TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Yuk, Kenali 6 Masalah Tidur pada Anak

Hati-hati Ma, hal ini bisa mengganggu kegiatannya di sekolah lho!

Pixabay/Sasin Tipchai

Anak biasanya melewatkan waktu tidur siang. Di rentang usianya, ada saja kegiatan yang harus ia jalani baik di sekolah maupun di tempat lainnya. Hal ini kadang membuat anak kurang memiliki waktu tidur yang cukup.

Terlebih lagi, hal ini bisa jadi diperparah oleh anak yang memiliki kesulitan tidur di waktu malam. Hal ini bisa terjadi karena ia memang memiliki masalah saat tidur, atau jadwal padat yang membuatnya tak mendapatkan waktu tidur yang cukup.

Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Kita Tidur?

Pexels/Sam K

Mama perlu tahu, bahwa pada malam hari saat kita tidur, otak kita tak ikut tidur. Menurut laman Kidshealth.org yang didirikan oleh seorang dokter bernama Neil Izenberg, saat kita terlelap, otak aktif melalui lima tahapan tidur. Satu tahap memiliki rentang waktu sekitar 90 hingga 100 menit.

Pada tahap pertama dan kedua, kita mudah terbangun. Napas dan detak jantung mulai memelan, suhu tubuhpun mulai menurun. Pada tahap ketiga dan keempat, kita mengalami deep sleep. Di tahap ini kita paling susah dibangunkan dan kalaupun terjaga, kita bisa jadi merasa pusing dan butuh waktu untuk tersadar sepenuhnya. Di saat inilah tubuh memperbaiki diri.

Pada tahap terakhir atau tahap REM (Rapid Eye Movement), kita mulai menuju tahap sadar. Bola mata biasanya terlihat bergerak-gerak di balik kelopak, dan napas semakin cepat. Di tahap inilah manusia biasanya bermimpi.

Mengapa Anak Mengalami Masalah Tidur?

Pixabay/Congerdesign

Hasil riset menunjukkan bahwa anak membutuhkan setidaknya 8,5-9 jam sehari untuk tidur. Artinya, jika anak harus bangun untuk bersiap sekolah pada pukul 05.30, ia harus tidur pukul 20.30.

Di masa kini, menyuruh anak untuk tidur kurang dari pukul 21.00, tak semudah membalikkan telapak tangan. Riset pula yang menunjukkan bahwa ternyata ada banyak anak mengalami kesulitan tidur lebih awal. Hal ini terjadi bukan karena anak tak mau tidur cepat. Namun, karena otak mereka sudah terbiasa untuk bekerja hingga malam, sehingga belum siap untuk tidur.

Ini adalah hal yang wajar karena anak yang beranjak dewasa mulai memproduksi hormon melatonin saat malam hari, yang bersama hormon seratonin membantu mengatur siklus tidur dan terjaga seseorang. Hal inilah yang membuatnya sulit tidur lebih awal. Namun, kadang tidur yang telat ini—bahkan hingga larut malam—bisa bertambah parah dan bahkan memengaruhi kegiatannya di siang hari.

Berikut masalah tidur yang dialami anak menurut laman Kidshealth:

1. PLMD dan RLS

Freepik/naypong

PLMD merupakan singkatan dari Periodic Limb Movement Disorder atau disebut juga dengan RLS (Restless Leg Syndrome). Gangguan ini menyebabkan timbulnya gerakan kaki atau lebih jarang lagi, tangan, saat anak terlelap.

Tanpa disadari dan tidak bisa dikontrol, kaki anak menendang-nendang atau bergerak ke sana ke mari saat tidur. Biasanya penderitanya mengalami sensasi pada bagian tubuh ini saat mereka terbangun, seperti rasa gatal, kesemutan, kram, atau seperti terbakar. Salah satu pengobatan yang bisa dilakukan oleh dokter untuk menghentikan hal ini ialah memberikan zat besi tambahan pada anak.

2. Obstructive Sleep Apnea

Freepik/maria_sbytova

Sindrom apnea tidur obstruktif ini membuat si Anak mengalami henti napas selama beberapa saat karena saluran napasnya mengecil atau terhalang. Salah satu penyebab umum yang diketahui adalah pembesaran jaringan, yang terletak di saluran yang menghubungkan hidung dan tenggorokan. Obesitas juga bisa memicu hal ini.

Tanda yang ditunjukkan anak adalah kesulitan bernapas, mengorok saat tidur, dan bahkan berkeringat berlebihan saat terlelap. Karena mengganggu istirahat, anak bisa jadi malah mengantuk atau gelisah di siang hari.

3. Asam lambung yang meningkat

Pixabay/Clker-Free-Vector-Images

Kesulitan tidur yang dialami si Anak bisa jadi disebabkan oleh GERD, atau Gastroesophageal Reflux Disease. Hal ini terjadi saat asam lambung naik ke saluran atas, menyebabkan rasa seperti terbakar. 

Gejala GERD ini bisa jadi semakin parah saat si Anak merebah, berada dalam posisi tidur. Walaupun GERD ini tak disadari saat anak terlelap, tetap saja hal ini bisa mengganggu siklus tidurnya.

4. Night terror

Pixabay/cocoparisienne

Mimpi buruk tentu saja sesekali bisa dialami oleh anak. Namun, ternyata ada juga yang mengalami mimpi buruk berkali-kali atau night terror sehingga mengganggu pola tidurnya. Hal ini terjadi saat si Anak akhirnya terbangun tengah malam karena ketakutan.

Mimpi buruk ternyata ada penyebabnya, Ma. Beberapa di antaranya yaitu stres dan kecemasan. Belum lagi jika si Anak mengonsumsi alkohol atau obat terlarang. Obat dari dokter juga bisa memicu hal ini. Bahkan kurang tidur itu sendiri juga bisa menyebabkan mimpi buruk. loh Ma.

5. Narkolepsi

Pixabay/corrineharleman

Walau jarang terjadi pada anak menjelang remaja, anak yang mengalami narkolepsi biasanya akan amat mengantuk saat waktunya terjaga, dan bisa mengalami "serangan" yang membuatnya tiba-tiba tertidur dan kehilangan pengendalian ototnya. Di malam hari, si Anak justru terjaga berkali-kali.

Serangan ini bisa jadi membahayakan karena anak bisa jadi tertidur di mana pun tanpa gejala awal. Kehidupan sosial dan sekolahnya bisa terganggu akibat pola tidur yang tak biasa ini.

6. Berjalan sambil tidur

Pixabay/Thomas B.

Sejatinya, semakin beranjak remaja, semakin jarang anak berjalan sambil tidur. Uniknya, hal ini bisa jadi merupakan keturunan. Berjalan sambil tidur biasanya lebih sering terjadi saat anak mengalami demam, kurang tidur, atau mengalami stres.

Namun, berjalan sambil tidur umumnya bukanlah masalah yang serius. Hal ini biasanya terjadi pada siklus ketiga atau keempat. Anak yang berjalan sambil tidur biasanya akan kembali dengan sendirinya ke tempat tidur dan ingat apa yang ia lakukan ketika terjaga nanti. 

Apa yang Harus Mama lakukan?

Pixabay/Rawpixel

Jika Mama melihat anak Mama terlihat lelah sepanjang hari atau mengalami kesulitan tidur, lebih baik Mama berkonsultasi dengan dokter. Dengan demikian, masalah yang dialami si Anak bisa diatasi dengan pasti. Apalagi jika kesulitan tidur ini terkait gangguan kesehatan yang harus ditangani secara medis. 

Baca juga: 

The Latest