TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Cara Memperkenalkan Buah dan Sayur kepada Anak ala Mona Ratuliu

Sayur dan buah jadi pelengkap isi piring anak guna nutrisinya terpenuhi, ini cara agar anak suka

Popmama.com/Ayesha Puri

Sudah menjadi rahasia umum, buah dan sayur merupakan bahan pangan yang kaya vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh. Oleh karenanya, konsumsi buah dan sayur jadi satu keharusan bagi setiap orang. Terutama bagi si Kecil yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Sayangnya, kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi buah masih rendah.

Data Riskesdas Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) tahun 2018 menunjukkan sebanyak 95,5 persen orang di tanah air belum terbiasa atau sedikit memakan buah dan sayur.

Kondisi ini jadi tantangan tersendiri bagi para orang tua untuk memperkenalkan buah dan sayur ke si Kecil sejak usia dini. Kesulitan membujuk anak makan buah dan sayur juga dialami oleh Mama Mona Ratuliu.

Ditemui dalam acara Media Workshop yang diselenggarakan oleh Mayumi pada Selasa (11/4/2023) di Wly's Kitchen Veranda Hotel, Mona mengatakan, "Sebenarnya memperkenalkan buah ke anak-anak tidak terlalu sulit. Apalagi kalau buah-buahannya manis kemungkinan merama akan langsung suka. Lebih menantang mengajak si Kecil makan sayur. Terkadang mau, kadang enggak, mesti dirayu dulu atau suka buah dan sayur ketika sudah besar."

Walaupun begitu, Mama Mona punya kiat khusus sampai akhirnya si Kecil menyukai sayur dan buah.

Berikut Popmama.com mengulas cara memperkenalkan buah dan sayur kepada anak ala Mona Ratuliu.

1. Hindari pengulangan buah yang sama dalam rentan waktu singkat

Freepik

Masalah yang dialami Mama Mona dalam upaya memperkenalkan buah kepada anak adalah pembiasaan konsumsi buah setiap hari. Dimana porsinya tidak cuma sepotong kecil saja tapi harus sesuai takaran yang pas.

Artinya, ada proses pengulangan yang mungkin terjadi yang berpotensi memunculkan rasa bosan karena buahnya itu-itu saja.

Hal ini lumrah terjadi lantaran orang dewasa pun bosan jika harus makan buah melulu. Apalagi kalau buahnya sama.

Oleh karena itu, tips dari Mama Mona adalah tidak memilih buah yang sama dalam waktu yang berdekatan. Misalnya selama seminggu menu buah apel cukup di hari Senin saja. Mama bisa memilih apel di minggu depan di hari yang berbeda.

Jangan hari Senin ini apel, lusa apel lagi, dan weekend juga apel. Anak akan cepat bosan dan berpotensi malas makan buah.

2. Memvariasikan bentuk konsumsi buah dan sayur

Freepik/jcomp/KamranAydinov

Konsumsi buah potong memang dinilai lebih baik daripada buah tersebut harus diolah terlebih dahulu. Namun, ketika fase mengajak si Kecil supaya rutin makan buah nampaknya sah-sah saja jika buah tersebut dibuat menjadi bentuk lain.

Pengolahan buah menjadi bentuk lain ini sebagai salah satu cara menyiasati agar si Kecil tidak bosan makan buah setiap hari. Hal ini untuk kerap dilakukan Mona.

“Kadang-kadang bosan kalau buah potong terus. Pernah bingung juga mau diolah seperti apa buahnya. Jadi suka dibuat salad, puding, atau smoothies. Itu sih yang menantang,” imbuhnya.

Salad jadi cara yang bisa Mama pilih sebagai variasi konsumsi buah untuk si Kecil. Pasalnya, orangtua hanya  perlu memotong beberapa jenis buah-buahan lalu menambahkan dressing salad, seperti mayonnaise, madu, susu kental manis, dan sedikit perasan lemon.

Kini, membuat salad buah untuk si Kecil semakin praktis dengan adanya produk Mayumi Saus Salad.  Tidak perlu lagi repot-repot mencampur bahan dressing salad. Cukup tuangkan produk ini di atas tumpukan buah yang ingin disajikan ke anak.

Hesty Sikadewi selaku Mayumi Brand Manager, Sauce & Seasoning Department PT Ajinomoto Indonesia mengatakan, “Mayumi Saus Salad ini mempunyai rasa creamy dan sedikit rasa asam dari lemon yang menyegarkan. Jadi, Mama tidak perlu khawatir dressing salad terlalu manis atau asam.”

Melalui produk ini sekaligus guna mendukung program Kemenkes RI terkait kampanye “Isi Piringku.” Di mana dalam seporsi piring senantiasa terdiri karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Produk saus salad ini bisa jadi solusi untuk menarik minat anak-anak supaya mau makan buah dan sayur demi pemenuhan nutrisi yang seimbang.

Produk terbaru dari PT Ajinomoto Indonesia ini berbentuk sachet dengan isi bersih 70 gram. Produk tersebut sudah bisa Mama dapatkan seharga Rp 6 ribuan.

Perlakuan yang sama bisa Mama implementasikan ketika memperkenalkan sayur kepada si Kecil.

Jadi, tidak melulu menyajikan sayur dalam bentuk utuh ke anak. Misalnya bisa dikreasikan jadi nugget sayuran, omelet sayuran, goreng crispy, hingga sebagai isian dimsum. 

3. Menyediakan buah terutama yang jadi favorit anak

Freepik/volodymyr-t

Cara selanjutnya, yakni menyediakan berbagai jenis buah-buahan di dalam rumah. Lakukan langkah tersebut meskipun anak belum tergugah untuk makan buah.

Seperti yang Mama Mona lakukan, pertama-tama pilih buah-buah yang rasanya manis supaya kemungkinan besar si Kecil suka.

Kemudian, baru sediakan jenis buah lainnya agar anak bisa mengeksplorasi rasa setiap buah.

Sampai akhirnya anak bisa request ke Mama untuk disediakan buah favoritnya. Adanya buah kesukaannya membuat si Kecil semakin bersemgat makan buah.  

Dengan setiap hari ia melihat buah-buahan tersebut di dalam kulkas atau di meja makan akan ada titik dimana anak penasaran. Karena pada dasarnya anak mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi.

Lantas, anak lalu terbersit kemauan untuk mencoba buah tersebut guna memenuhi rasa penasarannya itu. Pemilihan buah bercita rasa manis membuat anak ketagihan bahkan mulai menyukainya.

4. Menjadikan buah sebagai camilan sehat untuk si Kecil

Freepik

Sejatinya, Mama Mona bukanlah tipe orangtua yang strike sehingga harus mewajibkan anak-anaknya mengonsumsi hidangan sehat serta buah dan sayur. Ia masih membiarkan si Kecil makan cake di acara ulang tahun temannya maupun sajian lainnya.

Namun, Mama Mona sadar bahwa anak-anak memang perlu asupan buah dan sayur. Berkat segala upaya yang telah dilakukan Mama Mona, akhirnya kelima anaknya mulai terbiasa mengonsumsi buah secara rutin.

Buah-buahan sudah menjadi camilan sehat bagi keluarga Mona Ratuliu. Baik dari suami, anak, sampai orangtua Mama Mona sudah mulai terbiasa konsumsi buah. Bahkan anak-anaknya kerap mengupas dan memotong buah favoritnya yang tersimpan di kulkas untuk konsumsi pribadi.

5. Mengedukasi manfaat buah dan sayur kepada anak

Freepik/pvproductions

Berdasarkan pengalaman Mona, proses pengenalan dan pembiasaan anak makan sayur lebih sulit daripada mengajak mereka makan buah.

“Biasanya kalau buah anak-anak langsung suka, tapi kalau sayur butuh proses yang agak lama. Namun tetap aku usahakan terus,” tegas Mama Mona.

Selama proses panjang tersebut, Mama Mona tidak pernah memaksakan anak harus makan sayur dan buah saat itu juga. Ia justru lebih memilih menjelaskan manfaat buah dan sayur tersebut. Caranya adalah melalui buku-buku bacaan yang ia ceritakan kepada anak-anaknya.

“Jadi ceritain ke anak apa manfaat sayur, kenapa kita mesti makan sayur, dan lain-lain. Walaupun gak langsung terus anaknya jadi mau cuma berharap one day dia (si Kecil) tahu manfaatnya dan akhirnya mau makan buah dan sayur,” jelas Mama Mona.

Demikianlah penjelasan mengenai cara memperkenalkan  buah dan sayur kepada anak ala Mona Ratuliu yang bisa Mama jadikan contoh untuk membiasakan si Kecil makan buah dan sayur sedini mungkin.

Baca Juga:

The Latest