Jika Mengandung Bahan Kimia, Bolehkah Ibu Hamil Pakai Tato Henna?

Ketahui juga tips aman menggunakan tato henna bagi ibu hamil

10 Januari 2020

Jika Mengandung Bahan Kimia, Bolehkah Ibu Hamil Pakai Tato Henna
pxfuel.com

Pada umumnya, perempuan selalu ingin terlihat menarik, bahkan ketika ia sedang mengandung.

Selain makeup dan melakukan perawatan tubuh, cara lain untuk membuatnya tetap menarik adalah dengan menghias kulit dengan ukiran-ukiran cantik dari henna.

Selain bersifat tidak permanen, menggunakan henna juga mudah dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Cara mengaplikasikannya pun cukup mudah, Mama hanya perlu mencampurkan bubuk henna dengan air, kemudian lukislah pada kulit dan tunggu beberapa saat.

Setelah mengering, henna cukup dibilas dengan air dan akan meninggalkan bekas ukiran berwarna oranye atau cokelat pada kulit.

Membuat tato dari henna sudah jadi tradisi berabad tahun lamanya, terutama di beberapa negara wilayah di Timur Tengah. Termasuk di Arab, India dan beberapa negara Melayu juga bisa mengenakan henna untuk menghias tangan dan kuku.

Salah satu tradisi yang masih mereka jalani adalah membuat tato henna di perut ibu hamil. Namun yang menjadi pertanyaan, amankah jika ibu hamil membuat tato dari henna?

Nah, untuk Mama yang juga tertarik menggunakan tato henna pada baby bump, berikut Popmama.com telah merangkum ulasan lengkap terkait keamanan penggunaan tato hena pada ibu hamil.

Editors' Picks

1. Bolehkah ibu hamil menggunakan tato henna?

1. Bolehkah ibu hamil menggunakan tato henna
flickr.com/joan

Penggunaan henna yang masih simpang siur keamanannya pasti membuat ibu hamil menjadi ragu dan bingung.

Dilansir dari laman Mom Junction, ibu hamil tanpa kondisi medis apa pun boleh saja membuat tato dari henna.

Asalkan ibu hamil sebelumnya sudah memastikan dengan benar jika henna yang digunakan terbuat dari bahan alami, tanpa zat kimia tambahan.

Bila Mama ragu, menghindari penggunaan henna merupakan langkah yang bijak. Pasalnya, saat hamil menggunakan bahan tertentu bisa sangat riskan.

Bukan hanya mengancam kesehatan ibu hamil, janin dalam kandungan juga bisa terganggu perkembangan dan kesehatannya.

Kemudian, untuk ibu hamil yang memiliki penyakit anemia, kekurangan G6DP (kelainan kromosom yang memengaruhi darah merah), atau mengalami hiperbilirubinemia (kadar bilirubin pada janin yang meningkat), penggunaan henna juga harus dihindari.

2. Cara membedakan henna berbahan alami dan henna berbahan kimia

2. Cara membedakan henna berbahan alami henna berbahan kimia
flickr.com/holika

Walaupun tidak ada larangan khusus, henna belum tentu aman bagi semua orang, termasuk untuk ibu hamil.

Biasanya orang-orang yang memiliki kulit sensitif atau kondisi medis tertentu, disarankan untuk tidak menggunakan henna.

Pada umumnya, henna yang dijual di pasaran ada yang terbuat dari bahan alami, ada juga yang tidak.

Henna alami biasanya terbuat dari daun henna yang dikeringkan lalu ditumbuk hingga halus.

Henna jenis ini aman diaplikasikan pada kulit dan akan meninggalkan bekas oranye kecokelatan atau cokelat kemerahan yang nyata namun tampak pudar atau tidak pekat selama 1-3 minggu.

Sementara henna yang tidak alami cenderung berwarna hitam. Henna hitam ini mengandung zat kimia para-phenylenediamine (PPD) yang rentan menimbulkan reaksi gatal, ruam, dan iritasi kulit.

Bahkan untuk kasus yang parah, henna dapat menyebabkan dermatitis di kulit.

Foods and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat tidak menyarankan penggunaan henna yang mengandung PPD untuk digunakan pada kulit, khususnya ibu hamil.

3. Tips aman menggunakan tato henna bagi ibu hamil

3. Tips aman menggunakan tato henna bagi ibu hamil
flickr.com/joan

Sebelum menggunakan henna, ada baiknya jika ibu hamil melakukan konsultasi terlebih dahulu pada dokter kandungan.

Selain itu, Mama perlu memerhatikan beberapa hal berikut ini supaya bisa menggunakan tato henna dengan aman, antara lain:

  • Pastikan henna yang digunakan berbahan alami. Baca terlebih dahulu kandungan henna pada kemasan produk.
  • Lakukan uji sensitivitas pada kulit tangan terlebih dulu. Caranya oleskan sedikit pasta henna pada kulit tangan, tunggu selama satu sampai tiga jam. Jika tidak ada reaksi alergi, Mama boleh menggunakan henna. Namun, bila muncul sensasi aneh pada kulit, sebaiknya hentikan penggunaan henna.
  • Segera periksa ke dokter jika Mama merasakan gejala seperti mual, kepala pusing, gatal-gatal, atau demam setelah menggunakan henna pada kulit tangan.

Nah, itulah ketiga informasi penting terkait penggunaan henna pada ibu hamil.

Semoga bermanfaat dan dapat menjawab segala keresahan Mama, ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.