Belakangan ini, gelombang pemadaman listrik bergilir yang melanda berbagai wilayah di Indonesia tengah menjadi keluhan masal di masyarakat.
5 Tips Jaga Kualitas ASIP saat Listrik Padam di Rumah

Hindari membuka dan menuutp pintu kulkas penyimpanan ASI
Atur posisi botol atau kantong ASI agar suhunya tetap terjaga
Pindahkan ASIP sementara ke dalam cool box yang diberi es batu
Bagi sebagian orang, mati listrik mungkin hanya memicu rasa gerah. Namun, bagi para ibu menyusui (Busui), terutama para pumping moms, situasi ini tentu bisa memicu kekhawatiran.
Bayangan stok ASI perah (ASIP) yang dikumpulkan dengan penuh perjuangan di dalam freezer, akan mencair dan basi seketika, saat lemari pendingin tak mendapat arus listrik.
Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut, berikut ini Popmama.com bagikan 5 tips jaga kualitas ASIP saat listrik padam di rumah.
Table of Content
1. Jangan sering membuka dan menutup pintu lemari pendingin

Langkah paling pertama dan utama saat listrik padam adalah berhenti membuka pintu kulkas atau freezer, kecuali dalam keadaan yang benar-benar mendesak.
Setiap kali pintu dibuka, udara dingin di dalam akan keluar dan memicu kenaikan suhu dengan cepat.
Dalam kondisi tertutup rapat, freezer satu pintu dapat mempertahankan suhu dinginnya hingga 24 jam.
Sementara itu, freezer penuh berbentuk boks (deep freezer) bahkan mampu menjaga ASIP tetap beku hingga 48 jam.
Jadi, biarkan pintu freezer tetap terkunci rapat untuk mengisolasi suhu dingin di dalamnya.
2. Rapatkan posisi botol atau kantong ASIP

Cobalah untuk mengelompokkan dan merapatkan posisi kantong atau botol ASIP di dalam freezer.
Konsepnya mirip dengan balok es yang disatukan, tumpukan ASIP yang saling menempel akan saling menyalurkan suhu dingin dan menciptakan efek "membeku bersama" yang lebih kuat.
Jika ada ruang kosong di dalam freezer, penuhi ruangan tersebut dengan wadah berisi air es atau ice pack tambahan.
Ruang kosong yang terlalu banyak di dalam freezer justru akan membuat udara dingin lebih cepat menguap dan mempercepat proses pencairan.
3. Pindahkan ASIP ke dalam cool box dengan blue ice

Jika pemadaman listrik diprediksi akan berlangsung sangat lama (lebih dari 24 jam), segera evakuasi stok ASIP kamu ke dalam cool box atau styrofoam tebal.
Wadah tersebut memiliki kemampuan isolasi suhu yang sangat baik untuk kondisi darurat.
Susun ASIP di bagian dasar, lalu kelilingi dan tutupi bagian atasnya menggunakan ice pack atau blue ice dalam jumlah yang banyak.
Jika menggunakan es batu biasa, pastikan es dibungkus plastik rapat agar lelehannya tidak merendam kantong ASIP dan merusak higienitas wadah, ya.
4. Manfaatkan genset atau titip ke kerabat yang masih mendapat akses listrik

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, tidak ada salahnya memiliki genset kecil di rumah untuk menyalakan kulkas selama keadaan darurat. Namun, jika opsi ini tidak memungkinkan, jangan ragu untuk meminta bantuan.
Kamu bisa menghubungi kerabat, tetangga, atau bahkan fasilitas umum seperti klinik terdekat yang wilayahnya tidak mengalami pemadaman listrik.
Pindahkan ASIP menggunakan cool box dengan cepat, agar suhunya tetap terjaga selama perjalanan menuju tempat penitipan sementara.
5. Pahami aturan pembekuan ulang ASIP yang mulai mencair

Ketika listrik akhirnya menyala kembali, segera periksa kondisi stok ASIP. Kunci utama untuk mengetahui apakah ASIP masih layak dibekukan kembali adalah keberadaan kristal es.
Jika ASIP sudah mencair namun masih ada sedikit saja kristal es di dalamnya, ASIP tersebut aman untuk dibekukan kembali di dalam freezer.
Namun, jika ASIP sudah mencair sepenuhnya (sama sekali tidak ada kristal es) tetapi suhunya masih terasa dingin, ASIP tidak boleh dibekukan lagi.
ASIP harus disimpan di kulkas bawah (chiller) dan wajib dihabiskan oleh si Kecil dalam waktu maksimal 24 jam.
Itulah 5 tips jaga kualitas ASIP saat listrik padam di rumah.
Menghadapi listrik padam memang membutuhkan kesiapan mental dan ketangkasan. Langkah di atas diharapkan dapat meminimalkan risiko kerusakan stok ASIP, sehingga nutrisi terbaik untuk si Kecil tetap terjaga.
Tetap semangat mengASIhi, ya!


















