Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Lakukan Hal Ini saat Bayi Lahir untuk Menjaga Hubungan Mama dan Suami!

Lakukan Hal Ini saat Bayi Lahir untuk Menjaga Hubungan Mama dan Suami!
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya Sih
  • Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan suami dalam mengasuh bayi dan kepercayaan dari istri dapat mempererat hubungan pasangan serta meningkatkan kedekatan emosional setelah kelahiran anak.
  • Sikap terlalu kritis dari Mama terhadap cara Papa mengasuh anak bisa menurunkan rasa percaya diri suami, membuatnya kurang aktif, dan berdampak negatif pada keharmonisan hubungan.
  • Dukungan timbal balik, komunikasi terbuka, serta waktu berkualitas bersama membantu Mama dan suami menjaga keseimbangan peran orangtua sekaligus mempertahankan keintiman sebagai pasangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Setelah bayi lahir, Mama biasanya akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk merawat dan memberikan kasih sayang kepada si Kecil. Di fase ini, Mama juga cenderung lebih berhati-hati dan sering mengawasi cara Papa menggendong atau merawat bayi.

Perbedaan cara dalam mengurus si Kecil kadang bisa memicu kesalahpahaman hingga menimbulkan ketegangan kecil dalam hubungan. Karena itu, saat bayi lahir, penting bagi Mama dan suami untuk menjaga kerja sama agar hubungan tetap harmonis.

Untuk itu, Popmama.com telah siapkan berbagai hal yang perlu dilakukan saat bayi lahir untuk menjaga hubungan Mama dan suami. Yuk, simak, Ma!

Table of Content

1. Libatkan suami dalam mengasuh bayi

1. Libatkan suami dalam mengasuh bayi

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Malansir dari The Bump, ada sebuah penelitian yang melihat bagaimana kerja sama orangtua dalam mengasuh bayi memengaruhi hubungan pasangan. Studi ini melibatkan 182 pasangan dan dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari masa kehamilan hingga bayi berusia 9 bulan.

Pada usia 3 bulan, Papa ditanya tentang bagaimana Mama memberi ruang atau mengontrol keterlibatan mereka dalam mengurus bayi. Lalu pada usia 6 bulan, mereka menilai kerja sama dalam pengasuhan, dan pada usia 9 bulan, mereka menilai kualitas hubungan romantis dengan pasangan.

Hasilnya menunjukkan bahwa ketika Mama terlalu mengontrol atau kurang memberi kepercayaan, Papa cenderung merasa kurang terlibat dan bisa memiliki pandangan yang lebih negatif terhadap hubungan. Sebaliknya, ketika Mama memberi ruang dan kepercayaan, hubungan pasangan justru terasa lebih dekat dan harmonis.

2. Jangan bersikap terlalu kritis

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Menurut salah satu penulis studi sekaligus profesor psikologi di Ohio State University, Sarah Schoppe-Sullivan, jika Mama terlalu sering bersikap kritis dan kurang mendukung cara Papa dalam mengasuh anak, hal tersebut dapat memengaruhi dinamika keluarga secara keseluruhan.

Kondisi ini bisa membuat Papa merasa kurang dilibatkan dalam pengasuhan, bahkan berdampak pada cara mereka memandang hubungan dengan pasangannya. Akibatnya, Papa tidak hanya menjadi lebih pasif dalam merawat anak, tetapi juga bisa memiliki pandangan negatif terhadap hubungan dengan pasangannya.

“Para Papa mungkin tidak hanya melakukan pengasuhan anak lebih sedikit, tetapi mereka mungkin memiliki pandangan yang lebih negatif tentang hubungan mereka dengan istri atau pasangan mereka,” kata Sarah Schoppe-Sullivan.

3. Beri dukungan kepada suami

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Penulis utama studi sekaligus mahasiswa doktoral dalam ilmu humaniora di Ohio State University, Anna Olsavsky, menjelaskan bahwa ketika bayi lahir, ada anggapan Mama lebih ahli dalam mengasuh anak, sehingga cenderung mendapatkan lebih banyak dukungan dari lingkungan dalam menjalankan peran sebagai orangtua.

Sementara itu, Papa umumnya tidak memperoleh dukungan yang sama dari masyarakat. Karena itu, dukungan dari pasangan menjadi sangat penting, sebab sering kali suami hanya mendapatkan arahan dan dukungan utama dari istrinya dalam menjalani peran sebagai Papa baru.

“Satu-satunya dukungan yang sering mereka dapatkan sebagai orangtua adalah dari pasangan mereka. Itulah mengapa hal ini sangat penting,” ujar Anna.

4. Buat pemahaman yang sama dalam mengasuh bayi

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Pada dasarnya, penting bagi Mama dan suami untuk mempersiapkan hubungan sebelum kehadiran bayi. Walaupun pada awalnya belum tentu jelas bagaimana pembagian tugas dalam mengasuh anak, memiliki pemahaman yang sama menjadi langkah awal yang baik.

Dengan saling terbuka, jujur, dan mau berdiskusi tentang peran masing-masing, Mama dan suami bisa membangun kerja sama yang lebih baik dalam merawat bayi. Hal ini membantu mengurangi kesalahpahaman dan membuat hubungan dalam proses pengasuhan tetap berjalan harmonis.

5. Tetap luangkan waktu bersama

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Mengurus bayi memang bisa sangat melelahkan dan menyita banyak waktu. Namun, di tengah rutinitas tersebut, penting bagi Mama dan suami untuk tetap meluangkan waktu bersama, meski hanya untuk hal-hal kecil seperti makan malam saat bayi sudah tertidur atau menonton televisi bersama, agar tetap merasa terhubung dan saling diperhatikan.

Di sela waktu bersama, lakukan komunikasi dengan pasangan mengenai perasaan, rasa lelah, atau hal-hal yang mengganggu selama mengurus bayi. Hal ini penting karena pasangan tidak bisa saling membaca pikiran. Dengan saling terbuka dan menyampaikan perasaan, Mama dan suami bisa menghindari kesalahpahaman dalam hubungan.

Nah, itu tadi berbagai hal yang perlu dilakukan saat bayi lahir untuk menjaga hubungan Mama dan suami. Enjoy your parenthood, Mama and Papa!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Baby

See More