Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Bahaya Campak pada Ibu Hamil, Ini Cara Mencegahnya
Freepik
  • Campak pada ibu hamil bisa menyebabkan komplikasi serius seperti keguguran, kelahiran prematur, berat badan bayi rendah, hingga infeksi otak.

  • Pencegahan utama dilakukan lewat vaksinasi MMR

  • Ibu hamil menjaga kebersihan diri, memakai masker, menghindari kontak dengan orang sakit, dan memastikan keluarga sudah divaksin.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Campak tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga dapat dialami oleh ibu hamil dan berpotensi menimbulkan risiko serius bagi kesehatan Mama maupun janin di dalam kandungan. Penyakit yang dikenal dengan istilah measles ini disebabkan oleh infeksi virus dari kelompok Paramyxovirus yang sangat mudah menular.

Penularan campak terjadi melalui percikan droplet di udara ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Ibu hamil termasuk kelompok yang lebih rentan tertular, terutama bila sebelumnya belum pernah mengalami campak atau belum memiliki kekebalan terhadap virus tersebut.

Berikut Popmama.com rangkum informasi bahaya campak pada ibu hamil dan cara mencegahnya, Ma!

Bahaya Campak pada Ibu Hamil 

Unsplash/engin akyurt

Campak yang terjadi selama kehamilan dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, baik pada ibu maupun janin. Infeksi virus ini tidak hanya menyebabkan gejala demam dan ruam, tetapi juga dapat memicu gangguan kesehatan lain yang lebih berat apabila tidak ditangani dengan baik.

Bahaya campak pada ibu hamil adalah sebagai berikut:

  1. Keguguran
    Jika infeksi campak terjadi pada trimester pertama, risiko keguguran dapat meningkat karena kondisi tubuh ibu sedang berada pada fase awal pembentukan organ janin yang masih sangat rentan.

  2. Kematian janin dalam kandungan (IUFD)
    Pada usia kehamilan trimester ketiga, campak dapat mengganggu suplai oksigen dan nutrisi ke janin sehingga meningkatkan risiko kematian janin sebelum persalinan.

  3. Berat bayi lahir rendah
    Infeksi campak dapat memengaruhi pertumbuhan janin di dalam rahim, sehingga bayi berpotensi lahir dengan berat badan di bawah normal.

  4. Kelahiran prematur
    Campak juga dapat memicu kontraksi lebih awal atau gangguan kehamilan lainnya yang menyebabkan bayi lahir sebelum usia kehamilan cukup bulan.

  5. Dehidrasi
    Ibu hamil yang terkena campak sering mengalami demam tinggi, penurunan nafsu makan, hingga diare. Kondisi ini bisa menyebabkan kekurangan cairan yang berbahaya bagi ibu dan janin.

  6. Infeksi pada telinga
    Salah satu komplikasi yang dapat muncul adalah infeksi telinga akibat penyebaran virus atau infeksi sekunder saat daya tahan tubuh menurun.

  7. Radang paru-paru (pneumonia)
    Campak dapat berkembang menjadi pneumonia, yaitu infeksi paru-paru yang menyebabkan sesak napas dan menjadi salah satu komplikasi paling serius pada ibu hamil.

  8. Infeksi otak
    Dalam kasus tertentu, virus campak dapat menyebabkan peradangan otak yang berisiko menimbulkan gangguan saraf dan kondisi kesehatan yang lebih berat.

  9. SSPE (Subacute Sclerosing Panencephalitis)
    SSPE adalah gangguan saraf serius akibat kerusakan jaringan otak yang berlangsung secara progresif. Kondisi ini dapat terjadi apabila janin terpapar virus campak sejak dalam kandungan. Gejalanya biasanya tidak langsung muncul, melainkan berkembang beberapa tahun setelah anak lahir dan dapat memengaruhi fungsi otak secara bertahap.

Kenali juga Bahaya Campak Jerman atau Rubella pada Ibu Hamil 

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Selain campak measles, ibu hamil juga perlu mengenal campak Jerman atau rubella. Sekilas keduanya tampak mirip karena sama-sama dapat menular lewat percikan udara dan menimbulkan ruam di kulit. Namun, rubella disebabkan oleh virus yang berbeda dan biasanya menimbulkan keluhan yang lebih ringan pada orang dewasa.

Meski begitu, infeksi rubella saat kehamilan justru menjadi perhatian serius karena dapat berdampak langsung pada perkembangan janin, terutama bila terjadi pada trimester pertama ketika pembentukan organ sedang berlangsung. Paparan virus rubella selama masa kehamilan dapat menyebabkan gangguan bawaan pada bayi.

Beberapa risiko campak Jerman pada ibu hamil meliputi:

  1. Pertumbuhan janin tidak optimal di dalam kandungan

  2. Gangguan penglihatan seperti katarak sejak lahir

  3. Masalah pendengaran atau tuli bawaan pada bayi

  4. Kelainan jantung bawaan

  5. Gangguan perkembangan berbagai organ tubuh bayi

Cara Mencegah Campak pada Ibu Hamil 

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Pencegahan campak paling efektif sebenarnya dilakukan melalui vaksinasi MMR (measles, mumps, and rubella). Di Indonesia, vaksin MMR termasuk imunisasi dasar yang diberikan sejak anak berusia 9 bulan, kemudian dilanjutkan dengan booster pertama pada usia 18 bulan dan booster kedua saat anak berusia 5–7 tahun.

Pada orang dewasa, vaksin MMR juga masih dapat diberikan pada rentang usia 19–59 tahun sebanyak satu atau dua dosis dengan jarak pemberian sekitar 28 hari antar dosis. Namun, karena MMR merupakan vaksin hidup, penggunaannya tidak dianjurkan selama masa kehamilan.

Oleh sebab itu, ibu hamil dianjurkan melakukan perlindungan melalui pencegahan nonvaksin dengan menjaga daya tahan tubuh serta meminimalkan risiko paparan virus di lingkungan sekitar. Beberapa cara pencegah yang bisa dilakukan, yaitu :

  1. Menggunakan masker saat berada di luar rumah
    Pemakaian masker membantu mengurangi risiko terhirupnya percikan droplet yang membawa virus, terutama ketika berada di tempat umum atau area dengan mobilitas tinggi.

  2. Rajin mencuci tangan
    Membersihkan tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 70% dapat membantu mencegah virus masuk ke tubuh melalui tangan yang terkontaminasi.

  3. Menghindari kontak dengan orang sakit
    Ibu hamil sebaiknya membatasi interaksi langsung dengan individu yang sedang mengalami demam, batuk, pilek, atau ruam karena penyakit infeksi saluran napas mudah menular melalui udara maupun sentuhan.

  4. Memastikan orang serumah sudah mendapatkan vaksin MMR
    Perlindungan ibu hamil juga dapat dilakukan dengan memastikan pasangan, anak, pengasuh, dan anggota keluarga telah divaksinasi MMR sehingga risiko penularan di lingkungan rumah dapat ditekan.

  5. Tidak berbagi barang pribadi
    Menghindari penggunaan bersama handuk, alat mandi, atau barang pribadi lainnya penting untuk mencegah perpindahan virus melalui permukaan benda.

Kenali Gejala Campak pada Ibu Hamil

Freepik

Secara umum, tanda-tanda campak pada ibu hamil hampir sama seperti yang dialami anak-anak maupun orang dewasa. Infeksi biasanya diawali dengan demam, batuk, mata merah atau meradang (konjungtivitis), serta muncul bercak putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai Koplik spot. Pada beberapa kasus, penderita juga dapat mengalami diare.

Setelah itu, akan muncul ruam khas campak berupa bercak kemerahan yang tidak terasa gatal. Ruam biasanya bermula dari area dahi atau wajah, kemudian menyebar ke leher hingga seluruh tubuh secara bertahap.

Gejala campak umumnya muncul sekitar 10 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar virus. Perlu diketahui, penderita sudah dapat menularkan virus sejak sekitar empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelah ruam mulai menghilang, sehingga kewaspadaan dan deteksi dini sangat penting untuk melindungi ibu hamil.

Bagaimana jika Ibu Hamil Sudah Melakukan Pencegahan tetapi Tetap Mengalami Campak?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Walaupun Mama sudah menjalankan berbagai langkah pencegahan, dalam beberapa kondisi campak masih dapat terjadi. Jika ibu hamil mengalami gejala yang mengarah pada campak, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter agar kesehatan Mama dan janin dapat dipantau dengan baik.

Selama masa pemulihan, Mama dianjurkan untuk cukup beristirahat, memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk membantu proses penyembuhan. Dokter juga dapat memberikan obat penurun demam atau pereda nyeri yang aman digunakan selama kehamilan bila diperlukan.

Selama masih mengalami gejala, Mama dianjurkan untuk sementara membatasi aktivitas di luar rumah dan mengurangi kontak dengan orang lain. Apabila keluhan terasa semakin berat, seperti demam tinggi berkepanjangan, sesak napas, sulit makan atau minum, atau gerakan janin terasa berkurang, segera periksakan diri kembali agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

Nah, itu tadi penjelasan mengenai bahaya campak pada ibu hamil dan cara mencegahnya. Semoga informasi ini bermnanfaat untuk Mama!

Editorial Team