7 Cara Mendukung Suami agar Lebih Siap Menjadi Papa

Mama dapat membantu calon Papa mempelajari keterampilan merawat bayi melalui buku, video edukasi, atau kelas persiapan.
Libatkan suami sejak masa kehamilan, seperti menemani pemeriksaan rutin dan mempelajari persiapan persalinan, agar ia lebih memahami kondisi Mama dan kebutuhan menyambut si Kecil.
Bangun kerja sama dengan saling menghargai, menerapkan gaya hidup sehat, serta rutin berdiskusi mengenai tanggung jawab dan pembagian tugas.
Menyambut peran sebagai orangtua merupakan pengalaman yang dinantikan oleh Mama dan Papa. Meski sama-sama menantikan kehadiran si Kecil, proses mempersiapkan diri menjadi orangtua bisa terasa berbeda bagi setiap pasangan.Â
Dalam proses tersebut, dukungan Mama dapat membantu suami merasa lebih nyaman dan percaya diri menjalani perannya sebagai calon Papa. Mulai dari melibatkan suami selama masa kehamilan hingga membicarakan tanggung jawab baru yang akan dihadap.Â
Lantas, bagaimana caranya? Berikut Popmama.com rangkum cara mendukung suami agar lebih siap menjadi papa.
1. Berikan kesempatan kepada suami untuk belajar

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Tidak semua orang langsung memahami cara merawat bayi, baik Mama maupun Papa. Kemampuan seperti mengganti popok, memandikan bayi, hingga menenangkannya membutuhkan pengetahuan dan latihan. Karena itu, Mama bisa mengajak suami mulai mempelajari keterampilan tersebut sebelum bayi lahir.
Jika suami belum memahami suatu hal, Mama tidak perlu langsung mengkritik atau menganggapnya tidak mampu. Berikan kesempatan untuk belajar bersama melalui buku parenting, video edukasi, maupun kelas perawatan newborn. Dengan begitu, suami bisa lebih merasa percaya diri ketika nantinya mulai hands-on dalam pengasuhan.
2. Libatkan suami sejak masa kehamilan

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Mama bisa mengajak suami terlibat dalam berbagai kegiatan kehamilan agar ia turut merasakan proses menyambut kehadiran si Kecil. Misalnya, ajak suami menemani pemeriksaan kehamilan rutin atau mengikuti kelas yoga prenatal untuk pasangan.
Selain itu, Mama dan Papa bisa meluangkan waktu untuk mempelajari berbagai hal seputar kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi baru lahir. Keterlibatan tersebut dapat membantu suami lebih memahami perubahan yang dialami Mama sekaligus mempersiapkan dirinya menyambut anggota keluarga baru.
3. Hindari membandingkan suami dengan calon ayah lain

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Setiap orang memiliki pengalaman dan cara tersendiri dalam mempersiapkan diri menjadi ayah. Karena itu, Mama sebaiknya tidak membandingkan suami dengan pasangan orang lain, bahkan dengan orangtua mama sendiri. Perbedaan yang ada tidak serta-merta menunjukkan siapa yang lebih siap menjadi Papa.
Membandingkan suami dengan orang lain justru bisa membuatnya merasa kurang dihargai dan tertekan karena harus memenuhi ekspektasi tertentu. Daripada berfokus pada persiapan yang dilakukan calon ayah lain, cobalah mengenali usaha suami dan bicarakan hal-hal yang masih perlu dipersiapkan bersama.Â
4. Ajak suami menerapkan gaya hidup yang lebih sehat

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Masa kehamilan bukan hanya menjadi waktu bagi Mama untuk menjaga kesehatan, tetapi juga kesempatan bagi suami untuk mulai menerapkan kebiasaan hidup yang lebih sehat. Mama bisa mengajak pasangan mengurangi kebiasaan merokok, menghindari konsumsi alkohol, memperhatikan asupan makanan, serta mengatur waktu istirahat.
Agar tidak terasa seperti tuntutan sepihak, Mama dan suami bisa menjadikan perubahan gaya hidup sebagai komitmen bersama. Misalnya, mulai rutin berolahraga ringan atau mengurangi kebiasaan begadang. Dengan saling mengingatkan, Mama dan Papa bisa membangun kebiasaan sehat untuk kehidupan keluarga ke depannya.
5. Bantu suami memahami tanggung jawab baru sebagai papa

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Kehadiran bayi tentu membawa perubahan dalam kehidupan keluarga, termasuk bertambahnya tanggung jawab suami. Selain menjadi pasangan yang mendampingi Mama selama kehamilan dan persalinan, suami juga perlu mulai memikirkan kesiapan finansial untuk memenuhi kebutuhan keluarga.Â
Tanggung jawab tersebut juga mencakup kesiapan fisik dan emosional. Suami perlu paham bahwa Mama mungkin butuh lebih banyak bantuan dan dukungan selama kehamilan maupun setelah melahirkan. Karena itu, ajak pasangan membicarakan pembagian tugas dan kesiapan masing-masing.
6. Tunjukkan rasa hormat dan hargai usaha suami

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Sama seperti Mama ingin didukung dan dihargai selama kehamilan, suami juga perlu mendapatkan perlakuan yang baik. Hal ini bisa ditunjukkan melalui cara Mama berbicara, mendengar pendapat, serta menghargai keterlibatan suami dalam berbagai persiapan menyambut bayi.
Jangan hanya berfokus pada hal-hal yang belum dilakukan suami, tetapi perhatikan juga usaha kecil yang sudah ia tunjukkan. Misalnya, ketika suami meluangkan waktu untuk menemani pemeriksaan kehamilan, mencari informasi seputar persalinan, atau membantu menyiapkan perlengkapan bayi.
7. Sering berdiskusi tentang kehadiran si Kecil

Popmama.com/Sofya Wardhani/AI Menjelang kelahiran bayi, ada banyak hal yang perlu dipersiapkan dan dibicarakan bersama. Mama bisa mengajak suami bertukar pikiran mengenai perasaan, harapan, maupun kekhawatiran masing-masing dalam menyambut kehadiran si Kecil.Â
Jangan ragu membicarakan hal-hal yang mungkin terasa sensitif, seperti perubahan hubungan setelah memiliki anak, kondisi finansial, hingga pembagian tanggung jawab. Diskusi ini juga bisa menjadi kesempatan untuk menyamakan pandangan mengenai gaya parenting, rencana persalinan, serta kebutuhan bayi setelah lahir.Â
Nah, itulah tujuh cara yang bisa Mama lakukan untuk mendukung suami agar lebih siap menjadi Papa. Semoga informasi ini membantu Mama dan Papa mempersiapkan diri menyambut kehadiran si KecilÂ






















