TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Mengajarkan Anak Puasa, Apa yang Harus Mama Perhatikan?

Perhatikan hal-hal ini saat mengajarkan anak berpuasa ya, Ma

Pexels/Ksenia Chernaya

Ibadah puasa merupakan ibadah wajib yang perlu dijalankan seluruh umat islam pada bulan ramadan. Anak-anak yang belum mencapai usia pubertas merupakan pengecualian.

Meski tak wajib berpuasa, anak-anak tetap perlu diajarkan menjalankan ibadah puasa selama bulan ramadan. Tentunya ini bisa melatih mereka agar terbiasa berpuasa saat dirinya sudah wajib menjalankan puasa.

Sebelum memulai mengajarkan anak berpuasa, Mama perlu memerhatikan oleh hal-hal inisaat mengajarkan buah hatinya berpuasa. Yuk, simak rangkum yang sudah Popmama.com siapkan untuk Mama!

1. Dampak puasa terhadap tubuh anak

Dok. RSPI

Anak memiliki kadar gula dalam tubuh (glikogen), semakin kecil usianya maka semakin sedikit pula glikogen yang dimiliki. Setelah 6 jam berpuasa, tubuh anak akan memecah cadangan glikogen untuk menjaga kadar gula dalam darah. Jika diteruskan hingga 16 jam, maka perlahan cadangan glikonnya akan habis.

Dokter Spesialis Anak Konsultan Nutrisi Metabolik untuk RS Pondok Indah, dr. Cut Nurul Hafifah, Sp.A (K), menyebutkan bahwa jika anak terus melanjutkan berpuasa mencapai 16 jam, tubuhnya akan menggunakan lemak yang ada dalam tubuh sebagai sumber energi. Protein sebagai zat pembangun tubuh akan diusahakan untuk dijaga dan merupakan komponen terakhir yang akan dipakai bila puasa terus berlanjut.

2. Akibat kekurangan glikon

Freepik/Ksandrphoto

Jika usia anak Mama di bawah 7 tahun, ia lebih berisiko alami hipoglikemia, yaitu berkurangnya kadar gula darah dalam tubuh. Hal ini karena anak usia di bawah 7 tahun merupakan kelompok yang berisiko alami hipoglikemia apabila berpuasa selama 16 jam.

Tak hanya itu, dr. Cut juga menyebutkan bahwa kelompok usia ini lebih rentan alami kekurangan cairan, serta perubahan pola tidur akibat bangun sahur yang dapat berdampak pada kemampuan berpikirnya.

Saat Mama ingin mengajarkan anak berpuasa, Mama bisa memulai ketika usia anak di atas 7 tahun. Pada usia ini dampak kesehatan yang tidak diinginkan akibat berpuasa semakin jarang ditemui.

Bila anak sudah lebih besar, ketika memasuki usia remaja, risiko hipoglikemia juga semakin berkurang. Mereka sudah lebih mampu menahan lapar dan haus. Suatu penelitian di Qatar menunjukkan performa akademik anak berusia 12 tahun yang sedang berpuasa juga cukup baik.

3. Panduan berpuasa pada anak

allwallpaperdownload

Jika usianya sudah cukup kuat untuk menjalankan ibadah puasa, mulailah dengan mengajak anak berpuasa selama 6 jam atau biasa disebut puasa setengah hari. Mama bisa mengajarkan mereka dari makanan padat terlebih dahulu dan izinkan mereka tetap minum air untuk menghindari kekurangan cairan, terutama saat cuaca sedang panas.

Meski berpuasa, anak masih perlu tumbuh dan berkembang sehingga asupan nutrisinya harus tetap terpenuhi. Inilah yang menjadi tantangan Mama untuk mendapatkan makanan bergizi saat sahur dan berbuka untuk anak.

Makanan yang mengandung makronutrien (makanan utama) dan mikronutrien (makanan yang mengandung vitamin dan mineral) adalah yang dibutuhkan oleh tubuh. Saat sahutr, Mama bisa memberikan makanan yang mengandung gula sederhana, seperti makanan ringan yang manis.

Jangan lupa tambahkan susu sebagai sumber zat gizi lengkap untuk anak pada saat mereka sahur dan berbuka.Selain itu, berikan semangat dengan ucapan kata-kata pujian ketika mereka sedang berpuasa dan berhasil menahan lapar dan haus.

Tetap awasi anak agar terdehidrasi ya, Ma. Segera sudahi berpuasa bila anak tak sanggup melanjutkan. Akan ada waktunya anak terbiasa berpuasa di bulan ramadan. Tetap semangat dan selamat berpuasa bagi Mama dan keluarga.

Baca juga:

The Latest