- Trimester pertama: Jika Mama sudah terbiasa bermain tenis sebelum hamil, biasanya bisa melanjutkannya di trimester pertama. Tubuh belum banyak mengalami perubahan bentuk, sehingga keseimbangan masih terjaga.
- Trimester kedua dan ketiga: Mama harus mulai ekstra hati-hati atau menurunkan intensitasnya. Perut yang membesar akan mengubah pusat gravitasi tubuh, meningkatkan risiko terjatuh atau kehilangan keseimbangan.
Bolehkah Ibu Hamil Main Tenis? Ini Penjelasannya

Ibu hamil boleh bermain tenis jika kehamilan sehat dan tanpa komplikasi, sesuai panduan ACOG dan NHS, namun tetap perlu kehati-hatian terutama saat usia kandungan bertambah.
Pada trimester awal, bumil yang sudah terbiasa bisa melanjutkan tenis dengan aman, tetapi di trimester kedua dan ketiga disarankan menurunkan intensitas karena perubahan keseimbangan tubuh.
Agar aman, bumil disarankan bermain ganda, hindari gerakan ekstrem, pilih lapangan rata, jaga hidrasi, serta segera hentikan aktivitas bila muncul gejala seperti pusing atau nyeri dada.
Menjaga kebugaran saat hamil lewat olahraga adalah langkah yang sangat baik. Meski begitu, masa kehamilan menuntut perhatian ekstra karena tubuh mama kini sedang berbagi ruang dengan kehidupan baru. Olahraga memang aman, bahkan sangat disarankan selama hamil, tetapi bumil tidak bisa lagi asal bergerak atau memilih jenis latihan secara bebas.
Adanya perkembangan janin dalam kandungan memunculkan sejumlah keterbatasan fisik yang harus dihormati. Lantas, bagaimana cara berolahraga yang aman tanpa membahayakan si kecil?
Salah satunya adalah tenis yang menjadi olahraga favorit banyak orang. Pertanyaannya, bolehkah ibu hamil main tenis? Kapan sebaiknya olahraga ini dihindari?
Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya!
1. Bolehkah ibu hamil main tenis? Ini faktanya

Secara umum, menurut panduan medis dari institusi kesehatan seperti American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) dan National Health Service (NHS) Inggris, ibu hamil boleh tetap bermain tenis, asalkan kehamilannya sehat dan tidak memiliki komplikasi medis tertentu.
Olahraga selama kehamilan sangat direkomendasikan, namun tenis termasuk dalam kategori olahraga yang membutuhkan kehati-hatian ekstra seiring bertambahnya usia kehamilan.
2. Kapan ibu hamil boleh bermain tenis?

Berikut adalah rincian panduan medis mengenai bermain tenis saat hamil. Sebaiknya Mama juga konsultasikan dengan dokter kandungan masing-masing ya!
4. Tips aman bermain tenis saat hamil

Jika dokter memberikan lampu hijau, berikut adalah modifikasi permainan yang disarankan oleh para ahli:
- Pilih bermain ganda (doubles): Bermain ganda sangat disarankan karena area lapangan yang harus Mama jangkau lebih kecil, sehingga mengurangi intensitas lari dan kelelahan.
- Jangan mengejar bola yang sulit: Lupakan ambisi untuk memenangkan setiap poin. Jika bola terlalu jauh, biarkan saja. Hindari gerakan melompat atau berputar yang ekstrem.
- Perhatikan permukaan lapangan: Bermainlah di lapangan yang rata dan tidak licin (lapangan tanah liat/clay court terkadang lebih ramah sendi, tetapi lapangan keras yang bersih juga baik untuk menghindari tersandung).
- Tetap terhidrasi dan hindari cuaca panas: Minum air yang cukup sebelum, saat, dan sesudah bermain. Pilih waktu bermain di pagi hari atau sore hari saat cuaca lebih sejuk.
5. Kapan ibu hamil harus berhenti tenis?

Sesuai panduan ACOG, segera hentikan permainan dan hubungi dokter jika mengalami gejala berikut:
- Pusing, sakit kepala, atau merasa ingin pingsan.
- Sesak napas sebelum mulai beraktivitas.
- Nyeri dada.
- Kontraksi rahim yang menyakitkan atau teratur.
- Keluar cairan atau darah dari vagina.
- Nyeri atau bengkak pada betis.
Langkah paling awal dan paling krusial sebelum Mama turun ke lapangan adalah berkonsultasi dengan dokter kandungan masing-masing. Setiap kondisi kehamilan sangat unik, dan dokter adalah orang terbaik yang bisa menentukan apakah aktivitas ini aman untuk Mama atau tidak.
Itulah tadi fakta mengena ibu hamil main tenis. Kalau dari sebelum hamil sudah aktif main tenis, Mama bisa melanjutkan aktivitas ini di trimester kedua setelah mendapat persetujuan dari dokter.

-sIvplQDNrk4jr2cBBYoFzPEjJidBueDs.jpg)















