Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kebiasaan Ibu Hamil yang Ternyata Bisa Memengaruhi Janin
Magnific
  • Kondisi emosional selama hamil perlu diperhatikan, kesedihan sesekali wajar, tetapi kecemasan atau depresi berkepanjangan dikaitkan dengan risiko kelahiran prematur dan berat lahir rendah.

  • Janin mulai menyerap suara pada kehamilan, berbicara dapat membangun kedekatan, sementara paparan kebisingan keras berkepanjangan sebaiknya dihindari karena berisiko mengganggu pendengaran.

  • Pola hidup sehat, termasuk gizi seimbang, aktivitas ringan hingga sedang sesuai kondisi, pemeriksaan rutin, serta dukungan profesional saat diperlukan, membantu menjaga kesehatan ibu dan perkembangan janin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perilaku dan kebiasaan yang Mama lakukan selama hamil ternyata berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Selain menjaga kesehatan tubuh, Mama juga perlu memperhatikan kondisi emosional dan kebiasaan sehari-hari selama kehamilan.

Apa yang Mama rasakan, pikirkan, dengar, dan lakukan dapat memengaruhi kesejahteraan bayi dalam kandungan. Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk membiasakan perilaku yang mendukung kehamilan sehat.

Lalu, apa saja kebiasaan ibu hamil yang ternyata bisa memengaruhi janin? Berikut Popmama.com sudah merangkum informasinya untuk Mama.

1. Perasaan Mama selama hamil

Magnific

Perubahan suasana hati menjadi salah satu hal yang mungkin Mama alami selama kehamilan. Mama bisa merasa lebih mudah sedih, kesal, atau sensitif akibat perubahan hormonal dan berbagai penyesuaian yang terjadi selama masa ini.

Asisten Profesor Psikiatri, dr. Mary Kimmel, menjelaskan bahwa kehamilan merupakan masa transisi besar dalam kehidupan seorang perempuan. Perubahan hormonal selama masa ini dapat memicu emosi yang kompleks.

Dikutip dari Live Science, dr. Mary menerangkan bahwa peningkatan hormon estrogen dan progesteron selama hamil dapat membuat sebagian perempuan lebih sensitif terhadap perubahan hormon tersebut. Kondisi ini bisa menyebabkan Mama lebih mudah merasa kesal.

Sesekali merasa sedih atau kesal merupakan hal yang wajar dan tidak otomatis membahayakan bayi. Namun, kondisi emosional yang berkembang menjadi depresi perlu mendapat perhatian.

Studi dalam jurnal Women and Birth tahun 2016 menunjukkan bahwa kecemasan dan depresi selama kehamilan dapat meningkatkan peluang melahirkan prematur dan bayi lahir dengan berat badan rendah.

2. Kebiasaan Mama berbicara dengan bayi

Magnific

Mama dapat mulai mengajak si Kecil berbicara sejak masih berada di dalam kandungan. Suara Mama menjadi salah satu suara yang akrab bagi bayi karena dapat didengarnya selama kehamilan.

Kebiasaan ini juga bisa menjadi salah satu cara Mama membangun kedekatan dengan bayi sebelum ia lahir. Setelah kelahiran, suara Mama mungkin terasa familiar dan membantu menenangkan si Kecil.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Acta Paediatrica menunjukkan bahwa bayi mulai menyerap bahasa selama 10 minggu terakhir kehamilan. Mengutip dari WebMD, bayi yang baru lahir bahkan dapat membedakan bahasa ibunya dan bahasa asing hanya beberapa jam setelah dilahirkan.

Penulis penelitian, Patricia K. Kuhl, PhD, menjelaskan bahwa bayi sudah mendengarkan, belajar, dan mengingat selama tahap terakhir kehamilan. Artinya, otak bayi tidak menunggu waktu kelahiran untuk mulai menyerap informasi dari lingkungan sekitarnya.

3. Suara yang Mama dengarkan selama hamil

Magnific

Selain mendengar suara Mama, janin juga mulai mengenali suara dari lingkungan sekitarnya seiring perkembangan sistem pendengarannya. Perkembangan ini dimulai sejak pertengahan trimester kedua kehamilan.

Dikutip dari Medical News Today, janin mulai mendengar suara berfrekuensi rendah dari luar rahim ketika usia kehamilan memasuki 22 hingga 24 minggu. Seiring berkembangnya indera pendengaran, janin dapat membedakan semakin banyak jenis suara.

Mama bisa mendengarkan musik selama hamil sebagai bagian dari aktivitas yang menyenangkan. Namun, belum ada bukti kuat bahwa musik tertentu, termasuk musik klasik, dapat meningkatkan kecerdasan atau membentuk kepribadian bayi.

Meski begitu, Mama tetap perlu memperhatikan tingkat kebisingan di sekitar. Penelitian dalam jurnal Environmental Health Perspectives tahun 2016 menyebut bahwa paparan suara keras yang terlalu lama dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran pada janin.

Oleh karena itu, sebaiknya Mama menghindari lingkungan yang sangat bising dan paparan suara keras dalam waktu lama selama kehamilan.

4. Pikiran Mama selama kehamilan

Magnific

Kehamilan dapat menghadirkan berbagai pikiran dan kekhawatiran baru bagi Mama. Perubahan tubuh, persiapan menjadi orangtua, hingga rasa cemas terhadap proses persalinan bisa memengaruhi kondisi emosional sehari-hari.

Memiliki pikiran negatif sesekali bukan berarti Mama akan memberikan dampak buruk pada kepribadian bayi. Namun, apabila kekhawatiran atau pikiran tersebut berlangsung terus-menerus hingga mengganggu aktivitas, kondisi ini perlu diperhatikan.

Depresi selama kehamilan bukanlah kesalahan Mama. Jika Mama merasa sedih berkepanjangan, kehilangan minat melakukan aktivitas, atau kesulitan menjalani keseharian, jangan ragu untuk mencari bantuan tenaga profesional.

Mama juga bisa melakukan aktivitas yang membantu menjaga ketenangan, seperti beristirahat cukup, berbagi cerita dengan orang terdekat, atau melakukan kegiatan yang disukai. Dengan begitu, Mama dapat lebih memperhatikan kesejahteraan diri sendiri selama mengandung si Kecil.

5. Pola hidup sehat yang mama lakukan

Magnific

Kebiasaan sehari-hari selama hamil turut mendukung kesehatan Mama dan perkembangan janin. Oleh karena itu, menerapkan pola hidup sehat menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan sejak masa kehamilan.

Mama perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama hamil. Pola makan tersebut mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh Mama serta si Kecil.

Selain menjaga asupan makanan, Mama juga perlu tetap aktif bergerak sesuai kondisi kehamilan. Olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang dapat menjadi pilihan, selama tidak ada larangan dari dokter atau tenaga kesehatan.

Kebiasaan hidup sehat juga bisa mulai dibangun sejak merencanakan kehamilan. Dengan menjaga kesehatan tubuh dan melakukan pemeriksaan rutin, Mama dapat mempersiapkan kondisi yang lebih baik untuk mendukung kehamilan yang sehat.

Nah, itu dia kebiasaan ibu hamil yang ternyata bisa memengaruhi janin. Yuk, Mama mulai membiasakan pola hidup sehat dan menjaga kondisi emosional agar kehamilan berjalan dengan baik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article