5 Pemeriksaan yang Wajib Dilakukan Saat Mama Hamil Tua

Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi bila ada penyakit atau infeksi yang diderita

6 Mei 2020

5 Pemeriksaan Wajib Dilakukan Saat Mama Hamil Tua
Pixabay/Regina Zulauf

Selama masa kehamilan, Mama perlu menjaga kesehatan, baik kesehatan mama maupun kesehatan janin. Salah satu cara yang wajib dilakukan adalah dengan memeriksakan diri secara berkala. Dengan pemeriksaan kehamilan, Mama dapat mengetahui perkembangan kehamilan, tingkat kesehatan kandungan, dan kondisi janin.

Ibu hamil juga sebaiknya melakukan pemeriksaan laboratorium secara rutin. Pemeriksaan ini utamanya dimulai saat sedang merencanakan kehamilan, lalu diulang kembali saat kehamilan memasuki trimester ketiga. 

Tujuan pemeriksaan darah dan urin antara lain untuk mendeteksi dini bila Mama memiliki infeksi atau penyakit tertentu, serta untuk mendeteksi adanya kelainan pada janin dalam kandungan. Dengan rutin melakukan pemeriksaan laboratorium, potensi masalah selama kehamilan dapat terdeteksi sedini mungkin. Sehingga bila ditemukan adanya suatu gangguan, maka ibu hamil dan janin bisa segera mendapat penanganan tepat untuk mencegah kondisi yang lebih serius.

Berikut ini Popmama.com akan memberikan ulasan mengenai beberapa pemeriksaan laboratorium yang wajib dilakukan ibu hamil di antaranya adalah:

1. Pemeriksaan urin lengkap

1. Pemeriksaan urin lengkap
Pixabay/Jaytaix

Pemeriksaan urin lengkap dilakukan untuk mengetahui kadar gula, protein, dan bakteri uria dalam urin. Salah satu penyakit yang bisa terdeteksi melalui pemeriksaan urin adalah infeksi saluran kemih. Infeksi yang satu ini cukup membahayakan bagi ibu hamil, sebab dapat meningkatkan risiko terjadinya kelahiran prematur. Pemeriksaan urin lengkap penting dilakukan, sebab penyakit seperti infeksi saluran kemih hanya dapat dideteksi melalui urin. 

Konsultasikan dengan dokter bila hasil pemeriksaan urin lengkap yang Mama lakukan menunjukkan kondisi yang negatif.

Editors' Picks

2. Pemeriksaan mata

2. Pemeriksaan mata
Unsplash/David Travis

Pemeriksaan mata penting dilakukan pada trimester ketiga. Terutama Mama yang memiliki mata minus. Pemeriksaan ini berguna untuk menentukan apakah kondisi kesehatan mata mama cukup baik untuk persalinan normal. Pada persalinan normal akan terjadi tekanan pada selaput yang ada di mata. Ibu hamil yang memiliki kondisi mata tertentu tidak disarankan untuk melahirkan dengan proses persalinan normal.

3. Kadar sel darah merah

3. Kadar sel darah merah
Unsplash/National Cancer Institute

Pemeriksaan kadar sel darah merah dilakukan untuk mengetahui apakah Mama berisiko untuk mengalami anemia atau tidak. Anemia membuat ibu hamil mudah lelah dan akan berbahaya jika terjadi perdarahan saat hamil atau melahirkan. Hasil pemeriksaan kadar sel darah merah juga bisa menjadi acuan bagi dokter untuk merawat kesehatan mama.

4. Golongan darah dan rhesus

4. Golongan darah rhesus
Pixabay/kropekk_pl

Pemeriksaan golongan darah dan rhesus dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya ketidaksesuaian golongan darah dan rhesus, terutama pada ibu hamil golongan darah O dan rhesus negatif. Ketidakcocokan golongan darah dapat menyebabkan gangguan hingga risiko cacat lahir pada bayi.

5. Tes darah khusus untuk kelompok berisiko

5. Tes darah khusus kelompok berisiko
Unsplash/Tesa Photography

Tes ini untuk mendeteksi penyakit yang membahayakan janin (diabetes dan HIV), kelainan genetik yang bisa memengaruhi janin (talasemia), cacat janin, atau triple-test (down syndrome), serta pemeriksaan ACA (anticardiolipin) untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pengentalan darah. Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini juga perlu dilakukan rapid test untuk memeriksa status Covid-19 pada ibu hamil.

Itulah lima pemeriksaan yang wajib dilakukan oleh Mama di masa kehamilan trimester ketiga. Mintalah rekomendasi dari dokter kandungan atau bidan yang menangani Mama untuk melakukan pemeriksaan tersebut di atas. 

Selanjutnya diskusikan mengenai tindakan apa yang perlu Mama lakukan untuk menyikapi hasil pemeriksaan tersebut. Dengan pemeriksaan yang lengkap dan teratur, kesehatan Mama dan janin dapat terus terjaga hingga masa melahirkan tiba.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.