5 Langkah agar Anak Tidak Mimpi Buruk Lagi

Kadang anak mama mengalami mimpi buruk yang membuat tidurnya terganggu

17 Agustus 2018

5 Langkah agar Anak Tidak Mimpi Buruk Lagi
Freepik/Freephoto

Sepertinya hampir semua anak pernah mengalami mimpi buruk ya, Ma. Seiring dengan bertambah baiknya daya imajinasi anak, maka semakin besar juga kemungkinan ia mengalami mimpi buruk.

Menurut American Academy of Pediatrics, mimpi buruk biasanya terjadi di fase tidur REM (rapid eye movement). Anak bisa terbangun dalam kondisi menangis, ketakutan, dan kemudian sulit untuk tidur lagi.

Biasanya mimpi buruk ini paling sering dialami anak usia 6 sampai 10 tahun. Penyebabnya? Salah satunya karena daya imajinasi anak yang semakin ‘liar’ sehingga memengaruhi mimpinya.

Contoh saja, anak baru melihat badut di ulang tahun salah satu temannya. Daya imajinasinya pada badut yang menakutkan bisa tertuang di mimpinya.

Sebuah penelitian di Belanda melaporkan kalau hampir 70 persen anak usia 10-12 tahun mengatakan mereka pernah mimpi buruk dari sesuatu yang mereka lihat di TV.

Sedangkan Jodi Mindell, Ph.D, wakil direktur di Sleep Center, The Children’s Hospital of Philadelphia, mengatakan pada Parents bahwa semua sumber stres (termasuk kelelahan) dapat meningkatkan risiko anak mengalami mimpi buruk. Jadi jika anak mengalami mimpi buruk hingga berminggu-minggu, coba cari tahu masalah apa yang sedang ia hadapi dan bantu ia mencari solusinya.

Masih banyak lagi yang bisa Mama lakukan untuk meredakan frekuensi mimpi buruk anak. Mau tahu? Yuk, lihat beberapa langkah berikut ini:

1. Mengerti kebutuhan anak

1. Mengerti kebutuhan anak
Freepik/Peoplecreations

Ketika anak mengalami mimpi buruk, mungkin Mama akan mengatakan “Itu cuma mimpi. Ayo, tidur lagi.” Namun, Robin Berman, M.D, psikiater sekaligus penulis Permission to Parent tidak menyarankan kata-kata itu, Ma.

Bagi anak, mimpi buruk itu sangat nyata. Maka, sebaiknya Mama tenangkan si Kecil, kemudian bilang, “Mama bisa bayangkan, mimpi tadi pasti seram banget. Tapi tenang saja, enggak ada orang jahat di kamar kamu, kok.”

Editors' Picks

2. Jangan tidur terlalu malam

2. Jangan tidur terlalu malam
Freepik/Freephoto

Anak yang tidur terlalu malam lebih sering mengalami mimpi buruk. Anak usia 10 tahun kira-kira butuh 11 jam tidur, maka ciptakan suasana jelang tidur yang nyaman agar tidurnya berkualitas dan tepat waktu.

Hindari penggunaan gadget, setidaknya setengah jam sebelum tidur. Menurut Dr. Dawn Huebner, Ph.D, penulis What to Do When You Dread Your Bed, alat elektronik dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang memengaruhi kualitas tidur anak.

Ia menyarankan untuk melakukan aktivitas yang membuat anak lebih tenang sebelum tidur, seperti mandi air hangat.

3. Mencoba relaksasi

3. Mencoba relaksasi
Pexels/snapwire

Tubuh dan pikiran yang lebih tenang menjadikan anak lebih mudah tidur, dan lebih nyenyak. Maka, Mama bisa mengajarkan anak untuk melakukan relaksasi sebelum tidur.

Salah satu cara mudahnya adalah mengambil napas dengan lubang hidung kanan, dan membuang napas dari lubang hidung kiri.

4. Hadapi hal yang ditakuti

4. Hadapi hal ditakuti
Freepik/Freephoto

Ada anak yang bermimpi bonekanya berubah jadi monster, jadi ia meminta Mama untuk membalik wajah boneka itu agar tak terlihat. Apa Mama balik boneka itu? Jika tidak, Mama melakukan hal yang tepat. 

Membalik bonekanya sama saja mengiyakan bahwa mimpinya nyata. Daripada memberi kenyamanan sementara, lebih baik ajarkan ia untuk perlahan mengatasi hal yang ia takuti.

Intinya adalah: semakin anak memikirkan hal yang ia takuti, semakin berani ia jadinya.

Menurut Dr. Huebner, cara ini seperti mengunyah permen karet. Rasa awalnya sangat kuat, namun jika terus dikunyah, lama-lama tidak terasa apa-apa lagi.

5. Melatih otak anak

5. Melatih otak anak
mattresshelp.org

Mimpi buruk itu bisa terjadi karena otak anak terbiasa melakukannya. Jadi setelah anak mengalami mimpi buruk, anak harus memikirkan sesuatu yang menyenangkan dan seru.

Mama juga bisa mengarahkan anak untuk membedakan antara fantasi dan realita, kemudian beri ia pengertian dengan cara yang logis.

Kalau anak sering mimpi buruk tentang kebakaran rumah misalnya, maka beri tahu apa saja cara mencegah kebakaran, dan beri pelajaran seru tentang cara mengatasi kebakaran.

Mengikis satu per satu mimpi buruk anak? Mama pasti bisa! Selamat mencoba, Ma.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.