Salah satu perubahan paling umum yang dialami oleh ibu hamil adalah munculnya stretch mark. Ada sebagian yang merasa bangga dengan stretch mark, ada pula yang justru merasa terganggu.
Stretch mark terjadi sebagai efek karena kulit 'tertarik' dan mengembang untuk mengakomodasi bayi yang sedang tumbuh. Kondisi ini biasanya muncul sebagai garis-garis yang berwarna merah muda, kekuningan, atau kadang-kadang kecokelatan.
Bagian tubuh yang umumnya memiliki stretch mark yakni perut, bahu, payudara, pinggul, dan paha. Rata-rata stretch mark pun mulai terlihat pada sekitar usia kehamilan minggu ke-13.
Tips mengatasi stretch saat hamil:
Jangan khawatir, Ma. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu meminimalkan penampilan stretch mark. Salah satunya adalah dengan melembapkan kulit dan menambah asupan vitamin C untuk menjaga kulit tetap kencang dan elastis.
Jika perlu, lakukan rutinitas perawatan kulit sedini mungkin untuk menghindari stretch mark, Ma.
Agar manfaatnya maksimal, pilihlah pelembap kulit yang mengandung vitamin E, shea butter, atau cocoa butter untuk menjaga kulit tetap kenyal sekaligus meningkatkan produksi kolagen, mengembalikan elastisitas dan melembapkan kulit.
Apabila Mama ingin melakukan perawatan kulit, jangan lupa untuk konsultasi ke dokter terlebih dahulu, ya. Pastikan terapis Mama juga tahu bahwa Mama sedang hamil.