi tanda kehamilan
    Magnific/Stockking

    Ada beberapa ciri-ciri mual yang bisa menjadi tanda kehamilan yang dapat diperhatikan, seperti:

    • Mual terjadi pada pagi hari tetapi dapat berlanjut di siang atau malam hari.
    • Tidak membaik hanya dengan istirahat atau menghangatkan tubuh.
    • Disertai dengan gejala kehamilan lain, seperti mudah lelah, payudara yang membesar, warna payudara yang berubah, muncul rasa ngidam, mood swing, peningkatan frekuensi buang air kecil, dan sensitivitas penciuman yang meningkat.
    • Dipicu oleh perubahan hormon selama kehamilan dan respons tubuh terhadap bau atau rasa tertentu yang sebelumnya tidak mengganggu.
    • Disertai dengan menstruasi yang terlambat, karena kondisi ini merupakan salah satu indikator terkuat untuk mengetahui kehamilan.

  3. Mual Biasa Bisa Disebabkan oleh Banyak Hal

    Mual biasa bisa disebabkan oleh banyak hal
    Magnific/benzoix

    Seperti yang sudah disebutkan, mual tidak hanya berkaitan dengan kehamilan. Keluhan ini juga bisa muncul karena gangguan pencernaan, infeksi saluran cerna, mabuk perjalanan, migrain, efek obat tertentu, hingga masuk angin.

    Gangguan pencernaan dapat menyebabkan mual disertai rasa panas di dada (heartburn), kembung, atau sendawa, terutama setelah makan. Sementara itu, infeksi saluran cerna biasanya disertai diare, kram perut, dan terkadang demam. 

    Mabuk perjalanan dapat memicu mual saat berada di kendaraan, sedangkan migrain bisa menyebabkan mual atau muntah bersamaan dengan sakit kepala berdenyut dan sensitif terhadap cahaya atau suara.

    Meski bukan istilah medis, “masuk angin” umum digunakan untuk menggambarkan kondisi tubuh yang terasa tidak enak badan, dengan keluhan seperti mual, kembung, pusing, atau pegal-pegal.

    Jadi, mual saja belum cukup untuk menentukan penyebabnya. Mama juga perlu memperhatikan pemicu dan gejala lain yang muncul bersamaan, ya.



  4. Kapan Mual Perlu Diperiksakan?

    Kapan mual perlu diperiksakan?
    Magnific/partystock

    Mual umumnya dapat membaik dengan sendirinya. Namun, Mama sebaiknya memeriksakan diri jika mual tidak kunjung membaik, sering berulang, atau disertai muntah terus-menerus hingga sulit makan dan minum. 

    Kondisi ini dapat menyebabkan dehidrasi, yang ditandai dengan jarang buang air kecil, urine berwarna gelap, pusing, atau lemas. Mual dan muntah juga perlu mendapat perhatian medis jika disertai nyeri perut hebat, demam tinggi, atau muntah darah.

    Khusus pada ibu hamil, mual dan muntah yang membuat Mama tidak mampu mempertahankan makanan atau cairan juga perlu segera diperiksakan karena dapat menjadi tanda hyperemesis gravidarum atau kondisi mual dan muntah secara berlebihan dan ekstrem yang terjadi selama masa kehamilan.

    Jadi, mual tidak selalu berarti hamil, ya, Ma. Tetap perhatikan kondisi tubuh, dan jika disertai gejala lain, Mama bisa melakukan tes kehamilan untuk memastikannya.

    Nah, itu dia informasi mengenai apa bedanya mual hamil dan mual biasa. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama!


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More