Terdapat beberapa penyebab keluar lendir saat hamil sembilan bulan tapi tidak disertai rasa mules. Berikut beberapa penyebabnya:
Mendekati waktu persalinan, serviks (leher rahim) mengalami perubahan, seperti menipis, melunak, dan sedikit membuka. Perubahan pada serviks ini menyebabkan lendir yang semulanya menutupi jalan lahir terlepas secara perlahan dan keluar lewat vagina.
Lendir yang keluar dari vagina umumnya memiliki tekstur kendal dan disertai bercak darah. Kondisi ini bisa terjadi beberapa hari hingg minggu sebelum munculnya rasa mules atau kontraksi teratur. aia
Keluarnya lendir saat hamil sembilan bulan tanpa disertai kontraksi bisa disebabkan oleh keputihan. Selama kehamilan, produksi cairan vagina biasanya meningkat akibat perubahan hormon, terutama estrogen, serta bertambahnya aliran darah ke area serviks atau leher rahim.
Kondisi ini membuat vagina menghasilkan lebih banyak cairan sebagai bagian dari proses alami selama kehamilan. Keputihan pada trimester ketiga umumnya memiliki tekstur encer atau sedikit kental, berwarna bening hingga putih susu, dan tidak berbau menyengat. Jika tidak disertai rasa gatal, perih, atau keluhan lainnya, kondisi ini biasanya tergolong normal.
Aktivitas fisik, seperti berjalan kaki, naik turun tangga, jongkok, atau berdiri terlalu lama, dapat memengaruhi tekanan pada area panggul dan serviks. Akibatnya, Mama mungkin menyadari adanya lendir yang keluar dari vagina setelah melakukan berbagai aktivitas tersebut.
Keluarnya lendir saat hamil 9 bulan tanpa disertai kontraksi bisa saja terjadi ketika Mama sedang aktif bergerak. Meski demikian, aktivitas fisik tidak selalu menjadi penyebab langsung keluarnya lendir. Mama tetap perlu memperhatikan warna, tekstur, dan jumlah cairan yang keluar untuk memastikan kondisinya.
Memasuki usia kehamilan sembilan bulan, posisi janin umumnya mulai turun ke panggul sebagai bagian dari persiapan menjelang persalinan. Pada tahap ini, kepala bayi dapat memberikan tekanan lebih besar pada serviks atau leher rahim.
Tekanan tersebut dapat memicu perubahan pada serviks dan membuat lendir yang berada di leher rahim keluar secara bertahap, meskipun Mama belum merasakan kontraksi. Kondisi ini dapat menjadi salah satu perubahan yang terjadi menjelang persalinan, tetapi tidak selalu berarti proses melahirkan akan segera dimulai.
Penyebab lainnya adalah keluarnya mucus plug, yaitu kumpulan lendir kental yang menyumbat leher rahim selama kehamilan. Sumbat lendir ini berfungsi membantu melindungi rahim dari masuknya kuman dan bakteri yang berpotensi menyebabkan infeksi.
Menjelang persalinan, sumbat lendir tersebut dapat terlepas dan keluar melalui vagina. Lendir yang keluar biasanya memiliki tekstur menyerupai jeli, berwarna bening atau putih pucat, dan terkadang berwarna merah muda atau disertai sedikit bercak darah.
Keluarnya mucus plug merupakan salah satu tanda bahwa tubuh sedang mempersiapkan diri untuk melahirkan. Namun, waktu antara keluarnya sumbat lendir dan dimulainya persalinan bisa berbeda pada setiap ibu hamil