TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

5 Hal yang Perlu Orangtua Lakukan Jika Melihat Anak Masturbasi

Ingat Ma, penting sekali untuk bersikap tenang dan tetap berkepala dingin di momen seperti ini

parents.com

Banyak orangtua akan merasa canggung saat mengetahui anaknya melakukan masturbasi.

Menurut penelitian yang dilakukan University of Michigan's Development and Behavior Resources, saat ini, anak laki-laki mulai umur 6 tahun sudah mulai bisa mengeksplorasi area genital mereka. 

Sedangkan bagi anak perempuan, mereka mulai mencari tahu area genital dan mencoba masturbasi pada umur 10-13 tahun.

Lalu apa yang bisa dilakukan orangtua jika mengetahui anak melakukan masturbasi?

Berikut ini Popmama.com punya langkah yang harus dilakukan saat mendapati kejadian seperti ini.

1. Pastikan tidak memojokkan anak

crosswalk.com

Setiap orangtua akan menemukan keadaan ini sangat canggung dan sebisa mungkin tetap dihindari karena menganggapnya tabu. Padahal, pembelajaran tentang seks dan sistem reproduksi tak kalah penting dengan pelajaran lainnya. 

Saat mengetahui bahwa anak mulai masturbasi, pastikan untuk tetap tenang dan tidak memojokkannya. Bangun empati bahwa Mama memahami apa yang dilakukan oleh anak. 

Dengan begitu, meski malu dan panik, ia tidak merasa dihakimi dan sepenuhnya bersalah. Nah, jika sudah sama-sama tenang, mulailah membicarakan lebih dalam tentang masturbasi.

2. Yang anak perlu ketahui tentang masturbasi

Freepik/bonnontawat

Menurut Marnie Goldenberg, pendidik kesehatan seksual di Vancouver, Kanada, melakukan masturbasi adalah hal alamiah pada anak. 

Dimana, area genital memang memiliki banyak syaraf yang akan terasa nikmat saat disentuh. Pada kasus anak yang masih kecil, menyentuh tubuh sendiri bukanlah sesuatu yang seksual. 

Melainkan, sesuatu yang bisa membuatnya lebih tenang dan nyaman. Meski begitu, Mama bisa memutuskan apakah ini hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan bagi anak-anak. 

Namun yang terpenting, pastikan anak mengetahui bahwa masturbasi adalah bagian untuk mengenal tubuh sendiri. Selanjutnya, Mama bisa mengenalkan lebih lanjut mengenai pendidikan tentang tubuh dan seks. 

3. Beri tahu pada anak tentang norma yang berlaku

Popsugar.com

Kembali lagi, respon masing-masing keluarga bisa saja berbeda. Bagi kebanyakan keluarga di Indonesia, masturbasi seperti sesuatu yang memalukan dan berdosa. 

Mama boleh saja memberi tahu hal itu namun pastikan untuk memberikan alasan yang logis. Bisa juga ditambahkan dengan beberapa fakta yang mendukung tentang hal itu agar ia mendapat gambaran dengan lengkap. 

4. Pastikan bahwa masturbasi adalah hal yang sangat privat

todaysparent.com

Inilah pentingnya pendidikan tentang tubuh dan seks sedari dini. Anak berhak mendapat informasi jelas mengenai semua anggota tubuhnya, dari kepala sampai kaki. 

Saat mendapati anak masturbasi, pastikan untuk memberitahunya bahwa itu adalah kegiatan yang sangat privat. Tidak boleh ada orang lain yang menyentuhnya seperti itu. Begitu juga dengan dirinya, tidak boleh menyentuh seperti itu kepada siapapun. 

Jika ia perlu waktu untuk mencerna, pastikan untuk memberi pengertian yang masuk akal. Mengapa harus berhenti dari kebiasaan masturbasi. 

5. Beritahu efek samping dari masturbasi

Freepik

Anak mungkin sudah mengetahui tentang nikmatnya menyentuh diri sendiri. Namun belum ada yang memberi tahu mengenai efek negatif yang menanti jika masturbasi secara berlebihan. 

Mama boleh saja memberikan daftar efek samping jika melakukan masturbasi. Mulai dari ketergantungan, infeksi, dan lainnya. Pastikan untuk memberitahukan dengan cara yang ringan dan santai agar ia tidak merasa dihakimi. 

Selanjutnya, Mama bisa memastikan anak untuk tetap sibuk agar bisa mengalihkan perhatiannya dari keinginan masturbasi. Beberapa contohnya adalah quality time bersama keluarga dan sibukkan dia dengan hobinya. 

Itulah beberapa langkah yang bisa dilakukan saat Mama mendapati anak masturbasi. Yang perlu diingat, ini bukanlah akhir dunia dan si Kecil hanya memenuhi rasa penasarannya. 

Baca juga:

The Latest