TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

7 Faktor Utama Penentu Kesuksesan Anak

Coba review lagi yuk apakah si Kecil sudah terlihat memiliki 7 sifat ini untuk menunjang kesuksesan?

Pexels/Paropak Apichodilok

Siapa sih yang tidak ingin buah hatinya kelak menjadi orang yang sukses? Semua orangtua pasti memiliki harapan serupa. Tetapi harus diingat bahwa orangtua memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan kesuksesan seorang anak.

Pola asuh dan cara didik yang diterapkan harus mampu membangun sikap positif di dalam diri si Anak. Tidak perlu selalu berpatokan pada nilai dan ranking karena itu semua tidak menjamin kesuksesannya di masa mendatang.

Setidaknya ada 7 hal paling penting yang harus orangtua tanamkan dalam diri anak sejak dini agar tumbuh menjadi kebiasaan. Yuk, simak lebih lanjut ulasan Popmama.com berikut ini:

1. Punya nilai kejujuran

Pixabay/mohamed Abdelgaffar

Hal pertama yang harus diterapkan pada diri si Anak adalah pentingnya kejujuran. Jujur berarti berani mengatakan kebenaran atau informasi yang sesungguhnya.

Dalam agama sifat ini sangat ditekankan untuk dimiliki setiap manusia. Tetapi sayangnya banyak orang dewasa tidak mampu bersikap jujur karena terbentur berbagai kepentingan bahkan terancam rasa takut yang digulirkan berbagai pihak.

Beri pengertian pada anak bahwa hanya seseorang berjiwa besar dan beranilah yang mampu bersikap jujur dalam segala aspek kehidupannya. Dengan memiliki kejujuran maka orang lain akan menghormati dan mempercayai kita sehingga bisa membantu dalam meraih kesuksesan di masa mendatang.

2. Selalu bersikap disiplin

Pexels/Pixabay

Sebaiknya kita sudah mengajarkan disiplin pada anak sejak ia masih kecil. Dimulai dengan hal-hal sederhana misalnya membereskan kamar setelah bangun tidur dan mengganti pakaian setelah pulang bepergian.

Seiring berjalannya waktu anak akan memasuki usia sekolah, bantu ia agar dapat disiplin bangun pagi sehingga tidak terlambat pergi ke sekolah serta mengerjakan tugas di rumah.

Arti disiplin sendiri memiliki makna rela mematuhi peraturan yang telah dibuat tanpa ada perasaan terpaksa. Dengan memiliki rasa disiplin yang tinggi maka orang lain akan menghormati kita sehingga secara tidak langsung kesuksesan sudah ada di depan mata.

3. Selalu mudah bergaul

Pexels/Pixabay

Orang yang kaku dan tidak luwes tentunya tidak mudah bergaul dengan orang lain dan lingkungan baru. Padahal keahlian dalam bergaul sangat penting dan menentukan keberhasilan seseorang lho.

Kemampuan untuk mudah bergaul termasuk ke dalam kecerdasan sosial atau interpersonal. Cara agar dapat mengasah kemampuan ini yaitu dengan membaca bahasa tubuh lawan bicara, menjadi pendengar yang baik, mampu bernegosiasi, beretika dan memberi kesan pertama yang baik.

Tidak mudah tentunya mengajarkan si Anak mengenai hal ini namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Gunakan pemahaman sederhana yang mudah dimengertinya serta sabar dan telaten dalam melakukannya.

4. Bersikap sabar dan mau kerjasama

Pixabay/Nastya_gepp

Sebagai orangtua kita otomatis menjadi pendamping anak dalam mengasah berbagai kemampuannya terutama pada hal-hal penentu kesuksesannya di masa mendatang.

Perlu peran aktif orangtua dalam mendidik dengan penuh kesabaran dan tidak kenal lelah dalam menerapkan berbagai kebiasaan baik dalam diri anak. Kerjasama yang baik baik dari Mama dan Papa tentunya akan sangat berpengaruh pada perkembangan buah hati.

5. Punya etos kerja keras

Pexels/Pixabay

Kerja keras disini bukan selalu terikat pada waktu atau tenaga yang dicurahkan untuk sebuah pekerjaan, melainkan lebih daripada itu misalnya dengan bekerja cerdas dan bekerja kreatif. Dengan menerapkan pola kerja seperti itu maka hasil dapat diraih dengan baik tanpa terlalu banyak menghabiskan waktu dan tenaga.

6. Cinta pada pekerjaan

Pexels/Pixabay

Apabila kita tidak cinta pada pekerjaan pasti akan timbul rasa terpaksa dalam hati kita. Rasa terpaksa ini memjadikan hal-hal yang perlu dilakukan sebagai kewajiban semata yang tidak jarang dikorbankan atau diabaikan.

Tanamkan pada diri si Anak untuk mencintai segala sesuatu yg ia lakukan misalnya berenang, les alat musik, karate dan lain sebagainya.

Ciptakan suasana dan lingkungan yang menyenangkan serta teman-teman yang peduli pada satu sama lain. Dengan begitu anak tidak akan merasa terpaksa menjalani rutinitas sehari-hari dan dapat mendorong bakatnya seoptimal mungkin.

7. Memiliki sifat kepemimpinan

Pexels/Rebrand Cities

Mengasah sifat kepemimpinan pada anak bukan perkara mudah. Ia harus menjalani berbagai fase kehidupan terlebih dahulu dimana si Anak akan mengalami masa sulit seperti kegagalan dan keterpurukan.

Selalu dampingi ia saat ia merasa lemah dan kuatkan kembali tekad dan semangatnya. Ingatkan anak bahwa tidak ada satu orangpun yang tidak pernah merasakan kegagalan. Jadikan kegagalan sebagai pemacu kita untuk lebih berkembang dan memperbaiki diri dari waktu ke waktu.

Nah, itulah 7 faktor utama penentu kesuksesan anak. Mama dan Papa sebaiknya sudah memperhatikan sejak kecil kecenderungan masing-masing anak sehingga dapat optimal dalam mengembangkan minat dan bakatnya.

Baca juga:

The Latest