7 Tips Membuat Rambut Terlihat Lebih Rapi saat Hamil Tua

Perubahan hormon pada trimester ketiga dapat membuat rambut lebih tebal, berminyak, kering atau sulit diatur.
Perawatan rambut dapat disesuaikan melalui frekuensi keramas, conditioner, leave-in conditioner, dan penggunaan alat styling panas.
Gaya rambut longgar serta kehati-hatian saat mewarnai rambut membantu menjaga rambut tetap rapi selama hamil.
Memasuki trimester ketiga, perubahan hormon selama kehamilan bisa membuat kondisi rambut terasa berbeda dari biasanya. Ada yang merasa rambut lebih tebal, lebih berminyak, lebih kering, atau justru lebih sulit diatur.
American Academy of Dermatology (AAD) menyebut kehamilan memang dapat membawa perubahan pada volume dan pertumbuhan rambut. Oleh karena itu, perawatan rambut saat hamil sebaiknya disesuaikan dengan kondisi rambut dan kulit kepala masing-masing.
Berikut Popmama.com rangkum tips membuat rambut terlihat lebih rapi saat hamil tua secara lebih detail.
Table of Content
Deretan Tips Membuat Rambut Terlihat Lebih Rapi saat Hamil Tua
1. Sesuaikan frekuensi keramas dengan kondisi rambut

Pexels/ Hairlust Official Tidak semua ibu hamil perlu keramas setiap hari. Menurut AAD, frekuensi keramas sebaiknya disesuaikan dengan seberapa cepat kulit kepala dan rambut menjadi berminyak. Rambut lurus atau kulit kepala yang mudah berminyak mungkin perlu dicuci lebih sering, sedangkan rambut kering atau keriting bisa lebih jarang.
Kalau rambut terasa lebih lepek selama hamil, Mama bisa menyesuaikan jadwal keramas tanpa harus berlebihan. Bagian yang terpenting, kulit kepala tetap bersih dan rambut tidak terasa terlalu kering setelah dicuci.
2. Fokuskan sampo pada kulit kepala

Unsplash/Andrzej Gdula Saat keramas, AAD menyarankan sampo terutama digunakan pada kulit kepala, bukan digosok sepanjang batang rambut. Cara ini membantu membersihkan minyak, sel kulit mati, dan sisa produk tanpa membuat panjang rambut terlalu kering.
Trik sederhana ini bisa membuat akar rambut terlihat lebih segar, sementara bagian ujung tetap terasa lebih lembut. Rambut pun terlihat lebih rapi tanpa perlu terlalu banyak produk tambahan.
3. Gunakan conditioner agar rambut lebih mudah diatur

Pexels/ Beyzanur K. Conditioner membantu melembapkan dan mengurangi kusut, sehingga rambut lebih mudah disisir. AAD menyarankan conditioner setelah keramas, terutama pada ujung rambut untuk rambut lurus atau halus, sedangkan rambut kering dan keriting bisa menggunakannya lebih merata sepanjang batang rambut.
Rambut yang lebih mudah diatur juga mengurangi kebutuhan untuk menarik atau menyisir terlalu keras. Ini penting karena rambut basah lebih rentan mengalami kerusakan.
4. Gunakan leave-in conditioner jika rambut mudah mengembang

Freepik/lookstudio Kalau rambut terasa lebih frizzy, kusut, atau sulit diatur, leave-in conditioner bisa membantu. Menurut AAD, produk ini dapat membuat rambut terasa lebih halus, lebih mudah disisir, serta membantu mengurangi kusut dan rambut mencuat.
Gunakan sedikit saja dari bagian tengah sampai ujung rambut, bukan di kulit kepala. Pemakaian terlalu banyak justru bisa membuat rambut terlihat lepek atau berminyak.
5. Kurangi penggunaan alat styling panas

Unsplash/Annie Spratt Catokan, curling iron, atau hair dryer memang bisa membuat rambut terlihat lebih rapi dalam waktu singkat. Namun, AAD memperingatkan bahwa paparan panas berlebihan dapat membuat rambut rapuh, kering, dan mudah patah.
Jika tetap ingin menggunakan alat panas, pilih suhu rendah hingga sedang dan batasi frekuensinya. Jika memungkinkan, biarkan rambut mengering sebagian secara alami sebelum ditata.
6. Pilih gaya rambut yang longgar dan nyaman

Pexels/Martina Corradetti Mengikat rambut terlalu ketat setiap hari bisa membuat akar rambut terus tertarik. AAD menjelaskan bahwa kebiasaan memakai ponytail, bun, kepang, atau gaya rambut lain yang terlalu kencang dapat menyebabkan traction alopecia atau kerontokan akibat tarikan.
Untuk tampilan rapi saat hamil, bisa memilih gaya rambut low ponytail, loose bun, atau kepang longgar. Selain tetap terlihat rapi, gaya seperti ini juga lebih nyaman dipakai dalam waktu lama.
7. Jika ingin mewarnai rambut, lakukan dengan lebih hati-hati

Pexels/Nataliya Vaitkevich Layanan Kesehatan Nasional Inggris atau NHS menyebut sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa mewarnai rambut saat hamil umumnya aman karena hanya sedikit bahan kimia yang terserap melalui kulit kepala. Namun, kondisi rambut selama kehamilan bisa berubah, sehingga hasil pewarnaan juga bisa berbeda dari biasanya.
Kalau ibu hamil ingin mengecat rambut, lakukan patch test atau strand test terlebih dahulu, gunakan sarung tangan, pastikan ruangan memiliki ventilasi baik, dan jangan membiarkan pewarna lebih lama dari petunjuk produk. NHS juga menyebut sebagian orang memilih menunggu sampai setelah 12 minggu pertama kehamilan sebelum mewarnai rambut.
Itulah tadi informasi mengenai rambut tetap terlihat lebih rapi saat hamil tua. Semoga membantu bumi tidak mengalami bad hair day, ya.
























