Melansir dari penjelasan dr. Marcel Elian Suwito, Sp.OG., dalam akun Instagram pribadinya @marcel.elian.suwito, jumlah air ketuban yang sedikit belum tentu disebabkan oleh ibu hamil yang kurang minum air putih.
Pasalnya, untuk menentukan penyebab air ketuban yang sedikit, perlu diketahui terlebih dahulu kondisi yang mendasarinya. Jadi, penyebabnya tidak bisa langsung ditentukan hanya berdasarkan satu atau dua faktor tanpa pemeriksaan yang tepat.
dr. Marcel menyebut bahwa penyebab jumlah air ketuban sedikit yang paling sering terjadi adalah ketuban pecah atau rembes, adanya gangguan aliran darah, pertumbuhan janin yang terhambat, atau ada kelainan bawaan pada janin.
Mama harus mencari tahu terlebih dahulu sumber masalah sebelum menentukan penyebabnya. Mama juga bisa tetap optimalkan kebutuhan cairan tubuh dengan meminum air putih yang cukup sembari menunggu pemeriksaan berikutnya.
“Minumnya kita optimalkan, cairannya dioptimalkan, tapi sambil cari ada masalah apa, nih, supaya kita bisa tahuu solusinya seperti apa, planning kita seperti apa. Karena kadang tidak se-simple itu,” ujar dr. Marcel dalam video unggahannya.
Jadi, jika Mama memiliki jumlah air ketuban yang sedikit, bisa segera memeriksakan diri ke dokter sambil tetap menjaga cairan tubuh agar tetap optimal, ya!