Anak Pun Bisa Merasa Stres Karena Sekolah, Ini 7 Tandanya

Jika anak Mama menangis setiap hari sebelum berangkat ke sekolah, jangan disepelekan, Ma.

25 Maret 2019

Anak Pun Bisa Merasa Stres Karena Sekolah, Ini 7 Tandanya
Pexels.com/pixabay

Tidak semua anak mengalami hari yang indah di sekolah, terkadang mereka merasa stres dengan berbagai situasi yang dihadapinya. 

Idealnya, setiap orangtua pasti ingin mendapatkan cerita yang seru dan menyenangkan saat anak pulang sekolah. Sayangnya, tidak semua anak dapat merasakan kegembiraan di sekolah terlebih bagi mereka yang sulit beradaptasi di dalam situasi baru, seperti awal tahun ajaran. 
 

Penyebab Anak Menjadi Stres di Sekolah

Penyebab Anak Menjadi Stres Sekolah
Pexels.com/Pragyan Bezbaruah

Dilansir dari handinhandparenting.com, ada beberapa faktor yang melatarbelakangi anak merasa stres di sekolah, antara lain:

  1. Anak kesulitan mengikuti aturan yang berlaku di dalam kelasnya.
  2. Ketidakmampuan anak untuk beradaptasi dengan teman sekelasnya.
  3. Hari-hari sekolah yang terasa panjang dan membosankan.
  4. Anak merasa kurang mendapat perhatian dari guru.
  5. Kesedihan karena berpisah dengan teman di kelas sebelumnya.

Masalahnya, Ma, seringkali anak belum dapat memahami dan mengungkapkan apa yang dirasakannya, karena tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami stres. Namun, biasanya anak akan memberikan sinyal melalui perilaku yang menunjukkan bahwa segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik. 

Editors' Picks

Ini 7 Tanda Anak Mengalami Stres

Ini 7 Tanda Anak Mengalami Stres
Pexels.com/pixabay

Berikut ini beberapa tanda yang dapat Mama kenali saat anak mengalami stres :

  1. Tidak dapat melakukan kontak mata dalam waktu lama.
  2. Menolak untuk melakukan kontak fisik atau disentuh.
  3. Menunjukkan perilaku negatif dan tidak kooperatif.
  4. Takut terhadap perubahan yang terjadi di sekitarnya.
  5. Menyendiri dan menarik diri dari lingkup pergaulan.
  6. Tidak ingin berjauhan dengan orang tua atau terus-menerus “menempel” pada Mama.
  7. Melakukan aktivitas atau permainan yang sama terus-menerus.

Tanda-tanda tersebut bisa saja terjadi ketika anak merasa bahwa bersekolah membuat mereka terpaksa harus meninggalkan zona nyamannya di rumah dan berpisah dengan orangtua. Hal ini akan menciptakan emosi, perasaan, dan ketakutan yang memenuhi otak mereka, bahkan sebelum berangkat ke sekolah. Keadaan demikianlah akhirnya membuat anak seringkali menangis dan mengamuk di pagi hari.  

3 Langkah untuk Mengurangi Stres Anak di Sekolah

3 Langkah Mengurangi Stres Anak Sekolah
Pexels.com/pixabay

Ma, di saat anak hanya mampu mengandalkan tangisan atau amukan untuk mengungkapan kegelisahannya, janganlah mengabaikan perasaannya. Lakukan 3 langkah berikut ini untuk mengatasinya:

  1. Berhentilah mengomel dan memarahi si Anak. Hal itu malah menambah tingkat stresnya bukan memperbaiki kondisinya.
  2. Cobalah meluangkan waktu untuk mendengarkan apa yang menjadi ganjalan di hatinya, ketimbang memarahinya setiap pagi. 
  3. Ajak si Anak untuk membayangkan hal-hal yang menyenangkan di sekolah untuk membuatnya lebih rileks sehingga ia merasa aman dan membantunya mengatasi stres karena sekolah.

Semoga stres berkurang dan prestasi anak mama semakin meningkat ya!

Baca Juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!