TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Hampir Remaja Anak Mama Masih Mengompol? Cari Tahu Penyebabnya

Jangan dimarahi, Ma. Kasus ini bisa terjadi di luar kendali anak

flickr.com/woodleywonderworks

Bayi mengompol itu hal yang wajar terjadi. Namun, jika itu masih juga dialami oleh anak jelang remaja, tentu tidak biasa. Barangkali Mama merasa jengkel, "Sudah gede kok masih ngompol aja sih?"

Mengompol atau disebut juga dengan nocturnal enuresis adalah hilangnya kontrol kandung kemih di malam hari. Kondisi ini menyebabkan penderitanya buang air kecil secara tidak sengaja di waktu tidurnya.

Mengompol sebenarnya lumrah terjadi saat anak berusia bayi hingga mereka berusia remaja belasan tahun. Dilansir dari verywellfamily.com diperkirakan tiga persen dari remaja di dunia ini, masih mengompol hingga usia 14 tahun. Sebagian besar yang mengalaminya adalah anak laki-laki. Tetapi tidak menutup kemungkinan dialami juga oleh remaja perempuan.

3 Penyebab Nocturnal Enuresis Primer

Pexels/John-Mark Smith

Secara umum nocturnal enurisis dibagi menjadi 2 kategori, yakni nocturnal enuresis primer dan nocturnal enuresis sekunder. Nocturnal enuresis primer merupakan kejadian mengompol yang mengacu pada buang air kecil di malam hari, di mana nyaris membuat penderitanya tidak pernah mengalami periode kering sama sekali sepanjang waktu tidurnya.

Ada 3 penyebab utama terjadinya nocturnal enuresis primer, yaitu:

1. Presdiposisi genetik atau penyakit genetik

Penyakit genetik atau kelainan genetik adalah sebuah kondisi yang disebabkan oleh kelainan oleh satu atau lebih gen yang menyebabkan sebuah kondisi fenotipe klinis. Sekitar 75 persen anak-anak yang memiliki kecenderungan mengompol di malam hari ternyata terbukti memiliki orangtua dengan masalah yang sama dengan mereka. 

2. Tidur terlalu nyenyak

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tidur terlalu nyenyak di malam hari seringkali malas atau sulit bangun. Inilah yang kemudian menyebabkan mereka sering mengompol tanpa disadari.  

3. Produksi ADH atau vasopressin menurun

Hormon antidiuretik atau ADH berperan mengatur kadar air yang diserap oleh hati. Semakin banyak ADH yang diproduksi, semakin banyak air yang akan diserap oleh ginjal. Artinya, air akan banyak diserap pada darah dan mengentalkan urin. Namun, saat produksi ADH menurun, tubuh akan melepaskan air dan menyebabkan konsentrasi pada darah dan urine mengencer.

Penyebab Nocturnal Enuresis Sekunder

trbimg.com

Nocturnal enuresis sekunder biasanya dialami oleh anak yang mulai mengompol kembali di malam hari setelah mengalami periode kering, setidaknya selama 6 bulan. Gangguan jenis ini biasanya muncul saat penderitanya mengalami kondisi tertentu misalnya infeksi saluran kemih, kelainan struktural di saluran kemih, sembelit, atau situasi stres di rumah atau sekolah. 

Anak yang mengompol di usia jelang remaja bukan berarti karena ia malas atau tidak disiplin. Sebaliknya, ada faktor-faktor tertentu, secara fisik maupun psikis yang mengindikasikan masalah dan perlu mendapatkan pertolongan.

Yang perlu Mama ingat, pada anak usia remaja, mengompol dapat menurunkan self-esteem dan kehidupan sosial anak. Biasanya, ia akan sebisa mungkin menolak melakukan perjalanan menginap karena takut teman-teman mengetahui kondisi sebenarnya. Alih-alih menekan dan menyudutkannya, sebaiknya segera cari pertolongan dokter untuk mengatasi masalah ini ya, Ma.

Baca Juga:

The Latest