TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Ini 8 Manfaat Puasa bagi Psikologis Anak, Bukan Sekadar Tahan Lapar

Ternyata ada manfaat psikologis berpuasa untuk anak loh, Ma!

Pixabay/Tariq786

Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga juga spiritual saja, tetapi bisa bermanfaat bagi perkembangan mental dan psikologis seorang anak, Ma.

Meski semua orang setuju bahwa tubuh memerlukan makanan, ada sebuah studi yang menyebutkan bahwa makanan bergizi tidak cukup untuk tubuh.

Tapi Mama jangan salah memahami hal ini. Artinya, makanan yang paling bergizi sekalipun bisa jadi merugikan bagi kesehatan kalau seandainya tubuh tidak dapat mengasimilasinya. Jadi, hanya karena anak mama bisa makan, bukan berarti ia bisa mencernanya dengan baik.

Pasalnya, proses pencernaan sangat kompleks, Ma. Makanan harus dibagi menjadi banyak komponen sebelum bisa diserap ke dalam tubuh.

Karena itu, pemeliharaan yang tepat pencernaan diperlukan untuk menjaga kesehatan fisik. Ini bisa dicapai dalam dua cara, yakni dengan melakukan diet dan puasa.

Berbicara tentang puasa, kali ini Popmama.com akan mengulas manfaat kesehatan psikis dalam hubungannya dengan berpuasa. Lalu apa saja sih manfaat puasa bagi perkembangan psikologis anak, Ma?

Yuk disimak rangkuman berikut ini.

1. Emosi menjadi lebih stabil

Pixabay/54118

Dalam tubuh dan pikiran, keberadaan dua hal ini tidak terpisah. Fisik dan mental saling berinteraksi satu sama lain. Artinya, anak yang dilatih berpuasa sejak dini, akan mudah menjaga emosionalnya dan perilakunya dapat dijaga dengan baik, Ma.

Di samping emosionalnya stabil, tubuh ABG Mama juga menjadi sehat. Jadi, enggak ada salahnya mengajari anak berpuasa, bukan?

2. Bisa menyehatkan pikiran

Pixabay/Noorislam

Apa yang dimakan dan diserap tubuh, secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap pikiran, Ma. Soalnya, apa yang mempengaruhi tubuh, juga akan mempengaruhi pikiran dan sebaliknya.

Dengan berpuasa, tubuh dan pikiran ABG Mama akan lebih sehat, pikiran negatif dibuang jauh-jauh, dan selalu bersemangat mengahadapi tugas sekolah dan masalah apa pun yang sedang dihadapinya.

3. Mengontrol hawa nafsu

www.pexels.com

Mengontrol hawa nafsu adalah aspek penting dalam hidup anak remaja yang harus bisa dia atasi sendiri, Ma. Sejatinya, tindakan-tindakan tanpa kontrol merupakan dampak dari perkembangan emosi remaja yang belum stabil. Terkadang, misalnya, perkelahian bisa dipicu karena hal yang sepele.

Untuk itu, ABG Mama setidaknya harus bisa mengontrol emosinya guna mencegah tindakan yang merugikan dirinya.

Emosi atau hawa nafsu memang tidak dapat dilenyapkan, tetapi dapat ditekan seminimal mungkin. Caranya adalah dengan mendidik anak berpuasa agar ia lebih mudah mengontrol segala tindakan represif.

4. Menyeimbangkan hormon penyebab emosi

Pixabay/Free-Photos

Ada banyak hormon dalam tubuh manusia yang beredar dalam aliran darah dan menghasilkan reaksi emosional yang berbeda-beda. Misalnya, tirod memiliki pengaruh yang kuat terhadap perilaku seseorang.

Begitu juga, ada hormon-hormon dasar tertentu yang dikeluarkan kelenjar pituitari yang bertanggung jawab dalam berbagai jenis hawa nafsu seperti melakukan kekerasan, ambisi, kemarahan, dan tindak kekejaman.

Hormon-hormon tersebut mengalir dalam tubuh dan pikiran. Namun, jika jumlah hormon-hormon itu berlebihan, maka akan terjadi ketidakseimbangan di antara mereka.

Ketika anak Mama berpuasa, ekstraksi dan metabolisme hormon dalam aliran darah dipercepat. Hasilnya, tingkah laku anak akan menjadi lebih beradab.

Baca juga:

Biasa Buka Puasa dengan Minum Teh Manis, Amankah untuk Anak?

5. Menstabilkan emosi saat pre menstruasi

www.socastsrm.com anak malas

Tahu enggak Ma, berpuasa ternyata bisa membantu menstabilkan siklus menstruasi anak perempuan Mama loh.

Siklus ini merupakan indikasi kesehatan yang sangat penting dalam tubuh perempuan. Sudah sering diamati bahwa siklus menstruasi didahului atau diikuti periode turbulensi emosi yang intens.

Di samping itu, berpuasa sangat bermanfaat bagi anak perempuan agar bisa menyeimbangkan sistem hormonal dan emosinya.

6. Menjadikan mudah konsentrasi

Pixabay/geralt

Menurut sebuah penelitan, jika berpuasa memasuki hari kesembilan, otak akan menjadi sangat jernih, konsentrasi jadi lebih tajam, dan masalah-masalah dalam tubuh dihilangkan.

Apabila anak Mama sedang ujian sekolah, hal ini tentunya akan membantu sekali karena anak jadi lebih fokus mengerjakan soal ujian dan bisa berkonsentrasi dengan baik.

7. Obat bagi masalah psikis

www.huffpost.com Anak sulit membaca

Untuk membantu anak Mama yang memiliki masalah emosional, seperti gugup atau penakut, tidak ada cara yang lebih baik mengatasinya kecuali dengan berpuasa. Ma, mintalah anak berpuasa, maka pikirannya segera menjadi tenang dan sabar dalam menghadapi berbagai situasi sulit.

8. Semakin percaya diri

Flickr/U.S. Embassy Jakarta

Bisa menjalankan puasa dengan lancar membuat kepercayaan diri anak semakin meningkat. Puasa adalah masa yang seringkali penuh godaan, namun tentu saja dengan mengatasi semua godaan akan membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih baik. Memenangkan pertarungan antara godaan itu, membuat anak semakin yakin akan kekuatan di dalam dirinya, menimbulkan kebanggan, dan ia akan semakin percaya diri. 

Sekarang Mama sudah tahu kan betapa banyak manfaat berpuasa untuk kesehatan psikis anak.

Apalagi, di masa-masa pubertas, seorang anak memang dianjurkan untuk melatih dirinya berpuasa agar segala dampak negatif dari emosi bisa dikontrol dan fungsi hormonal berjalan dengan stabil.

Baca juga: 

The Latest