TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Profil Pelajar Pancasila: Pengertian dan Ciri-cirinya

Satu langkah untuk menciptakan anak bangsa berkarakter Pancasila

pixabay.com/belart84

Pancasila merupakan ideologi negara Indonesia. Artinya, pancasila merupakan dasar negara yang berguna sebagai pedoman hidup mendasar bagi rakyat Indonesia. Alasannya, karena Pancasila mengandung nilai-nilai kehidupan yang dapat dijadikan sebagai petunjuk dalam menjalani keseharian hidup. 

Dengan demikian, setiap anak bangsa harus belajar dan memahami Pancasila sedini mungkin agar bisa hidup rukun, aman, dan damai di tengah banyaknya perbedaan di Indonesia. 

Salah satunya yakni mulai diajarkan melalui lingkungan keluarga oleh Mama dan Papa. Namun, lebih jauh, pemerintah rencananya akan mulai mengesahkan mata pelajaran Pancasila pada Juli 2022 mewujudkan profil Pelajar Pancasila. 

Untuk lebih jelasnya terkait hal tersbeut, berikut ini Popmama.com telah merangkum pengertian dan ciri-ciri Profil Pelajar Pancasila.

1. Pengertian profil Pelajar Pancasila

Freepik/gpointstudio

Berdasarkan visi dan misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024, Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. 

2. Ciri-ciri Profil Pelajar Pancasila

Pexels/RODNAE Productions

Nilai-nilai Pancasila atau ciri-ciri Pelajar Pancasila yang dimaksud dalam poin sebelumnya yakni seorang pelajar pelajar yang memiliki enam ciri utama seperti beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. 

Berikut ini penjelasan lebih rinci terkait keenam ciri-ciri di bawah ini: 

1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia

Pelajar diharapkan mampu memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta bisa menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Adapun 5 elemen kunci Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia yakni akhlak beragama, akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, akhlak kepada alam dan akhlak bernegara.

2. Berkebinekaan global

Negara Indonesia memiliki moto atau semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang artinya “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. Maka dari itu, pelajar di Indonesia diharapkan mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya sebagai bangsa Indonesia namun tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain. Hal ini menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya budaya baru yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa. 

Elemen dan kunci kebinekaan global meliputi mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.

3. Bergotong royong

Semua pelajar Indonesia diharapkan memiliki kemampuan bergotong-royong seperti, melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan.

Elemen-elemen dari bergotong royong yakni kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.

4. Mandiri 

Pelajar Indonesia diharapkan dapat mandiri. Artinya, bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.

5. Bernalar kritis

Pelajar Indonesia diharapkan mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya.

Adapun elemen-elemen dari bernalar kritis adalah memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir, dan mengambil Keputusan.

6. Kreatif

Sebagai Pelajar Pancasila, siswa di Indonesia diharapkan menjadi sosok yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak.

Elemen kunci dari kreatif terdiri dari menghasilkan gagasan yang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.

3. Pembelajaran Pancasila di sekolah dasar

Pexels/RODNAE Productions

Salah satu perwujudan Pelajar Pancasila yakni melalui pembelajaran di sekolah. Pada bulan April lalu, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) rencananya akan menjadikan Pancasila sebagai mata pelajaran tersendiri di sekolah. Kebijakan tersebut berlaku Juli 2022.

Hal tersebut pun disambut hangat oleh Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair) Listiyono Santoso.

Listiyono menjelaskan, yang terpenting bukan pada Pancasila sebagai mata pelajaran. Namun terkait bagaimana menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Untuk pendidikan dasar, yang utama, yakni mengarahkan siswa pada suatu pembiasaan dan penciptaan perilaku yang luhur. Hal itu menyesuaikan dengan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara. Ini merupakan muatan yang penting sehingga Pancasila tidak hanya menjadi hafalan melainkan nilai yang berwujud dalam praktik,”paparnya, Selasa (19/4/2022).

Mengacu pada perkataan Ki Hajar Dewantara, Listiyono menyebut bahwa pendidikan dasar memiliki peran sangat penting dalam mendidik anak. 

"Orientasi utama pendidikan dasar adalah pengembangan karakter. Sehingga tidak hanya persoalan memasukkan Pancasila dalam bidang akademis, namun harus mampu berorientasi pada pembentukan karakter," terangnya. 

Sebelumnya, pelajaran penumbuhan karakter Pancasila pada siswa sekolah dasar menjadi satu kesatuan pada pelajaran Kewarganegaraan. Kini keduanya dipecah menjadi dua pelajaran karena pada konteks tertentu Pancasila memiliki perbedaan dengan Kewarganegaraan.

Pancasila lebih pada sistem kesepakatan nilai sebagai ideologi dan dasar negara. Sedangkan Kewarganegaraan merupakan ruang implementasi nilai Pancasila.

“Namun, sekali lagi mata pelajaran Pancasila hanya terkait penekanan dan bobot. Karena, jika Pancasila sebagai mata pelajaran tersendiri berarti akan terpisah dari Kewarganegaraan. Siswa akan lebih mengerti tentang konsep Pancasila itu sendiri mengingat konteksnya yang terkadang berbeda dari Kewarganegaraan,” tutur Listiyono. 

Sebelum penerapan pembelajaran Pancasila di sekolah, Mama bisa mulai menanamkan karakter Pancasila melalui buku Tunas Pancasila pada tautan berikut ini: Buku Tunas Pancasila. 

Itulah beberapa informasi terkait profil Pelajar Pancasila. Semoga semua nilai-nilai Pancasila akan dipegang teguh oleh seluruh masyarakat Indonesia termasuk anak-anak guna menciptakan negara yang aman, tentram, dan damai.

Baca juga:

The Latest