TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

6 Manfaat Bermain Game Valorant bagi Anak Remaja, Bisa Mengasah Fokus

Bukan hanya seru, bermain game Valorant juga bermanfaat, lho!

vidaextra.com

Jika berbicara mengenai game online multiplayer yang viral, nama Valorant tentunya melekat di kepala anak-anak remaja. Tidak heran lagi memang jika game satu ini memiliki banyak penggemar. Valorant hadir dengan permainan tembak-tembakan yang unik, segar, mudah diakses dan dimainkan.

Bagi kamu yang tidak tahu, Valorant merupakan game FPS multiplayer dimana setiap pemain bermain dalam dua tim.

Dalam satu permainan, 25 putaran dan tim yang dapat memenangkan 13 putaran akan keluar sebagai pemenang.

Di awal permainan, setiap pemain akan memilih karakter yang disebut sebagai agen. Karakter inilah yang membedakan Valorant dari game online FPS lainnya. Setiap agen di Valorant memiliki skill atau kemampuan khusus tertentu. Ada yang dapat membuat dinding api, menciptakan bayangan, hingga memperlambat pergerakan musuh.

Mode utama game Valorant mirip seperti CSGO, setiap tim dibagi menjadi tim penyerang dan bertahan. Tim penyerang bertugas untuk menanam bom (spike) di beberapa titik, sedangkan tim bertahan harus menjinakkannya.

Misi dan agen yang terdapat di game Valorant perlu dimainkan dengan strategi, perhitungan, dan kerjasama tim yang baik. Karena hal inilah, bermain Valorant tidak sepenuhnya menghabiskan waktu lho. Ada banyak manfaat yang anak remaja dapatkan.

Apa saja manfaat bermain game Valorant? Temukan jawabannya di Popmama.com!

1. Membantu Anak membuat keputusan

Freepik/Luis-molinero

Memilih dan membuat keputusan tidak hanya penting di dunia nyata. Di dalam game Valorant pun setiap pemainnya perlu membuat keputusan dengan tepat.

Ada banyak hal yang harus pemain tentukan ketika bermain. Pertama-tama mereka perlu memilih karakter yang sesuai dengan gaya bermain atau role setiap agen, ada duelist, initiator, controller, dan sentinel.

Selain agen, pemain juga perlu memilih dan menentukan senjata yang tepat. Tentunya dengan mempertimbangkan area mana yang akan menjadi medan perang. Jika berperang dengan jarak dekat pada sebuah lorong kecil, SMG dan Shotgun adalah pilihan terbaik. Namun, jika harus mengalahkan lawan dari jarak yang jauh, maka Riffle atau Sniper tentunya lebih menguntungkan.

Keputusan ini memang terlihat sederhana. Namun jika tidak ditentukan dengan baik, akan sangat mempengaruhi permainan lho.

2. Anak lebih berani menghadapi masalah

gamertweak.com

Banyak dari anak-anak yang menjadikan waktu bermain game sebagai cara mereka lari dari realta dan persoalan yang pelik di dunia nyata. Padahal nyatanya ada berbagai masalah rumit di dalam game mereka.

Banyak sekali masalah yang anak-anak hadapi dalam bermain game, mulai dari tim yang tidak mendukung, musuh yang terlalu sulit untuk dikalahkan, koneksi internet, waktu bermain, dan lainnya.

Mereka tidak dapat pura-pura lari dari masalah itu bukan? Anak-anak akan mencari cara dan solusi terbaik yang bisa diaplikasikan untuk mengatasi masalah mereka. Mungkin seperti mencari teman bermain baru atau belajar mengasah kemampuan bermain mereka.

3. Tidak mudah menyerah

Freepik/Miksturaproduction

Tentunya setiap pemain Valorant ingin mendapatkan kemenangan dari setiap match. Namun harapan ini cukup mustahil untuk didapatkan. Sebab ada banyak sekali pemain berbakat dan hebat yang berkeliaran di dalam game.

Faktanya, game-game kompetitif seperti Valorant tidak hanya mengadu skill pemain, tetapi juga mental.

Inilah alasannya mengapa banyak yang bersikap kasar, mengejek, memojokkan lawan agar menurunkan kondisi psikis pemain.

Hal ini tentunya dapat merusak konsentrasi dan strategi yang telah dibentuk sebelumnya.

Secara tidak langsung dengan bermain, mental anak-anak diasah, untuk semakin kuat dan tegar ketika berhadapan dengan musuh yang menghinanya. Menjadikannya seorang pribadi yang tidak mudah menyerah.

4. Berpikir kritis dan membuat strategi terbaik

Freepik

Meskipun Valorant merupakan game ber-genre FPS, ketangkasan bermain, ketepatan menembak dan pilihan senjata belum cukup untuk memberikan kemenangan.

Para pemain Valorant tentunya perlu berpikir kritis melihat kemungkinan dan peluang yang dapat dimanfaatkan. Di sinilah setiap tim perlu menyusun strategi terbaik untuk meraih kemenangan.

Menentukan strategi dapat dipengaruhi oleh jenis agen yang dipilih dan jenis senjata (jarak dekat atau jauh). Contoh dari strategi ialah seperti retake, menggunakan skill dari setiap agent, dan lain sebagainya.

5. Komunikasi yang baik dan bekerja sama

screenrant.com

Gim Valorant perlu dimainkan di dalam sebuah tim. Bukan tanpa sebab, semua agen di Valorant memiliki peran masing-masing dan semuanya di butuhkan ketika bermain.

Sebut saja ada agen yang memiliki peran sebafai duelist, initiatir, controller hingga sentinel. Semuanya dapat dipilih dari keahlian dan kebiasaan setiap pemain yang berebeda.

Agar dapat meraih kemenangan, anak-anak perlu bekerjasama dan berkomunikasi dengan pemain lainnya. Tim yang dapat berkomunikasi dengan baik tentunya dapat membuat strategi dan taktik yang lebih baik juga kompak.

Dukungan melalui komentar positif antar anggota tim juga dapat meningkatkan semangat dan performa dalam bermain. Sesederhana menuliskan ‘GG’ pada kolom chat.

6. Mengasah fokus

Freepik/Raul-mellado

Misi utama dari permainan Valorant Tentunya untuk mengalahkan tim lawan dan memenangkan game. Meski terdengar sederhana, nyatanya di dalam game ada banyak sekali yang harus pemain perhatikan.

Pemain Valorant perlu fokus memerhatikan alur game mereka, dimana posisi anggota tim lainnya dan juga posisi musuh. Sedikit saja tidak memperhatikan mereka dapat menjadi korban dari pemain lainnya.

Tanpa disadari ini akan mengasah fokus dan konsentrasi anak. Sehingga mereka terbiasa melakukan hal yang sama ketika belajar, mendengarkan guru, atau melakukan aktivitas yang lain.

Bagaimana?

Ternyata ada banyak ya nilai-nilai positif yang anak peroleh dengan bermain game Valorant. Ambil nilai yang positif dan manfaat bermain game Valorant untuk remaja dan hindari nilai negatif yang tidak perlu ditiru.

Baca juga:

The Latest