Cegah Infeksi dan Iritasi, saat Mandi Ibu Hamil Perhatikan Ini Ya!

Hindari melakukan kesalahan ini saat mandi ya, Ma

15 Januari 2019

Cegah Infeksi Iritasi, saat Mandi Ibu Hamil Perhatikan Ini Ya
Pexels/Pixabay

Mandi adalah salah satu aktivitas yang menyenangkan ya, Ma. Selain membuat tubuh terasa segar dan harum, mandi juga bisa membuat Mama menjadi lebih rileks.

Namun demikian, ada beberapa hal yang perlu Mama perhatikan saat mandi, terutama saat usia kehamilan Mama sudah besar.

Dengan begitu, mandi tidak akan menjadi aktivitas yang bisa membuat Mama berisiko terkena infeksi atau bahkan iritasi kulit.

Apa saja, ya? Berikut rangkuman informasinya dari Popmama.com:

1. Hindari berendam di air panas

1. Hindari berendam air panas
Pexels/Pixabay

Berendam di bathtub memang sangat disukai. Apalagi jika dengan menggunakan air panas atau air hangat ya, Ma.

Tapi ingat ya, walaupun menyenangkan, tapi kebiasaan seperti ini justru sebaiknya dihindari saat Mama sedang hamil besar.

Terpapar dalam suhu air panas terlalu lama dapat meningkatkan suhu tubuh Mama juga. Pada akhirnya, kondisi ini tidak baik bagi kesehatan janin, Ma. Jadi hindari dulu, ya.

Jika memang Mama ingin berendam, lebih baik gunakan air bersuhu suam-suam kuku saja, hindari menggunakan air yang panas atau terlalu hangat.

Baca juga: Studi: Cara Mengurangi Depresi dengan Mandi Air Panas

Baca juga: Hal yang Perlu Mama Ketahui Tentang Mandi Air Panas untuk Ibu Hamil

2. Siapkan keset khusus

2. Siapkan keset khusus
Pexels/Dom J

Lantai kamar mandi bisa menjadi berbahaya dan sangat licin, terutama bagi Mama yang sedang hamil besar. Ini karena keseimbangan dan pusat gravitasi Mama bisa berubah.

Kondisi ini pun kemudian dapat membuat Mama menjadi lebih mudah terpeleset dan lebih berisiko mudah jatuh. Tentu saja ini sangat berbahaya bagi kehamilan Mama.

Tempatkan keset khusus anti-slip di lantai kamar mandi untuk mencegah Mama terpeleset. Jika perlu, Mama bisa memanggil Papa jika butuh pegangan saat bangun dari bathtub atau hendak mengambil sesuatu.

Hindari memaksakan diri melakukan semuanya seorang diri, terutama saat sedang di kamar mandi, Ma.

Jika perlu, jangan ragu untuk meminta bantuan Papa atau orang lain membersihkan secara rutin lantai kamar mandi agar tidak terlalu licin dari sisa-sisa sabun.

Editors' Picks

3. Perhatikan penggunaan body scrub

3. Perhatikan penggunaan body scrub
Pexels/Pixabay

Mama suka mandi dan membersihkan tubuh dengan menggunakan body scrub? Jika ya, coba ganti dulu kebiasaan ini, ya.

Kehamilan pada dasarnya membuat kulit Mama menjadi lebih sensitif, sementara itu sebagian besar produk body scrub memiliki kandungan yang bisa mengikis kelembapan alami kulit.

Menggunakannya terlalu sering dan berlebihan bisa mengganggu keseimbangan minyak alami kulit, Ma. Jadi jika sedang ingin luluran, lebih baik buat sendiri dengan menggunakan susu atau oatmeal.

Mama juga bisa mencari produk body scrub atau lulur organik yang mungkin lebih aman bagi kelembapan kulit.

4. Berhati-hati saat menggunakan spons mandi

4. Berhati-hati saat menggunakan spons mandi
Pexels/Pixabay

Penggunaan spons mandi banyak digunakan perempuan, terutama untuk membuang sisa-sisa sel kulit mati. Namun hati-hati, Ma. Sebaiknya hindari dulu penggunaan benda ini saat sedang hamil, ya.

Seperti disebutkan sebelumnya, kulit Mama sedang mengalami perubahan tekstur, sehingga menjadi lebih sensitif. Penggunaan spons mandi pun justru dapat membuat iritasi dan kulit Mama menjadi lebih kering.

Selain itu, penggunaan spons mandi yang jarang dibersihkan juga bisa berbahaya karena sudah menjadi sarang bakteri. Hii!

Lebih baik sebaiknya jangan gunakan dulu spons mandi agar kulit terhindari dari risiko iritasi dan infeksi ya, Ma.

5. Jangan terlalu lama

5. Jangan terlalu lama
Pexels/Rene Asmussen

Saat berendam, hindari terlalu lama dan tetap batasi waktu mandi ya, Ma. Berendam terlalu lama justru dapat membuat Mama berisiko terkena infeksi.

Salah satu jenis infeksi yang rentan menyerang yakni infeksi vagina. Ini karena saat mandi berendam, air yang kotor bercampur dengan air yang Mama gunakan untuk mandi.

Nah, bakteri yang ada dalam air ini pun bisa masuk ke organ intim apabila Mama terlalu lama berendam.

6. Gunakan saringan air

6. Gunakan saringan air
Pexels/Skitterphoto

Apabila Mama tinggal di area yang airnya sering terkontaminasi, jangan lupa pasangkan saringan atau filter di kran air. Ini guna meminimalkan interaksi Mama dengan kontaminasi pada air.

Dengan begitu, Mama pun bisa terhindari dari risiko paparan bakteri atau kuman dari air yang kotor.

Upayakan juga untuk berkumur menggunakan air matang jika memang kondisinya tidak cukup bersih. Ini supaya Mama juga terhindari dari infeksi dan penyakit pada mulut serta gusi.

7. Hindari penggunaan bath bomb

7. Hindari penggunaan bath bomb
Pexels/Burst

Saat ini bath bomb sedang cukup populer ya, Ma. Bath bomb adalah aksesori mandi yang banyak ditemui di tempat spa. Penggunaan bath bomb kini populer salah satunya karena membuat air mandi menjadi menarik karena berwarna.

Meski lucu, sebaiknya hindari dulu penggunaan bath bomb untuk mandi berendam saat Mama sedang hamil, ya.

Selain dikhawatirkan membuat area bak mandi menjadi lebih licin, bath bomb juga mungkin mengandung bahan kimia tertentu yang bisa berbahaya bagi kesehatan kehamilan Mama.

Nah, yang terpenting, utamakan selalu keamanan dan keselamatan Mama serta si Kecil saat hendak mandi ya, Ma!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.