Kehamilan membuat tubuh membutuhkan lebih banyak protein untuk mendukung pertumbuhan janin dan menjaga kesehatan ibu. Kebutuhan ini akan terus meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Karena itu, ibu hamil dianjurkan memenuhi asupan protein sekitar 70–100 gram per hari, yang disesuaikan dengan berat badan dan trimester kehamilan.
Untuk memenuhi asupan protein, Mama dianjurkan untuk mengonsumsi aneka makanan yang tinggi akan protein seperti telur, daging ayam, ikan, dan susu. Namun, tak sedikit ibu hamil yang merasa asupan proteinnya masih belum mencukupi sehingga memilih menambahnya dengan mengonsumsi suplemen atau bubuk protein.
Bagi Mama yang gemar berolahraga, bubuk protein mungkin sudah tidak asing lagi. Produk ini tersedia dalam berbagai jenis, salah satunya whey protein, yang banyak dipilih untuk membantu memenuhi kebutuhan protein harian. Jenis protein ini juga bisa menjadi pilihan alternatif untuk ibu hamil yang selalu merasa mual apabila melihat protein hewani seperti telur dan daging.
Whey protein sendiri merupakan jenis protein yang berasal dari whey, yaitu cairan yang dihasilkan saat susu diolah menjadi keju. Setelah melalui proses penyaringan dan pengolahan, whey diubah menjadi bubuk protein yang sering dikonsumsi untuk membantu memenuhi kebutuhan protein harian, terutama bagi orang yang aktif berolahraga.
Kandungan dalam whey protein didominasi oleh asam amino esensial, termasuk leusin yang memiliki peran penting untuk pembentukan jaringan tubuh.
Meski kaya akan manfaat, bolehkah ibu hamil minum whey protein? Yuk, simak penjelasannya dalam informasi yang Popmama.com sajikan berikut ini.
