Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Susah Tidur saat Hamil Berdampak pada Berat Badan Anak di Masa Depan
Popmama.com/Sofya Wardhani/AI
  • Penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Preventive Medicine mengungkap kaitan kualitas tidur mama selama kehamilan dengan pertumbuhan anak.

  • Anak dari mama dengan kualitas tidur sangat buruk diperkirakan memiliki berat badan sekitar 347 gram lebih tinggi pada usia 1 tahun.

  • Kenaikan berat badan yang cepat pada masa bayi dapat menjadi salah satu prediktor risiko kelebihan berat badan di kemudian hari.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Susah tidur atau insomnia menjadi salah satu keluhan yang sering dialami banyak ibu hamil. Perubahan hormon, ketidaknyamanan fisik, hingga stres emosional bisa membuat waktu istirahat berkurang. Kondisi tersebut ternyata juga menjadi perhatian peneliti karena diduga berkaitan dengan pertumbuhan anak setelah lahir.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Preventive Medicine menemukan bahwa kualitas tidur yang sangat buruk pada akhir kehamilan berkaitan dengan pola kenaikan berat badan anak yang berbeda selama dua tahun pertama kehidupannya.

Berikut Popmama.com merangkum informasi mengenai kaitan susah tidur saat hamil dengan berat badan anak di masa depan.

Yuk, simak penjelasan lengkapnya, Ma!

Penelitian Menemukan Kaitan Kualitas Tidur Ibu dengan Pertumbuhan Anak

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Penelitian ini menggunakan data dari 645 keluarga yang berpartisipasi dalam studi Maternal and Developmental Risks from Environmental and Social Stressors di Los Angeles, Amerika Serikat. Sebagian besar mama yang terlibat merupakan perempuan Hispanik dari keluarga berpenghasilan rendah, kelompok yang memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibandingkan sejumlah kelompok lain di AS.

Saat usia kehamilan sekitar 32 minggu, para mama mengisi Jenkins Sleep Scale untuk menilai kualitas tidur mereka. Skor 12 atau lebih dari rentang 0–20 dikategorikan sebagai gangguan tidur berat.  Para peneliti kemudian menganalisis lebih dari 6.000 catatan pengukuran berat badan anak sejak lahir hingga usia dua tahun dengan mempertimbangkan sejumlah faktor seperti:

  1. Usia ibu hamil

  2. Berat badan sebelum hamil

  3. Pendidikan

  4. Jenis kelamin anak

  5. Kelahiran prematur

Bayi Awalnya Lebih Ringan, tetapi Berat Badannya Meningkat Lebih Cepat

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Salah satu temuan penelitian menunjukkan bahwa bayi yang mamanya memiliki kualitas tidur paling buruk cenderung memulai kehidupan dengan berat badan sedikit lebih rendah dibandingkan bayi dari kelompok mama dengan kualitas tidur lebih baik. Namun, pola tersebut berubah seiring pertumbuhan mereka selama enam bulan pertama.

Pada usia satu tahun, perbedaan berat badan antara anak dari kelompok mama dengan skor gangguan tidur tinggi dan rendah diperkirakan mencapai sekitar 347 gram. Selisih ini mencapai puncaknya pada usia 17 bulan, yakni sekitar 750 gram. 

Perbedaan berat badan tersebut terlihat pada rentang usia 11–22 bulan, yang menunjukkan adanya kaitan antara kualitas tidur mama pada akhir kehamilan dan pola pertumbuhan anak setelah lahir.

Hubungan Tersebut Lebih Terlihat pada Anak Laki-laki

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Ketika peneliti menganalisis data berdasarkan jenis kelamin, hubungan antara kualitas tidur mama selama kehamilan dan berat badan anak terlihat lebih jelas pada anak laki-laki. 

Di antara 316 anak laki-laki yang diteliti, mereka yang mamanya mengalami gangguan tidur berat diperkirakan memiliki berat badan sekitar 651 gram lebih tinggi pada usia 11–21 bulan dibandingkan anak dari kelompok mama dengan kualitas tidur lebih baik.

Sementara itu, pola pertumbuhan anak perempuan menunjukkan perbedaan yang lebih kecil. Berat badan mereka cenderung serupa di antara kelompok berdasarkan kualitas tidur mama, terutama setelah pertumbuhan yang relatif cepat pada awal kehidupan mulai melambat setelah ulang tahun pertama.

Kebiasaan Menyusui dan Kondisi Emosional Mama Turut Diteliti

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Peneliti menemukan bahwa mama dengan kualitas tidur buruk cenderung berhenti menyusui lebih awal, memberikan MPASI atau minum lebih cepat, serta mengalami kenaikan berat badan berlebih selama kehamilan. Faktor-faktor ini turut diteliti untuk melihat kaitannya dengan pertumbuhan anak.

Namun, setelah kebiasaan pemberian makan dan gejala depresi diperhitungkan, hubungan antara kualitas tidur mama dan berat badan anak tidak banyak berubah. Karena itu, Mama perlu menjaga kualitas tidur selama kehamilan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika kesulitan tidur berkepanjangan.

Bagaimana Cara Mengatasi Susah Tidur saat Hamil?

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

Dikutip dari laman Baby Center, Mama bisa mencoba beberapa cara berikut untuk membantu tubuh lebih rileks dan meningkatkan kualitas tidur selama kehamilan:

  1. Lakukan kegiatan yang menenangkan sebelum tidur, seperti mandi air hangat, mendengarkan musik favorit, atau meminta papa untuk memijat lembut.

  2. Batasi penggunaan perangkat elektronik seperti ponsel, komputer, dan televisi menjelang waktu tidur.

  3. Hindari konsumsi kafein pada sore hingga malam hari agar tidak mengganggu waktu istirahat.

  4. Ciptakan suasana kamar tidur yang nyaman agar Mama lebih mudah beristirahat.

  5. Jangan memaksakan diri untuk tidur. Jika belum terlelap setelah 20–30 menit, cobalah bangun sejenak untuk membaca buku atau mendengarkan musik.

  6. Lakukan meditasi atau latihan pernapasan untuk membantu menenangkan pikiran dan mengurangi ketegangan sebelum tidur.

Itulah penjelasan mengenai kaitan susah tidur saat hamil dengan berat badan anak di masa depan. Semoga bermanfaat, ya, Ma.

Curated For You

Editorial Team

Related Article