Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Bahaya Kandungan Astaxanthin untuk Ibu Hamil?
Pexels/JESHOOTS.com
  • Astaxanthin adalah pigmen alami berwarna merah yang ditemukan pada salmon, udang, dan alga, dikenal memiliki sifat antioksidan serta anti-inflamasi untuk mendukung kesehatan jantung, kulit, dan mata.
  • Suplemen astaxanthin menawarkan berbagai manfaat seperti meningkatkan imunitas, menjaga kesehatan otak dan kulit, serta menurunkan risiko penyakit jantung dan peradangan kronis.
  • Ibu hamil disarankan menghindari astaxanthin karena belum terbukti aman; zat ini diduga dapat melewati plasenta dan memengaruhi metabolisme hormon serta perkembangan organ reproduksi janin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Astaxanthin adalah pigmen yang memberi warna kemerahan pada salmon dan lobster. Zat kimia ini secara alami ditemukan di beberapa tumbuhan dan hewan.

Makanan laut berwarna merah muda, seperti salmon, udang, dan lobster air tawar, mengandung astaxanthin. Setelah makan salmon, bulu merah muda flamingo dapat berubah menjadi merah karena pigmen karotenoid ini. Zat kimia ini juga diproduksi oleh beberapa alga, bakteri, dan ragi.

Mikroalga Haematococcus pluvialis digunakan untuk membuat suplemen astaxanthin. Karotenoid ini dapat bertindak sebagai antioksidan dan mengurangi peradangan. Ini juga dapat bermanfaat bagi kesehatan jantung, kulit, dan mata.

Astaxanthin dapat menawarkan manfaat antioksidan dan anti-inflamasi. Antioksidan membantu melindungi tubuh dari kerusakan. Molekul yang disebut radikal bebas dapat menumpuk dan merusak jaringan dan organ.

Sebagai ibu hamil, Mama tentu ingin kehamilan selalu sehat dan janin tumbuh dan berkembang dengan baik. Karena itu, Mama mungkin bertanya-tanya: apakah perlu mengonsumsi suplemen astaxanthin untuk menjaga kesehatan jantung, kulit, dan mata selama kehamilan.

Namun ternyata, ada beberapa bahaya kandungan astaxanthin untuk ibu hamil. Bagi Mama yang berencana untuk mengonsumsi suplemen astaxanthin, yuk, simak dulu penjelasan Popmama.com berikut ini.

Kegunaan Astaxanthin bagi Kesehatan

Pexels/Jonathan Borba

Astaxanthin dapat menawarkan manfaat antioksidan dan anti-inflamasi. Antioksidan membantu melindungi tubuh dari kerusakan. Molekul yang disebut radikal bebas dapat menumpuk dan merusak jaringan dan organ.

Tanpa antioksidan, stres oksidatif dapat terjadi. Terkadang, DNA juga bisa rusak. Antioksidan seperti astaxanthin dapat membantu tubuh menyingkirkan radikal bebas. Dan senyawa ini juga dapat menurunkan peradangan.

Manfaat kesehatan astaxanthin meliputi:

  • Kesehatan otak yang lebih baik. Suplemen ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan menurunkan risiko penyakit Alzheimer.

  • Imunitas yang lebih baik. Senyawa ini dapat mengaktifkan sel-sel kekebalan tubuh, seperti sel B.

  • Meningkatkan kesehatan jantung. Karotenoid ini dapat menurunkan risiko penyakit jantung, kolesterol tinggi, dan trigliserida (lemak darah).

  • Mata yang lebih sehat. Astaxanthin dapat meningkatkan aliran darah ke mata, membantu meningkatkan penglihatan.

  • Kesehatan kulit yang lebih baik. Antioksidan ini dapat membantu kulit tetap lembap, elastis, dan mengurangi kemerahan.

  • Astaxanthin dapat menurunkan peradangan. Astaxanthin juga dapat menurunkan peradangan. Karotenoid ini dapat memblokir zat-zat yang menyebabkan peradangan. Hal ini, pada gilirannya, dapat mengurangi pembengkakan, nyeri, dan kekakuan sendi seiring waktu. Peradangan kronis juga dapat menyebabkan penyakit lain.

  • Astaxanthin dapat menurunkan reaksi kimia (oksidasi) di otak. Ini dapat menurunkan risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson. Suplemen ini juga dapat menurunkan pertumbuhan bakteri H. pylori, sehingga menurunkan risiko tukak lambung.

  • Dan astaxanthin dapat menurunkan risiko kerusakan ginjal akibat diabetes. Karotenoid ini juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Bolehkah Ibu Hamil Mengonsumsi Astaxanthin?

Magnific/freepik

Mengetahui beberapa manfaat astaxanthin, Mama mungkin ingin mengonsumsinya untuk kesehatan kehamilan. Namun, bolehkah ibu hamil mengonsumsi astaxanthin?

Hingga kini, belum banyak penelitian tentang penggunaan astaxanthin saat hamil.

Oleh karena itu, astaxanthin tidak dianjurkan untuk ibu hamil karena belum ada bukti keamanan yang cukup, konsultasikan dengan dokter sebelum mempertimbangkan penggunaannya. 

Bahaya Astaxanthin untuk Ibu Hamil

Pexels/Towfiqu barbhuiya

Penggunaan astaxanthin pada Ibu hamil dan menyusui sangat dibatasi bahkan dihindari karena astaxanthin diduga memiliki kandungan inhibitor enzim 5 Alpha reduktase yang bekerja pada metabolisme hormon estrogen, androgen dan metabolisme pigmen empedu.

Astaxanthin harus dihindari digunakan pada Ibu hamil, menyusui dan perempuan yang sedang merencanakan kehamilan. Mengapa? Karena diduga zat aktif Astaxanthin dapat melalui sawar plasenta dan masuk ke dalam tubuh janin.  Jadi, dapat mengganggu metabolisme hormon reproduksi dan perkembangan organ reproduksi janin.

Meskipun kurang umum, efek samping astaxanthin yang paling serius dijelaskan di bawah ini, beserta apa yang harus dilakukan jika terjadi. Dilansir dari laman WebMD, astaxanthin dapat menyebabkan reaksi alergi yang bisa serius, seperti:

  • Masalah pernapasan atau mengi

  • Detak jantung cepat

  • Demam atau perasaan tidak enak badan secara umum

  • Pembengkakan kelenjar getah bening

  • Pembengkakan wajah, bibir, mulut, lidah, atau tenggorokan

  • Kesulitan menelan atau sesak tenggorokan

  • Gatal atau ruam kulit

  • Benjolan pada kulit yang disebut biduran yang bisa berwarna merah, merah muda, putih, atau cokelat tergantung pada warna kulit

  • Mual atau muntah

  • Pusing, merasa pusing, atau pingsan

  • Kram perut

  • Nyeri sendi

Jadi, sekarang Mama sudah mengetahui tentang bahaya kandungan astaxanthin untuk ibu hamil. Diskusikan dengan dokter bila Mama ragu akan keamanan beberapa obat atau suplemen, ya.

Semoga informasi ini bermanfaat, Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article