Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Cara Merawat Rambut Kusut saat Hamil, Aman dan Mudah Dilakukan
Freepik/opatsuvi
  • Rambut kusut saat hamil umum terjadi akibat perubahan hormon, kelembapan berkurang, dan perubahan rutinitas perawatan, meski kondisi ini tidak berbahaya.
  • Gunakan sampo-kondisioner pelembap, sisir bergigi jarang dari ujung rambut, serta batasi alat panas untuk mengurangi rambut kering, patah, dan kusut.
  • Rawat rambut dengan masker atau minyak, hindari ikatan kencang, penuhi nutrisi dan cairan, serta rapikan ujung bercabang secara berkala.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyak perubahan yang dialami perempuan selama kehamilan, termasuk pada kondisi rambut yang mudah kusut. Rambut kusut saat hamil sebenarnya merupakan kondisi yang umum terjadi dan sering kali dipengaruhi oleh perubahan hormon, kurangnya kelembapan, maupun perubahan rutinitas perawatan rambut.

Meski tidak berbahaya, kondisi ini bisa membuat Mama merasa kurang nyaman dan menurunkan rasa percaya diri. Untungnya, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga rambut tetap lembut, sehat, dan mudah diatur selama masa kehamilan dengan cara aman.

Berikut Popmama.com telah merangkum cara merawat rambut kusut saat hamil yang aman dan mudah diterapkan.

Deretan Cara Merawat Rambut Kusut saat Hamil

1. Gunakan sampo dan kondisioner yang melembapkan

Pexels/Kampus Production

Saat hamil, perubahan hormon dapat membuat rambut kehilangan kelembapan alaminya, sehingga lebih mudah kusut. Karena itu, Mama sebaiknya memilih sampo dan kondisioner dengan kandungan yang dapat membantu menjaga kelembapan rambut, seperti argan oil, shea butter, aloe vera, atau glycerin.

Jangan lewatkan penggunaan kondisioner setelah keramas, terutama pada bagian tengah hingga ujung rambut. Kondisioner membantu menghaluskan kutikula rambut, sehingga rambut lebih mudah disisir, terasa lembut, dan tidak mudah kusut sepanjang hari.

2. Sisir rambut secara perlahan dengan sisir bergigi jarang

Pexels/Pavel Danilyuk

Rambut yang kusut sebaiknya tidak langsung ditarik atau disisir dengan paksa karena dapat menyebabkan rambut patah dan rontok. Sebaiknya gunakan sisir bergigi jarang untuk mengurai rambut secara perlahan.

Dimulai dari ujung rambut, lalu naik sedikit demi sedikit hingga ke akar. Cara ini dapat mengurangi tekanan pada batang rambut, sehingga risiko kerusakan menjadi lebih kecil.

Mama juga bisa menyisir rambut saat kondisioner masih menempel di rambut agar simpul lebih mudah terurai tanpa menimbulkan rasa sakit di kulit kepala.

3. Kurangi penggunaan alat penata rambut bersuhu panas

Unsplash/Andrea Donato

Penggunaan hair dryer, catokan, atau curling iron dengan suhu tinggi dapat membuat rambut kehilangan kelembapan lebih cepat. Akibatnya, rambut menjadi lebih kering, mudah kusut, bercabang, dan tampak kusam.

Jika memang perlu menggunakan hair dryer, pilih suhu rendah atau mode udara dingin. Sebisa mungkin, biarkan rambut mengering secara alami setelah keramas agar kondisi rambut tetap sehat selama masa kehamilan.

4. Gunakan hair mask atau minyak rambut secara rutin

Freepik/freepik

Memberikan perawatan ekstra dengan hair mask atau hair oil dapat membantu mengembalikan kelembapan rambut. Produk seperti minyak argan, minyak kelapa, atau hair mask yang diformulasikan untuk rambut kering dapat membantu mengurangi kusut sekaligus membuat rambut terasa lebih halus.

Mama cukup menggunakan hair mask satu hingga dua kali dalam seminggu sesuai petunjuk pemakaian. Sementara itu, hair oil dapat diaplikasikan secukupnya pada ujung rambut setiap hari untuk membantu menjaga kelembapan tanpa membuat rambut terasa lepek.

5. Hindari mengikat rambut terlalu kencang

Pexels/Edgar Martínez

Sebagian ibu hamil memilih mengikat rambut agar terasa lebih praktis. Namun, ikatan yang terlalu kencang dapat meningkatkan gesekan pada batang rambut, sehingga rambut lebih mudah kusut, patah, bahkan rontok.

Sebaiknya gunakan ikat rambut berbahan lembut, seperti satin atau kain, dan hindari mengikat rambut terlalu erat dalam waktu lama. Sesekali, biarkan rambut terurai agar kulit kepala dan batang rambut tidak terus-menerus mendapat tekanan.

6. Penuhi kebutuhan nutrisi dan cairan tubuh

Freepik/shurkin_son

Kesehatan rambut tidak hanya dipengaruhi oleh perawatan dari luar, tetapi juga asupan nutrisi dari dalam tubuh. Selama hamil, Mama membutuhkan protein, zat besi, zinc, vitamin D, vitamin B kompleks, serta omega-3 untuk mendukung pertumbuhan rambut yang sehat.

Selain mengonsumsi makanan bergizi seimbang, pastikan kebutuhan cairan tubuh juga tercukupi setiap hari. Tubuh yang terhidrasi dengan baik membantu menjaga kelembapan kulit kepala dan rambut. Alhasil, rambut tidak mudah kering maupun kusut.

7. Potong ujung rambut yang bercabang

Pexels/RDNE Stock project

Ujung rambut yang bercabang sering kali menjadi penyebab rambut terasa semakin kusut dan sulit diatur. Oleh karena itu, memotong ujung rambut bercabang setiap beberapa bulan dapat membantu menjaga rambut tetap sehat dan mengurangi kusut.

Mama tidak perlu memangkas rambut terlalu pendek. Cukup rapikan bagian ujung yang bercabang agar rambut terlihat lebih rapi, mudah disisir, dan tetap nyaman dirawat selama masa kehamilan.

Itu dia beberapa cara merawat rambut kusut saat hamil. Dengan perawatan sederhana yang dilakukan secara konsisten, rambut pun bisa tetap sehat meski tubuh sedang mengalami banyak perubahan hormonal.

Curated For You

Editorial Team

Related Article