Bahaya, 8 Obat dan Makanan Ini Tidak Boleh Dikonsumsi Bersama

Coba perhatikan, apa kamu pernah mengkonsumsinya?

Freepik/Azerbaijan_stockphoto

Ketika tubuh manusia sakit, ada banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya, mulai dari minum obat hingga membantu proses kesembuhan dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang menyehatkan. 

Ada banyak makanan menyehatkan yang dapat membantu memperbaiki kesehatan tubuh. Sebagai contoh, jahe dan lemon dikenal sebagai makanan yang membantu menyembuhkan batuk atau sakit tenggorokan.

Faktanya tidak semua makanan bekerja dengan baik bersama obat lho. Terdapat beberapa jenis makanna yang malah dapat menurunkan, bahkan menghilangkan khasiat obat yang kita minum. 

Kombinasi antara makanan dengan obat sangatlah berbahaya, sampai-sampai dapat mendatangkan penyakit baru juga lho. 

Temukan informasi mengenai 8 obat dan makanan yang tidak boleh dikonsumsi bersama di Popmama.com ya!

1. Teh dengan obat

Freepik/Jcomp

Mungkin bagi kebanyakan orang teh dianggap sebagai salah satu minuman menyehatkan yang nikmat untuk diminum secara hangat. 

Namun sebenanya teh tidak boleh dikonsumsi bersama dengan obat lho karena dapat menimbulkan reaksi yang buruk bagi tubuh. 

Kandungan di dalam teh sendiri ternyata dapat menurunkan penyerapan obat di dalam tubuh. Menyebabkan kerja obat menjadi tidak maksimal.

Daripada teh, sebaiknya pilihlah air putih yang memiliki sifat lebih netral untuk diminum bersama dengan obat.

2. Produk susu dengan antibiotik

purewow.com

Selain teh, produk olahan susu seperti keju, yoghurt, dan es krim sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan obat antibiotik.

Mengapa begitu? Produk susu dapat mengikat antibiotik lalu menganggu penyerapannya dalam darah. Menyebabkan kerja obat tersebut menjadi kurang maksimal.

Beberapa obat antibiotik yang tidak dikonsumsi bersama produk olahan susu di antaranya adalahh; Cipro (ciprofloxacin), Levaquin (levofloxacin), Avelox (moksifloksasin), dan tetrasiklin.

Jika ingin mengonsumsi produk susu, makanlah dengan rentang waktu 2 jam sebelum atau 6 jam setelah mengonsumsi antibiotik.

3. Buah pisang dengan obat hipertensi

Freepik/Azerbaijan_stockphoto

Buah pisang dikenal memiliki banyak khasiat dan manfaat bagi tubuh. Namun tahu tidak jika buah berwarna kuning ini sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan obat tekanan darah tinggi atau hipertensi. 

Kadar kalium tinggi yang dimiliki pisang ketika bertemu dengan obat hipertensi dapat mengakibatkan aritmia atau gangguan pada irama jantung, seperti semakin lambat atau cepat.

Ini juga berlaku pada makanan lain yang tinggi akan kalium atau potasium, seperti alpukat, dan tomat.

4. Cokelat dengan obat berkhasiat stimulan

Freepik/freepik

Mungkin biasanya Mama memberikan cokelat kepada anak-anak agar mereka lebih mudah dan tidak rewel ketika minum obat. Harap perhatikan ya, Ma. Sebaiknya hindari konsumsi cokelat bersamaan dengan obat stimulan. 

Mengonsumsi cokelat bersamaan dengan obat berkhasiat stimulan (ritalin) dapat meningkatkan kerja obat menjadi jauh lebih kuat.

Campuran keduanya juga dapat memacu lonjakan tekanan darah yang amat berbahaya. 

5. Udang dengan vitamin C

Freepik/valeria_aksakova

Mengutip dari vinmec.com, mengonsumsi udang bersamaan dengan vitamin C bukanlah hal yang baik. 

Udang sendiri mengandung zat arsenik yang dapat berinteraksi dengan vitamin C. Reaksi keduanya dapat berbahaya bahkan meracuni tubuh. 

Itulah mengapa ahli nurtrisi sering melarang konsumsi udang bersaman dengan makanan yang kaya akan vitamin C. 

Agar lebih aman, jika Mama ingin memberikan vitamin C kepada anak mama, tunggulah sekitar 4 jam setelah mereka mengonsumsi udang. 

6. Makanan tinggi serat dengan obat hipotiroidisme

Freepik/Azerbaijan_stockphoto

Serat memiliki banyak manfaat untuk tubuh seperti membantu penyerapan nutrisi dan menjaga daya tahan tubuh. 

Mengonsumsi makanan berserat tinggi bersamaan dengan levothyroxine, obat untuk mengatasi rendahnya kadar hormon tiroid, mengurangi efektifitas obat tersebut. Hal ini juga berlaku dengan obat digoksin. 

Pasalnya, makanan berserat tinggi memengaruhi penyerapan dua jenis obat tersebut. Menyebabkan keduanya bekerja kurang maksimal.

Berilah jeda selama sekitar dua jam sebelum atau sesudah minum obat jika ingin mengonsumsi makanan tinggi serat. 

7. Sayuran Hijau dengan Warfarin

Pixabay/ThiloBecker

Sayuran hijau dan warfarin merupakan kombinasi obat dengan makanan berbahaya selanjutnya. 

Ingat ya, Mama dan si Kecil sebaiknya tidak mengonsumsi sayuran hijau yang mengandung vitamin K, seperti brokoli, kol, kangkung, dan bayam, dengan obat warafin. 

Mengapa begitu? Warfarin sendiri merupakan senyawa yang berlawanan dengan vitamin K dan bermanfaat untuk mengatasi dan mencegah pembentukan gumpalan darah.

Ketika digabung dengan vitamin K, keefektifan obat tersebut akan berkurang. 

8. Kayu manis dengan obat spironolactone

healthline.com

Spironolactone merupakan obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah pada hipertensi. Obat ini juga digunakan untuk pengobatan gagal jantung, hipokalemia, juga sirosis. 

Spironolactone sendiri bekerja dengan cara menghambat penyerapan garam (natrium) dan air berlebih ke dalam tubuh. Lalu menjaga agar kadar kalium darah tidak terlalu rendah.

Mengutip dari everydayhealth.com, kayu manis akan bekerja berlawanan dengan Spironolactone. Keduanya akan bekerja secara bersaingan menyebabkan kerja obat Spironolactone menjadi tidak efektif. 

Itulah dia 8 obat dan makanan yang tidak boleh dikonsumsi secara bersamaan. Ingat ya, Ma jangan sampai salah. 

Baca juga:

The Latest