Ngidam Makanan Manis Pertanda Hamil Anak Perempuan, Mitos atau Fakta?

Jangan asal percaya, cek dulu kebenarannya, Ma!

12 Januari 2022

Ngidam Makanan Manis Pertanda Hamil Anak Perempuan, Mitos atau Fakta
Unsplash/Bill Craighead

Ngidam adalah hal yang sering dialami oleh sebagian ibu hamil. Seringkali, keinginan akan makanan tertentu dikaitkan dengan mitos.

Misalnya, ngidam makanan manis seperti permen, kue, atau cokelat artinya calon bayi berjenis kelamin perempuan. Apakah ini mitos atau fakta?

Jika ini terjadi pada Mama, cek dulu fakta-fakta di baliknya ya. Karena mempercayai dan mengikuti mitos tanpa memeriksa kebenarannya dapat membahayakan Mama atau janin. Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis dapat menyebabkan komplikasi kehamilan seperti diabetes gestasional.

Nah, agar Mama tidak kebablasan, simak dulu ulasan Popmama.com berikut tentang ngidam makanan manis pertanda hamil anak perempuan, mitos atau fakta?

Ngidam Makanan Manis Pertanda Hamil Anak Perempuan, Mitos atau Fakta?

Ngidam Makanan Manis Pertanda Hamil Anak Perempuan, Mitos atau Fakta
Unsplash/Visual Stories || Micheile

Makanan manis seperti permen, kue, atau cokelat merupakan salah satu yang sering diidamkan oleh ibu hamil.

Ada mitos yang mengatakan, jika Mama ngidam makanan manis selama hamil, ini artinya Mama mengandung bayi berjenis kelamin perempuan. Alasannya karena hal-hal yang manis dibutuhkan untuk menumbuhkan calon bayi perempuan.

Ini mitos ya, Ma. Sampai sejauh ini tidak ada penelitian soal hubungan ngidam makanan tertentu dengan jenis kelamin calon bayi.

Keinginan untuk mengonsumsi makanan tertentu bisa menjadi cara tubuh untuk menginformasikan kekurangan nutrisi tertentu. Jadi, bila Mama ngidam makanan manis, apa artinya?

Editors' Picks

Fakta di Balik Ngidam Makanan Manis saat Hamil

Fakta Balik Ngidam Makanan Manis saat Hamil
Unsplash/Ella Olsson

Para ahli mengatakan, tidak ada banyak logika di balik mengapa mama hamil mendambakan hal-hal tertentu.

Namun, ada beberapa keinginan yang mungkin merupakan cara tubuh untuk memberi tahu bahwa Mama membutuhkan sesuatu yang kurang.

Mengidam makanan manis saat hamil dapat dikaitkan dengan:

  • Kekurangan mineral penting seperti seng dan magnesium,
  • Gula darah rendah, disebabkan oleh energi ekstra yang dibutuhkan untuk merawat janin.

Bagaimana Mengetahui Jenis Kelamin Calon Bayi?

Bagaimana Mengetahui Jenis Kelamin Calon Bayi
Unsplash/Jonathan Sanchez

Tentu saja, satu-satunya cara nyata untuk mengetahui jenis kelamin calon bayi adalah dengan menjalani USG anatomi sekitar 18 hingga 20 minggu. Atau menunggu sampai si Kecil keluar dari perut sekitar 40 minggu.

Biasanya, pada tahap kehamilan ini kita dapat menentukan jenis kelamin calon bayi, tetapi tidak selalu.

Posisi bayi selama USG adalah aspek terpenting untuk mengetahui jenis kelamin bayi dan tidak ada cara untuk mempengaruhinya.

Risiko Konsumsi Makanan Manis Berlebihan saat Hamil

Risiko Konsumsi Makanan Manis Berlebihan saat Hamil
Pexels/Artem Podrez

Konsumsi makanan manis dalam batas normal masih diperbolehkan. Tetapi Mama perlu ingat, penambahan berat badan yang terlalu banyak saat hamil dapat meningkatkan risiko bagi Mama dan janin.

Berat badan berlebih juga dapat membuat persalinan dan melahirkan lebih menantang, meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan preeklampsia. Juga meningkatkan risiko diabetes gestasional.

Meskipun diabetes gestasional bersifat sementara dan hilang setelah melahirkan, ini dapat meningkatkan risiko Mama mengalami diabetes tipe 2 kelak.  

Alih-alih mengonsumsi makanan manis terlalu banyak saat hamil, Mama dapat menggantinya dengan pemenuhan nutrisi. Ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan Mama dan janin selama di dalam kandungan.

Jadi, ngidam makanan manis pertanda hamil anak perempuan, mitos atau fakta? Jawabannya, itu mitos ya, Ma.

Konsumsi makanan manis selama kehamilan diperbolehkan, namun jangan berlebihan agar tidak menimbulkan komplikasi. Apa Mama juga ngidam makanan manis saat hamil?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.