Susah Kentut saat Hamil Bikin Tidak Nyaman, Begini Cara Mengatasinya

Cara membuang kelebihan gas dalam perut ibu hamil

15 Juli 2021

Susah Kentut saat Hamil Bikin Tidak Nyaman, Begini Cara Mengatasinya
Pexels/Andrea Piacquadio

Perubahan dalam tubuh mama selama hamil bisa membawa berbagai dampak kurang menyenangkan. Salah satu yang paling umum terjadi adalah tumpukan gas yang terjebak dan tak bisa keluar dari tubuh. Jika dibiarkan, hal ini akan membuat ibu hamil kurang nyaman, bahkan berujung pada gangguan kesehatan.

Beberapa tanda Mama mungkin memiliki gas yang terjebak dalam tubuh adalah kembung, sakit pada perut, perubahan ukuran perut, sendawa, dan kentut. Penyebabnya bisa bervariasi, mulai dari pengaruh hormon hingga mengonsumsi makanan yang memicu gas.

Kondisi ini harus cepat diatasi karena tak hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, namun juga bisa mempengaruhi janin di dalam kandungan. Jika Mama salah satu yang mengalaminya, coba ikuti cara mengatasi susah kentut saat hamil, yang berhasil Popmama.com rangkum berikut ini:

1. Konsumsi makanan yang tepat

1. Konsumsi makanan tepat
Pexels/Nataliya Vaitkevich

Makanan dan minuman adalah penyebab utama munculnya kembung karena kelebihan gas. Karenanya, penting bagi Mama untuk memerhatikan apa yang dikonsumsi. Namun jika hal ini terlanjur terjadi, maka segera lakukan tindakan agar kondisi tidak semakin memburuk.

Beberapa asupan yang dipercaya bisa mengatasi perut kembung karena kelebihan gas adalah jahe, dengan segala bentuk. Mama boleh saja mengonsumsinya secara langsung dalam bentuk makanan atau permen. Namun sejauh ini, yang paling sering dilakukan orang Indonesia adalah membuatnya sebagai minuman.

Satu hal penting lain yang harus Mama perhatikan adalah tetap terhidrasi. Ibu hamil memang diketahui mudah kembung. Karenanya, minum air putih dengan cukup akan membawa berbagai manfaat pada ibu hamil, termasuk membantu melepaskan gas dari tubuh.

Editors' Pick

2. Olahraga yoga

2. Olahraga yoga
Pexels/Cliff Booth

Melakoni pose yoga tertentu bisa membantu Mama melepaskan gas yang terjebak di dalam tubuh. Beberapa pose yang bisa dilakukan antara lain adalah child’s pose, di mana Mama berpose seolah sedang bersujud, kemudian mempertahankan posisi tersebut selama 30 detik hingga lima menit.

Cara lain, Mama juga bisa mengambil posisi squat, di mana tubuh berada dalam posisi setengah jongkok. Pertahankan posisi tersebut beberapa lama seperti halnya melakukan child's pose. Jika dilakukan secara teratur, cara ini akan membantu Mama melepaskan gas dari dalam tubuh.

Yoga sendiri adalah aktivitas fisik yang disarankan para ahli untuk menjaga kebugaran. Namun untuk perempuan hamil, hal ini harus dimodifikasi dan disesuaikan dengan kondisi tubuh calon Mama. Karenanya, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter dan instruktur yoga mama.

3. Olahraga ringan

3. Olahraga ringan
Pexels/Gustavo Fring

Tidak ada yang bilang bahwa kehamilan itu mudah. Mama mungkin akan mengalami kesulitan bergerak karena kandungan yang terus membesar. Meski demikian, jika memungkinkan, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan agar Mama tetap melakukan olahraga ringan selama kehamilan. Tidak perlu yang terlalu berat, cukup lakukan jalan sehat secara teratur untuk membuat anggota tubuh tetap lentur bergerak.

Menurut CDC, ibu hamil disarankan melakukan gerakan ringan selama kurang lebih 150 menit setiap minggu. Mama bisa membaginya dalam beberapa hari selama sepekan. Jika berjalan kaki terlalu menyulitkan, senam hamil juga bisa menjadi alternatif. Selain membantu melepas gas, cara ini juga dipercaya bermanfaat untuk memperlancar proses persalinan nanti.

4. Apa saja yang harus dihindari?

4. Apa saja harus dihindari
Pexels/Anete Lusina

Menjaga kesehatan selama hamil adalah hal penting karena juga menyangkut kesehatan janin. Karenanya, untuk mencegah perut kembung karena kelebihan gas, sebaiknya Mama menghindari hal-hal yang berpotensi menimbulkannya. Berikut ini daftar makanan dan minuman yang memicu munculnya gas:

  • Minuman berkarbonasi
  • Kubis
  • Bunga kol
  • Kacang-kacangan
  • Produk susu
  • Gorengan
  • Makanan berlemak

5. Kapan harus ke dokter?

5. Kapan harus ke dokter
Pexels/Klaus Nielsen

Jika kondisi semakin tidak nyaman, sebagian besar orang mungkin akan memilih menggunakan obat-obatan. Namun untuk ibu hamil, hal ini cukup berisiko karena mungkin akan berdampak kurang baik untuk janin. Karenanya, akan lebih baik jika mengonsultasikannya pada dokter.

Selain itu, memang ada beberapa kondisi yang membuat Mama sebaiknya menghubungi tim dokter. Kondisi tersebut misalnya kembung disertai muntah, diare, rasa sakit yang keterlaluan atau mirip kontraksi, pusing, keluarnya darah, dari vagina, dan kondisi serius lainnya.

Itulah beberapa cara mengatasi susah kentut hamil. Jika kondisi memburuk, jangan ragu meminta pertolongan pada dokter ya, Ma. Semoga penjelasan di atas bermanfaat.

Baca juga:

The Latest