TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Cara Menjaga Kesehatan Mental Anak dengan Bermain

Selain menyenangkan, bermain juga dapat menjaga kesehatan mental si Kecil lho, Ma

Freepik/freepik

Kesehatan mental anak seringkali diabaikan jika dibandingkan dengan kesehatan fisiknya. Padahal, kesehatan mental anak juga sama pentingnya untuk dijaga karena berhubungan dengan kemampuan anak untuk berpikir, berkembang, berekspresi, berinteraksi, dan menjalani hidup hingga besar nanti. 

Depresi, kecemasan, dan gangguan perilaku adalah beberapa tantangan kesehatan mental yang paling umum dihadapi oleh anak-anak.

Kondisi tersebut akan berdampak pada perubahan nyata, seperti kehilangan minat di sekolah, prestasi akademis menurun, hingga menimbulkan pola perilaku negatif anak hingga dewasa nanti. 

Apalagi, saat ini kita masih dihadapi dengan situasi pandemi Covid-19 yang berdampak besar bagi kesehatan mental anak.

Karantina, lockdown, dan isolasi sosial dapat berdampak serius pada kesehatan mental anak.

Oleh karena itu, sudah saatnya bagi Mama untuk memberikan segala upaya dalam menjaga kesehatan mental anak. Salah satu cara yang dapat mendukung kesehatan mental anak adalah dengan aktivitas bermain.

Untuk lebih jelasnya, berikut Popmama.com telah merangkum cara menjaga kesehatan mental anak dengan bermain berdasarkan penjelasan Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., Psikolog. dalam acara Popmama.comParenting Academy 2021 yang berlangsung pada Rabu, 8 Desember 2021.

Langsung saja simak informasinya yuk, Ma!

1. Faktor yang memengaruhi kesehatan mental anak

Dok. Popmama.com

Gangguan kesehatan mental tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja, namun juga dapat dialami anak-anak. Bahkan dalam kebanyakan kasus, gangguan kesehatan mental yang dialami orang dewasa berawal dari peristiwa dan pola asuh di masa kanak-kanak. 

Vera Itabiliana menuturkan bahwa ada dua faktor utama yang dapat memengaruhi kesehatan mental anak. Dua faktor tersebut adalah faktor risiko dan faktor protektif. 

Faktor risiko

Faktor risiko merupakan faktor yang berisiko untuk mengganggu kesehatan mental anak. Berikut adalah beberapa faktor risiko yang memengaruhi kesehatan anak:

  • Konflik atau perpisahan keluarga
  • Orangtua atau pengasuh mengalami hambatan kesehatan mental
  • Bencana alam, abuse, trauma, atau pandemi
  • Kurang dukungan dari keluarga atau teman

Faktor protektif

Jika faktor risiko dapat mengganggu kesehatan anak, faktor protektif justru dapat melindungi kesehatan mental anak. Berikut adalah faktor protektif yang memengaruhi kesehatan mental anak:

  • Lingkungan rumah yang hangat dan stabil
  • Orangtua atau pengasuh yang suportif
  • Keyakinan hadapi tantangan hidup
  • Lingkungan yang suportif dari guru, teman, dan orang sekitar
  • Rutinitas dan konsistensi keteraturen

2. Ciri-ciri kesehatan mental anak terganggu

Freepik/User18526052

Meskipun sudah banyak orangtua yang peduli terhadap kesehatan mental anak, namun masih ada yang kesulitan dalam mengetahui apakah mental anaknya sehat atau terganggu.

Untuk mengetahui apakah kesehatan anak Mama terganggu, Mama bisa memerhatikan beberapa indikator tersebut:

  • Kesedihan yang terus menerus, sehingga anak mencoba menarik diri dan menghindari interaksi sosial
  • Mencoba menyakiti diri atau berbicara tentang menyakiti diri sendiri, bahkan berbicara tentang bunuh diri
  • Mengalami ledakan emosi yang ekstrim dan perilaku di luar kendali yang dapat berbahaya
  • Perubahan drastis dalam suasana hati, perilaku, atau kepribadian
  • Perubahan kebiasaan makan dan kehilangan berat badan
  • Sulit tidur dan sering mimpi buruk 
  • Sering sakit kepala dan sakit perut
  • Sulit berkonsentrasi
  • Perubahan prestasi akademik

Indikator ini biasanya dialami anak lebih dari satu, atau berpola. Misalnya, jika anak sulit tidur yang disertai dengan penurunan prestasi akademik, maka Mama perlu waspada karena bisa jadi kesehatan mental anak sedang terganggu.

3. Peran orangtua dalam menjaga kesehatan mental anak

Freepik/prostooleh

​​​​​​Dalam menjaga kesehatan mental anak, ada beberapa hal yang perlu orangtua pahami dan perhatikan. Salah satunya adalah orangtua harus mengerti kemampuan dan perkembangan anak, serta memberikan contoh yang baik kepada anak. 

Dengan mengenali kemampuan tersebut, maka orangtua akan melatih kemampuan anak untuk mengenali emosi orang lain disekitarnya.

Selain itu, ada peran lain yang perlu Mama terapkan untuk menjaga kesehatan mental anak, di antaranya adalah:

  • Penuhi kebutuhan tumbuh kembang sesuai dengan usianya
  • Ajarkan dan contohkan cara mengeluarkan emosi yang baik, termasuk emosi negatif
  • Ciptakan rutinitas dan keteraturan untuk mengatur aktivitasnya yang konsisten
  • Bangun kemandirian anak dalam kesehariannya
  • Beri kesempatan anak untuk bersosialisasi
  • Amati perubahan perilaku anak

4. Manfaat bermain untuk kesehatan mental anak

Freepik/bearfotos

Bagi sebagaian orangtua, kegiatan bermain bersama anak mungkin hanya terlihat sebagai aktivitas untuk menghabiskan waktu.

Eits, jangan salah, Ma! Kegiatan bermain sangat penting bagi anak dan dapat memberikan segudang manfaat bagi kesehatan mentalnya. Berikut adalah beberapa manfaat bermain bagi kesehatan mental anak:

Memberikan ruang ekspresi emosi yang aman

Saat bermain, anak bisa bebas dan merasa aman dalam mengekspresikan emosinya, baik itu marah, sedih, bahagia, kecewa, dan lain-lain. Sebagai contoh, saat bermain peran menggunakan boneka, robot, atau mainan lainnya, anak bisa mengekspresikan emosi yang dirasakannya di dunia nyata.

Hal ini bisa Mama manfaatkan untuk mengendalikan emosi anak tanpa anak merasa dinilai atau disalahkan. Jadi, dengan bermain, anak-anak dapat menghadapi tantangan dan masalah hidup dalam cara yang bisa mereka pahami.

Belajar problem solving

Lewat bermain, anak juga bisa belajar mengenai cara memecahkan suatu masalah yang ia hadapi. Sebagai contoh, saat bermain bersama anak, Mama bisa membantu anak mencari solusi dari bonekanya yang rusak, menyusun puzzle, atau permainan lainnya yang menyenangkan. Dengan begitu, Mama bisa mengajarkan anak untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi.

Belajar regulasi emosi dan mengatasi frustasi

Dalam bermain anak juga bisa belajar meregulasi emosi dan mengatasi frustasinya. Sebagai contoh, Mama bisa memberi tantangan kepada anak dengan permainan yang mengajarkan kesabaran dan memberikan pemahaman bahwa setiap masalah yang dihadapi pasti ada solusinya. Dengan begitu, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang pantang menyerah dan tidak mudah putus asa.

Menciptakan kelekatan antara anak dan orangtua

Selain mengatur emosi, bermain juga dapat menjadi cara yang paling mudah dan menyenangkan untuk meningkatkan ikatan antara orangtua dan anak. Dengan bermain, Mama bisa mengajak anak bercanda, berkomunikasi, dan kontak fisik yang dapat membuat anak lebih dekat dengan Mama. Ketika anak merasa dekat dengan orangtuanya, maka kondisi mentalnya pun akan menjadi sehat dan terjaga.

Nah, itulah cara menjaga kesehatan mental anak dengan bermain. Perlu diakui manfaat bermain bagi kesehatan mental anak memang memiliki pengaruh yang besar. Tetap semangat dan jangan pernah lelah untuk melatih dan mengajarkan anak menjaga kesehatan mentalnya ya, Ma. Semoga informasi ini bermanfaat!

Baca juga:

The Latest