7 Hal yang Bisa Membuat Janin Berisiko Lahir Prematur

Lebih berhati-hati agar janin tetap sehat sampai waktu persalinan tiba

19 Oktober 2018

7 Hal Bisa Membuat Janin Berisiko Lahir Prematur
Pexels/Pixabay

Persalinan prematur adalah salah satu masalah pada kehamilan yang ditakutkan ibu hamil. Persalinan dikatakan prematur jika terjadi di bawah usia kehamilan 37 minggu.

Bayi yang dilahirkan prematur seringkali lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk berat lahir rendah, gangguan pernapasan, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran serta masalah lainnya.

Persalinan prematur dapat terjadi karena berbagai faktor penyebab. Dalam banyak kasus, penyebab persalinan prematur bahkan tidak diketahui.

Tanda-tanda persalinan prematur yang perlu Mama waspadai di antaranya pendarahan, kram hebat di perut, kontraksi berkelanjutan, serta keluarnya cairan mirip ketuban.

Apa saja hal-hal yang bisa meningkatkan risiko persalinan prematur? Berikut rangkuman informasinya, Ma:

1. Gaya hidup buruk

1. Gaya hidup buruk
Instagram.com/cbsnews

Beberapa kebiasaan yang bisa meningkatkan risiko persalinan prematur di antaranya merokok, minum minuman beralkohol, dan menyalahgunakan penggunaan obat.

Selain bisa memicu persalinan prematur, kebiasaan-kebiasaan tersebut juga bisa meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat rendah dan bahkan keguguran.

Bahan-bahan kimia dan beracun yang terdapat dalam rokok misalnya, dapat menembus plasenta dan membuat janin kekurangan asupan oksigen serta nutrisi.

Saat mengetahui sedang hamil, cobalah untuk menghentikan semua kebiasaan tersebut ya, Ma. Semua demi kesehatan si Kecil.

2. Masalah berat badan

2. Masalah berat badan
Pixabay/SerKuch

Meski wajar, peningkatan berat badan selama hamil juga tetap harus terkontrol, Ma. Apabila berlebihan, ada beberapa masalah kesehatan yang bisa menyerang.

Beberapa di antaranya yakni komplikasi seperti diabetes gestasional dan preeklamsia. Kedua kondisi ini pun bisa meningkatkan risiko persalinan prematur.

Selain itu, kelebihan berat badan saat hamil juga bisa meningkatkan risiko keguguran.

Tak cuma kelebihan, berat badan yang terlalu kurang juga bukan berarti bebas dari risiko. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memiliki berat badan dengan indeks massa tubuh di bawah 20 membuat Mama berisiko juga mengalami persalinan prematur.

3. Pola makan kurang tepat

3. Pola makan kurang tepat
Pexels/Marco Fischer

Makan dengan tepat, kemudian seimbang dengan rutin berolahraga merupakan kunci kehamilan sehat. Jadi, pastikan Mama memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari, ya.

Selain membantu menunjang pertumbuhan dan perkembangan janin, diet gizi seimbang juga dapat membantu menurunkan risiko persalinan prematur.

Nutrisi penting yang dibutuhkan Mama selama hamil yakni asam lemak omega 3 yang penting bagi perkembangan otak janin. Selain itu, Mama juga butuh asupan asam folat untuk membantu mencegah risiko cacat tabung saraf.

Kalsium dan vitamin C juga diyakini dapat membantu mencegah persalinan prematur. Pilihlah sumber kalsium yang sehat seperti susu dan yoghurt, sementara vitamin C terdapat pada jeruk dan buah-buahan lainnya.

Editors' Picks

4. Infeksi

4. Infeksi
Pixabay/Parentingupstream

Beberapa jenis penyakit dan infeksi menular tertentu seperti gonore dan klamidia dapat meningkatkan risiko persalinan prematur. Tak cuma itu, infeksi seperti vaginosis bakterialis juga dapat meningkatkan risiko tersebut, Ma.

Kondisi berisiko lain yang dapat memicu persalinan prematur di antaranya infeksi saluran kemih yang tidak diobati.

Diperkirakan bahwa ketika tidak diobati, infeksi ini menyebabkan peradangan yang kemudian melepaskan prostaglandin, yakni hormon yang dapat memicu kontraksi.

Gejala dari berbagai infeksi ini bervariasi, Ma. Oleh sebab itu, segera konsultasikan ke dokter jika Mama merasakan ada yang tak biasa pada kondisi tubuh Mama, ya.

Baca juga: 7 Masalah Kesehatan Bayi Prematur

Baca juga: Tes Darah Ini Bisa Deteksi Risiko Kelahiran Prematur pada Ibu Hamil

Baca juga: Penting! Ini 4 Penyebab Bayi Bisa Terlahir Secara Prematur

5. Depresi

5. Depresi
Pexels/Energepic.com

Sering stres yang bahkan berujung pada depresi juga bisa menjadi salah satu pemicu persalinan prematur. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa ada dugaan kuat antara depresi dan persalinan prematur memiliki hubungan biologis.

Selain itu, kebiasaan mengonsumsi obat antidepresan selama kehamilan juga meningkatkan risiko persalinan prematur.

Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa kategori antidepresan tertentu yang digunakan untuk mengobati depresi dan gejala kecemasan yang dikenal sebagai selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI), kemungkinan berhubungan dengan risiko persalinan prematur juga.

Jika sebelum hamil Mama terbiasa mengonsumsi obat antidepresan, lebih baik konsultasikan dengan dokter sebelum melanjutkannya lagi, ya.

6. Bekerja terlalu keras

6. Bekerja terlalu keras
Freepik/Freepik

Tidak masalah jika Mama memutuskan untuk tetap bekerja saat hamil, namun perhatikan juga kesehatan dan kondisi janin.

Bekerja secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, terutama jika pekerjaan membuat Mama sering stres, kelelahan secara fisik, jadi sering melewatkan waktu makan dan terlalu banyak bergerak.

Beberapa kondisi ini jika dibiarkan dapat memberikan efek negatif pada kehamilan. Termasuk di antaranya risiko persalinan prematur, keguguran, berat lahir rendah, dan preeklampsia. Semakin besar stres, semakin besar risiko komplikasinya.

Jadi, apabila Mama memutuskan untuk bekerja saat hamil, pastikan Mama menjaga tubuh dengan baik. Tetap makan dan minum vitamin sesuai jadwal, pikirkan psikis Mama dan utamakan waktu istirahat.

7. Perawatan kehamilan yang kurang optimal

7. Perawatan kehamilan kurang optimal
Pexels/Ylanite Koppens

Salah satu cara termudah untuk mengurangi risiko persalinan prematur adalah menemui dokter atau bidan secara teratur. Cek rutin apakah ada infeksi, periksa kondisi janin dan konsultasikan segala masalah yang mungkin Mama alami selama hamil.

Jika dokter atau bidan memberikan resep vitamin, maka pastikan Mama mengonsumsinya secara teratur. Biasanya vitamin untuk ibu hamil mengandung asam folat, yang sangat penting guna mencegah cacat lahir termasuk spina bifida.

Konsumsi vitamin secara teratur juga bisa membantu menurunkan risiko abrupsi plasenta dan preeklamsia, dua kondisi yang dapat berkontribusi pada peningkatan risiko persalinan prematur.

Apapun kondisi Mama, pastikan Mama selalu menerapkan gaya hidup sehat saat hamil, ya. Semua demi tumbuh kembang janin yang lebih optimal, serta memastikan waktu persalinan Mama nanti tepat sesuai jadwal.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;