Meski peran asam folat sangat penting bagi ibu hamil dan janin dalam kandungan, Mama tetap harus perhatikan berapa takaran harian yang diperlukan oleh tubuh.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi terlalu banyak folat disebut-sebut dapat memicu autisme pada anak.
Penelitian dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health menunjukkan bahwa jika ibu memiliki kadar folat yang sangat tinggi (4 kali dari jumlah yang direkomendasikan) tepat setelah melahirkan, maka ini akan meningkatkan risiko 2 kali lipat untuk anaknya menderita autism spectrum disorder (ASD) atau autisme.
Berdasarkan penelitian ini juga ditemukan bahwa kadar vitamin B12 yang sangat tinggi pada ibu tepat setelah melahirkan juga berisiko 3 kali lipat untuk mengembangkan ASD pada anak.
Tim peneliti dari Universitas John Hopkins menemukan bahwa ketika kadar plasma folat dan vitamin B12 melebihi 59 nmol/L dan 600 pmol/L masing-masingnya, maka risiko autisme meningkat melebihi 17 kalinya. Temuan ini dipresentasikan pada International Meeting for Autism Research (IMFAR) 2016.
Peneliti senior sekaligus Direktur Johns Hopkins University Bloomberg School's Center for Autism and Developmental Disabilities, Wendy Klag mengatakan mengonsumsi vitamin memang harus dengan takaran yang benar bagi ibu hamil.
"Kita telah mengetahui sejak lama bahwa kekurangan asam folat pada saat masa kehamilan dapat berdampak buruk pada perkembangan anak. Namun dari riset ini juga diketahui bahwa kelebihan mengasup asam folat juga dapat berbahaya. Kita harus tahu level yang tepat dalam mengkonsumsi nutrisi yang penting ini," katanya seperti dikutip dari Telegraph.
Jika kadar folat dan vitamin B12 ditemukan sangat tinggi pada ibu, maka risiko anaknya menderita autisme meningkat menjadi 17,6 kali lipat.
Penelitian tersebut melibatkan 1391 ibu yang melahirkan anak antara tahun 1998 sampai 2013 dan terus diikuti dalam kurun waktu beberapa tahun. Sebelumnya, kadar folat dalam darah diperiksa sekali pada hari pertama setelah ibu melahirkan sampai ketiga hari setelah kelahiran.