Alasan Janin Tidak Bergerak Beserta Cara Mengatasinya

Jangan panik, ini 4 alasannya beserta 6 cara untuk mengatasinya!

3 Desember 2018

Alasan Janin Tidak Bergerak Beserta Cara Mengatasinya
Freepik/yanalya

Memasuki usia kehamilan trimester kedua penting bagi ibu hamil untuk memerhatikan gerakan janin. Pasalnya gerakan janin bisa menjadi pertanda kesehatan janin. 

Lalu, bagaimana jika janin tidak bergerak?

Apa penyebabnya?

Bila ibu hamil tidak merasakan gerakan janin, maka bisa jadi janin mengalami gangguan. Gangguan pada janin yang tidak bergerak dikenal dengan istilah fetal distress

Fetal distress sendiri terjadi akibat janin mengalami hipoksida atau kekurangan asupan oksigen.

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan asupan oksigen ke janin menjadi berkurang sekaligus menjadi pemicu terjadinya gangguan janin.

Apa sajakah faktor-faktor yang memengaruhinya? Lalu, bagaimana cara mengatasi janin yang kekurangan oksigen?

Agar lebih jelas, berikut Popmama.com telah merangkum alasan beserta cara mengatasinya.

1. Penyebab janin kurang oksigen dan tidak bergerak

1. Penyebab janin kurang oksigen tidak bergerak
Freepik/Dashu83

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, faktor utama yang membuat janin di dalam kandungan tidak bergerak adalah kurangnya asupan oksigen.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan janin kekurangan oksigen di dalam kandungan, berikut diantaranya:

  • Menurunnya kualitas plasenta

Plasenta merupakan organ penting yang menghubungkan ibu hamil dan janin di dalam kandungan.

Lewat plasentalah, ibu hamil mengalirkan darah yang berisi oksigen serta makanan menuju janin.

Dalam bahasa lain, proses tumbuh kembang janin akan berjalan dengan baik bila plasenta mampu bekerja dengan baik.

Nah, seiring usia kehamilan yang semakin tua, normal-normal saja bila kualitas plasenta semakin menurun dan yang perlu diwaspadai adalah jika kualitas plasenta menurun saat usia kandungan masih belia.

  • Kontraksi yang terus-menerus

Pijatan rahim yang terjadi pada janin saat kontraksi bisa membuat aliran darah dari ibu hamil ke janin menjadi berkurang, sehingga asupan oksigen pun ikut berkurang.

  • Ada penyakit pada ibu hamil

Kondisi yang menyebabkan gangguan darah pada ibu hamil, seperti hipertensi  juga bisa memicu terganggunya aliran darah ibu hamil ke janin yang menyebabkan janin kekurangan asupan oksigen.

Untuk itu, ibu hamil dengan riwayat hipertensi atau gangguan darah lainnya disarankan lebih waspada akan kondisi gawat janin ini.

  • Ketuban pecah dini

Saat ketuban pecah dini, maka janin sudah tak lagi dalam kondisi baik, sehingga tak ada alasan bagi ibu hamil untuk menunda pergi ke rumah sakit demi keselamatan sang Bayi.

Baca juga: 5 Hal Ajaib yang Terjadi Pada Payudara Saat Kehamilan

Baca juga: 7 Hal Unik yang Mulai Dialami Janin di Trimester Kedua

Baca juga: Bisakah Perempuan Mengalami Menstruasi saat Sedang Hamil?

Editors' Picks

2. Cara mengatasi janin yang tidak bergerak

2. Cara mengatasi janin tidak bergerak
Pixabay/publicdomainpictures
Di masa awal kehamilan, Mama akan mengalami perubahan fisik tertentu.

Tak melulu kekurangan oksigen, janin yang tidak bergerak selama 20-40 menit atau lebih juga bisa menandakan bahwa si Kecil sedang tertidur.

Nah, jika sudah begini jangan panik dulu ya, Ma!

Untuk memancingnya, berikut beberapa trik yang dapat Mama lakukan untuk membuatnya bergerak kembali:

  • Membuat suara gaduh

Mama bisa menyetel musik dengan suara kencang atau membesarkan volume televisi untuk melihat apakah ada respons gerakan dari dalam sana.

  • Minum sesuatu yang sangat dingin

Air yang dingin bisa mengubah temperatur di dalam tubuh ibu hamil dan si Kecil mungkin bisa merasakan perubahan tersebut. 

Hal ini bisa membuatnya bergerak untuk mencari celah dengan temperatur yang membuatnya nyaman.

  • Berhenti bergerak

Ketika tubuh Mama terus bergerak, si Kecil mungkin merasa seperti diayun sehingga membuatnya pulas tertidur. 

Cobalah untuk berhenti menggerakkan tubuh Mama sejenak, karena hal ini mungkin bisa membuatnya terbangun.

  • Posisi tidak nyaman

Coba posisikan diri Mama pada kondisi yang bisa membuat tubuh menjadi tidak nyaman. 

Hal ini mungkin bisa membuat si Kecil menggeliatkan tubuhnya karena turut merasakan ketidaknyamanan.

  • Berbaring pada sisi kiri tubuh

Posisi ini bisa memperlancar sirkulasi, yang mana hal ini dapat memicu janin menjadi lebih aktif bergerak.

Nah, itulah beberapa fakta mengenai alasan janin tidak bergerak beserta cara mengatasinya.

Mengagetkan memang jika si Kecil yang aktif di dalam perut tiba-tiba tidak bergerak. Namun, jangan panik dulu ya Ma, coba lakukan beberapa hal di atas.

Jika ia tetap tidak bergerak dalam waktu yang lama, maka Mama wajib memeriksakan kondisi Mama dan janin ke dokter kandungan.

Baca juga: 7 Hal Unik yang Mulai Dialami Janin di Trimester Kedua

Baca juga: 5 Penyebab Pertumbuhan Janin Terhambat

Baca juga: 7 Rekomendasi Instrumen Kenny G untuk Perkembangan Janin

Topic: