Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ibu Hamil Gugurkan Bayi 6 Bulan karena Mermaid Syndrome
news.qingdaonews.com
  • Janin perempuan berusia 23 tahun dari China diketahui mengalami sirenomelia saat usia kehamilan sekitar enam bulan.

  • Sirenomelia membuat kedua tungkai bawah menyatu dan dapat disertai gangguan serius pada ginjal, saluran kemih, pencernaan, serta organ lain.

  • Penyebabnya belum pasti, tetapi kelainan ini dapat dideteksi lebih awal melalui pemeriksaan USG.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sekitar sembilan minggu

Kelainan tungkai pada sirenomelia dilaporkan dapat terlihat melalui USG transvaginal.

sekitar 13 minggu

Laporan kasus mencatat diagnosis sirenomelia sudah dapat dibuat pada usia kehamilan ini.

sekitar enam bulan

Perempuan berusia 23 tahun dari China mengetahui janinnya mengalami sirenomelia melalui pemeriksaan USG.

2023

Laporan kasus mengenai diagnosis sirenomelia pada trimester pertama diterbitkan.

2025

Sumber medis mengenai sirenomelia diterbitkan dalam Danish Journal of Obstetrics and Gynaecology.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • Apa?
    Janin mengalami sirenomelia atau mermaid syndrome, yaitu kelainan bawaan yang membuat kedua tungkai bawah menyatu.
  • Siapa?
    Seorang perempuan berusia 23 tahun dari China dan janin yang dikandungnya.
  • Di mana?
    China.
  • Kapan?
    Kelainan diketahui saat usia kehamilan memasuki sekitar enam bulan.
  • Mengapa?
    Perempuan tersebut memutuskan mengakhiri kehamilan setelah mendapat penjelasan dokter tentang kondisi janin dan kemungkinan komplikasi berat.
  • Bagaimana?
    Kelainan diketahui melalui pemeriksaan USG yang menunjukkan kedua tungkai janin menyatu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Seorang ibu berusia 23 tahun di China tahu bayinya punya sirenomelia saat hamil sekitar enam bulan. Kaki bayi menyatu seperti ekor putri duyung. Dokter menjelaskan ada kemungkinan masalah berat pada organ tubuhnya. Ibu itu lalu memutuskan mengakhiri kehamilan. Kondisi ini sebenarnya bisa terlihat lebih awal lewat USG.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kasus ini menunjukkan bahwa pemeriksaan kehamilan rutin dan USG sesuai jadwal dapat membantu mendeteksi kelainan struktural janin. Sirenomelia bahkan dilaporkan dapat terlihat sejak trimester pertama, sehingga informasi medis tentang kondisi tersebut tersedia lebih awal untuk mendukung penjelasan dokter kepada keluarga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Seorang ibu hamil di China berusia 23 tahun dilaporkan baru mengetahui bayi dalam kandungannya mengalami kelainan langka saat usia kehamilannya memasuki sekitar enam bulan.

Dikutip dari Qingdao News, hasil pemeriksaan menunjukkan janin mengalami sirenomelia atau Mermaid syndrome, yaitu kelainan bawaan yang membuat kedua tungkai bawah menyatu menyerupai ekor putri duyung.

Kondisi ini bukan hanya memengaruhi bentuk kaki. Sirenomelia juga kerap disertai gangguan serius pada organ lain, terutama ginjal, saluran kemih, saluran cerna, tulang belakang, hingga organ genital.

Berikut Popmama.com rangkum fakta lengkap mengenai kasus tersebut dan penjelasan medis tentang sirenomelia.

1. Baru diketahui saat usia kehamilan sekitar enam bulan

news.qingdaonews.com

Kasus ini melibatkan seorang perempuan berusia 23 tahun dari China yang mengetahui kelainan pada janinnya saat usia kehamilan sudah sekitar enam bulan. Dari pemeriksaan USG, kedua tungkai janin tampak menyatu sehingga bentuknya menyerupai ekor putri duyung.

Setelah mendapatkan penjelasan dokter mengenai kondisi janin dan kemungkinan komplikasi berat yang menyertainya, perempuan tersebut memutuskan untuk mengakhiri kehamilan. Sirenomelia sendiri memang termasuk kelainan bawaan yang sangat jarang dan sering memiliki prognosis yang buruk.

2. Sirenomelia membuat kedua tungkai janin menyatu

news.qingdaonews.com

Sirenomelia atau Mermaid syndrome adalah kelainan bawaan langka yang ditandai dengan penyatuan sebagian atau seluruh kedua tungkai bawah janin. Tingkat keparahannya bisa berbeda-beda, mulai dari adanya dua kaki yang menyatu hingga hanya terbentuk satu struktur tungkai.

Kelainan ini bukan sekadar masalah bentuk kaki. Literatur medis menyebut sirenomelia sebagai kelainan multisistem karena proses perkembangan bagian bawah tubuh janin juga dapat terganggu. Kondisi tersebut biasanya sudah terbentuk sangat awal pada masa perkembangan embrio.

3. Bisa disertai gangguan ginjal, kandung kemih, dan organ lain

news.qingdaonews.com

Sirenomelia tidak hanya menyebabkan kedua tungkai menyatu. Kondisi ini juga kerap disertai kelainan serius pada organ bagian bawah tubuh, termasuk ginjal, kandung kemih, sistem pencernaan, organ reproduksi, hingga tulang belakang. Tingkat keparahannya pun dapat berbeda pada setiap kasus.

Salah satu kasus yang pernah dikenal luas adalah Shiloh Pippin, anak perempuan asal Amerika Serikat yang lahir dengan kedua kaki menyatu akibat sirenomelia. Menurut Qingdao News, Shiloh juga tidak memiliki sejumlah organ, termasuk kandung kemih, rahim, dan usus besar, serta mengalami kelainan ginjal. Ia dilaporkan menjalani lebih dari 150 operasi sebelum meninggal dunia pada usia 10 tahun.

Artikel Qingdao News pada 2016, disebutkan bahwa saat itu hanya dua orang dengan sirenomelia yang diketahui mampu bertahan hidup, menunjukkan betapa rendahnya tingkat kelangsungan hidup pada kondisi ini. Namun, angka tersebut merupakan informasi yang dilaporkan pada saat berita diterbitkan dan tidak dapat dianggap sebagai jumlah kasus yang masih berlaku secara global saat ini.

Kisah Shiloh memperlihatkan bahwa mermaid syndrome dapat berdampak jauh lebih luas daripada bentuk tungkai. Karena itu, saat sirenomelia ditemukan melalui USG, dokter biasanya perlu mengevaluasi perkembangan organ lain untuk mengetahui tingkat keparahan kondisi janin.

4. Penyebab pasti mermaid syndrome masih belum diketahui

news.qingdaonews.com

Sampai saat ini, penyebab sirenomelia belum dapat dipastikan. Salah satu teori yang banyak dibahas adalah vascular steal hypothesis, yaitu adanya kelainan pembuluh darah embrio yang membuat aliran darah dan nutrisi ke bagian bawah tubuh berkurang sehingga perkembangan tungkai dan organ di area tersebut terganggu.

Teori lain menyebut adanya gangguan perkembangan mesoderm kaudal pada fase sangat awal pembentukan embrio. Sejumlah laporan juga mengaitkan sirenomelia dengan diabetes maternal dan paparan tertentu, tetapi hubungan tersebut belum cukup untuk menyebut satu faktor sebagai penyebab tunggal.

5. Sirenomelia sebenarnya dapat dideteksi sejak trimester pertama

news.qingdaonews.com

Meski pada kasus perempuan 23 tahun tersebut kelainan baru diketahui sekitar usia kehamilan enam bulan, penelitian menunjukkan sirenomelia sebenarnya dapat terdeteksi jauh lebih awal melalui USG.

Dari laporan kasus tahun 2023 mencatat diagnosis sudah dapat dibuat pada usia kehamilan sekitar 13 minggu, sementara literatur lain melaporkan kelainan tungkai bahkan bisa terlihat melalui USG transvaginal sejak sekitar sembilan minggu.

Pemeriksaan USG dapat menunjukkan tungkai yang menyatu, gerakan kedua kaki yang tidak terpisah, kelainan tulang, tidak terlihatnya ginjal, hingga adanya satu arteri umbilikalis. Karena itu, pemeriksaan kehamilan rutin dan USG sesuai jadwal berperan penting untuk mendeteksi kelainan struktural janin sedini mungkin.

Sumber: 

  • Prenatal sirenomelia diagnosis in the first trimester: A case report and literature review dalam Clinical Case Reports (2023)

  • Sirenomelia with vertebral, anal, cardiac defect, tracheo-esophageal fistula, renal anomalies, limb abnormalities association: a case report dalam International Journal of Contemporary Pediatrics

  • Sirenomelia: A case report dalam Danish Journal of Obstetrics and Gynaecology (2025)

Curated For You

Editorial Team

Related Article