5 Kekhawatiran Ibu Hamil Jelang Persalinan

Rasa khawatir itu menunjukkan besarnya kasih sayang Mama kepada si Kecil

12 September 2021

5 Kekhawatiran Ibu Hamil Jelang Persalinan
Unsplash/arteidamjeshtri

Memasuki trimester ketiga, Mama pasti tidak sabar bertemu si Kecil. Mama telah menyiapkan perlengkapan bayi mulai dari mainan, baju, hingga tempat tidur khusus si Kecil. Namun, di saat yang sama, muncul rasa khawatir menjelang persalinan. 

Kekhawatiran itu memang sangat wajar, terutama bagi Mama yang baru pertama kali menghadapi proses persalinan. Perlu Mama ingat bahwa semua kehamilan dan persalinan memiliki risiko. 

Rasa khawatir itu menunjukkan besarnya kasih sayang Mama untuk calon bayi. Oleh karena itu, Mama tidak perlu khawatir menghadapi persalinan selama kehamilan dalam kondisi sehat dan dipantau oleh dokter. 

Lantas, apa saja hal-hal yang paling dikhawatirkan ibu hamil jelang persalinan? Berikut Popmama.com telah merangkum rasa khawatir yang umum terjadi pada ibu hamil. 

1. Bolehkah tidur telentang?

1. Bolehkah tidur telentang
Unsplash/dexswaggerboy

Memasuki trimester ketiga, Mama harus beradaptasi dengan ukuran perut yang semakin membesar. Kondisi tersebut membuat Mama sulit menentukan posisi tidur yang tepat. Mama pun khawatir posisi tidur akan mempengaruhi perkembangan bayi dalam kandungan. 

Salah satu posisi tidur yang tidak dianjurkan, yakni telentang. Saat Mama tidur dengan posisi telentang, kondisi rahim akan menekan pembuluh darah sehingga bisa mengurangi aliran darah ke bayi. 

Posisi tidur yang tepat untuk ibu hamil trimester ketiga, yakni menghadap ke kiri. Posisi tidur ini bisa memperbaiki sirkulasi darah sehingga aliran darah ke bayi tetap lancar.

Apabila Mama tidak nyaman dengan posisi tidur menghadap ke kiri, cobalah untuk menggunakan bantal sebagai penyangga kaki dan punggung. 

Editors' Picks

2. Bolehkah bepergian jauh?

2. Bolehkah bepergian jauh
Unsplash/jonathanborba

Bagi Mama yang gemar travelling, sebaiknya urungkan niat untuk bepergian jika usia kehamilan sudah memasuki 32-34 minggu. Bepergian terlalu jauh di minggu-minggu akhir kehamilan tidak dianjurkan bagi ibu hamil yang berisiko melahirkan prematur.

Sebelum bepergian jauh, sebaiknya konsultasi ke dokter terlebih dahulu. Saat bepergian jauh, Mama akan duduk dalam waktu lama. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko pembekuan darah yang berbahaya untuk kehamilan dan proses persalinan. 

Apabila Mama harus bepergian jauh karena kepentingan mendesak, usahakan untuk istirahat dan meregangkan kaki. Setidaknya setiap sejam atau dua jam sekali ya, Ma. 

3. Mengapa janin berhenti bergerak?

3. Mengapa janin berhenti bergerak
Unsplash/amseaman

Kekhawatiran selanjutnya yang kerap dirasakan ibu hamil trimester ketiga adalah kondisi janin yang berhenti bergerak.

Gerakan janin memang pertanda bahwa si Kecil tumbuh dalam kondisi baik. Namun, pada trimester ketiga, bayi terkadang berhenti bergerak dan tidak semuanya pertanda bahaya. 

Apabila bayi tidak bergerak sebanyak biasanya, cobalah untuk berbaring menghadap ke kiri. Jika setelah dua jam bayi tidak bergerak sampai 10 kali, segeralah periksakan kandungan ke dokter. 

4. Apa yang harus dilakukan jika cairan ketuban terlalu sedikit?

4. Apa harus dilakukan jika cairan ketuban terlalu sedikit
Unsplash/heathermount

Mama juga khawatir dengan proses persalinan. Sebab, beberapa ibu hamil harus menjalani induksi persalinan akibat volume cairan ketuban yang terlalu sedikit. Kondisi tersebut disebut oligohidramnios atau oligohidramnion

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Mama hanya perlu minum air putih lebih banyak. Mengonsumsi air putih bisa membantu memperbanyak volume air ketuban.

Mama juga perlu mengatur waktu istirahat dan makan makanan rendah lemak. Selain itu, jangan ragu untuk rutin memeriksakan kehamilan ke dokter agar volume air ketuban tetap terpantau. 

5. Bagaimana jika harus operasi caesar?

5. Bagaimana jika harus operasi caesar
Unsplash/omurden

Semua ibu hamil memang menginginkan melahirkan bayi secara normal. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat Mama harus melahirkan melalui operasi caesar. 

Operasi caesar tentu dianjurkan dokter demi kebaikan diri sendiri dan si Kecil. Melahirkan melalui operasi caesar tidak akan mengurangi martabat Mama sebagai seorang ibu. 

Melahirkan secara normal maupun operasi caesar tetap membutuhkan perjuangan bagi ibu hamil. Hal terpenting yang harus diingat, yakni si Kecil bisa lahir dalam kondisi sehat dan selamat. 

Kekhawatiran yang muncul jelang proses persalinan memang sesuatu yang wajar. Untuk mengurangi rasa khawatir itu, Mama direkomendasikan rutin memeriksakan diri ke dokter, sehingga kondisi kehamilan bisa terpantau. Selain itu, Mama bisa berdiskusi mengenai keresahan yang dirasakan. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.