TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

10 Alasan Mengapa Orangtua Harus Bermain Bersama Anak

Selain untuk bonding, banyak manfaat penting lain dari bermain bersama anak

Freepik/Valuavitaly

Dalam masa tumbuh kembangnya, anak mengisi waktu dengan bermain untuk mengeksplorasi sekitarnya, selain itu beberapa permainan dalam rumah juga dapat mengedukasi anak.

Namun, padatnya aktivitas orangtua baik di kantor atau di rumah, seringkali membuat Mama dan Papa melewatkan waktu bermain bersama anak dan memintanya untuk bermain sendiri. Bahkan tak jarang menginggalkan si Kecil dengan gadget atau televisi untuk menemaninya.

Jika kita berbicara tentang anak-anak usia 3 hingga 10 tahun khususnya, terdapat beberapa alasan tepat mengapa orangtua perlu bermain bersama anak dengan gembira. Apa saja alasannya?

Kali ini Popmama.com akan membahas 10 alasan penting mengapa orangtua harus menyempatkan bermain bersama anak ditengah kepadatan aktivitas. Yuk simak alasannya di bawah ini!

1. Terkadang tidak ada orang lain yang bisa menemani anak

Freepik/Bristekjegor

Sederhananya, Mama mungkin tinggal di suatu tempat di mana si Kecil tidak memiliki teman bermain yang usianya sepantar. Permasalahan ini membuat anak sulit bermain permainan yang membutuhkan lawan/partner.

Seperti anak tidak bisa bermain frisbee sendiri, tidak bisa bermain lempar-tangkap bola sendiri, bulu tangkis, atau bola basket satu lawan satu. Mama perlu memastikan anak memulai hidup dengan aktif walaupun dalam lingkungan yang sepi.

Dan ini juga menjadi momen untuk mendekatkan diri dengan anak sejak usia kecil, karena ketika anak mulai mengenal dunia pertemanan saat memasuki usia sekolah, sangat kecil kemungkinan Mama menjadi satu-satunya teman bermain anak selamanya.

2. Orangtua memberikan teladan aktif yang penting

Freepik

Ketika orangtua aktif bermain dengan anak, Mama atau Papa menunjukkan bahwa permainan tidak pernah ketinggalan zaman, dan juga menunjukkan kepada anak bahwa Mama dan Papa sangat menghargai aktivitas fisik.

Selain itu, Mama juga bisa mencontohkan kemampuan halus seperti sportivitas dan usaha. Tentunya bukan rahasia umum lagi jika anak sejak kecil telah memerhatikan orangtuanya, dan ia dapat meniru apa yang dilakukan orangtuanya.

Dengan bermain bersama anak, Mama dan Papa dapat memberikan teladan aktif yang penting bagi pembelajaran hidupnya, seperti kreativitas, sportivitas, mengatur emosi, dan lain-lain.

3. Mengembangkan keterampilan motorik anak

Freepik/Senivpetro

Dilansir dari laman Active for Live, keterampilan motorik dasar perlu mulai dikembangkan anak-anak sejak usia dini agar mereka dapat “melek” fisik atau sadar tentang penggunaan fisiknya.

Mengembangkan keterampilan motorik si Kecil tidak selalu tentang menjadi atlet olahraga. Bahkan sebagai permulaaan, keterampilan motorik adalah keterampilan dasar tentang hidup yang sama pentingnya dengan belajar membaca dan menulis.

4. Meningkatkan kesehatan anak seumur hidup

Freepik/Prostooleh

Saat Mama memulai anak aktif dalam jalur fisik dan membangun kecintaannya pada aktivitas fisik, Mama mengatur anak untuk menjadi aktif seumur hidupnya.

Alhasil, anak yang belajar tentang aktivitas fisik dari kecil, cenderung lebih menikmati kesehatan fisik, mental, dan emosional seumur hidupnya. Karena generasi kakek-nenek yang tak terhitung jumlahnya telah menasihati keturunan mereka, bahwa anak tidak akan mendapatkan apa-apa jika ia tidak mendapatkan kesehatannya.

5. Bermain dapat meningkatkan perkembangan otak anak

Freepik/Shurkin-son

Mama mungkin tak terpikirkan sebelumnya bahwa mengeluarkan kotak mainan dan memainkan permainan peran dengan anak dapat membantu meningkatkan kekuatan otaknya, tetapi sebuah penelitian membuktikan hal positif.

Dilansir dari Huffingtonpost.co.uk, pada tahun 2014, para peneliti di University of Lethbridge di Alberta, menemukan bahwa dalam satu aspek tertentu, waktu yang dihabiskan di kelas mungkin kurang penting daripada waktu orangtua yang dihabiskan untuk bermain bersama anak.

“Pengalaman bermain mengubah koneksi neuron di ujung depan otak anak, dan tanpa pengalaman bermain, neuron-neuron itu tidak berubah” kata peneliti Sergio Pellis.

Sergio pun menambahkan, perubahan neuron di korteks prefrontal otak selama masa kanak-kanak membantu menghubungkan "pusat kendali" otak, yang memiliki peran penting dalam "mengatur emosi, membuat rencana, dan memecahkan masalah.

6. Mengembangkan hubungan yang terikat dengan anak

Freepik/gpointstudio

Jika Mama membuat kegiatan bersama anak yang menyenangkan, maka Mama akan menjalin ikatan yang dalam dengan si Kecil dengan bermain bersama. Mama juga bisa menikmati momen bertumbuh anak pada masa-masa ini yang menjadi kenangan ketika ia sudah dewasa nanti.

Di mana sejak kecil Mama atau Papa mengajarkan anak permainan lempar tangkap dan sepak bola, dan ketika mulai bertumbuh anak bisa belajar bermain sepeda, bulu tangkis, dan lain-lain. Hal ini juga dapat meningkatkan kemampuan kerja sama dan sportivitas anak dengan orang lain.

7. Orangtua menemukan kesenangan dalam bermain lagi

Freepik

Padatnya rutinitas pekerjaan di kantor dan di rumah, seringkali membuat Mama stres dan lelah. Seperti yang Mama tahu, ada banyak tawa dan kesenangan dalam gerakan dan permainan. Kapan terakhir kali Mama mengalaminya?

Perlu diketahui bahwa, siapapun tidak pernah terlalu tua untuk bermain, dan Mama tidak perlu malu bermain dengan si Kecil dan bertingkah seperti anak kecil. Dilansir dari activeforlife.com, Profesor Peter Grey mengatakan, dengan bermain Mama bisa menikmati salah satu hadiah terbesar dalam hidup.

Mama juga mengurangi kortisol darah dan meningkatkan serotonin tanpa obat resep!

8. Bermain dapat mengajari anak tentang perasaan orang lain

Freepik/Ronnachaipark

Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini pada tahun 2007 menemukan bahwa bermain mengajarkan anak-anak untuk "bermain dengan baik".

Kathy Hirsch-Pasek, seorang psikolog perkembangan anak di Temple University mengatakan baik permainan individu maupun permainan yang dipandu orang dewasa dapat membantu anak mengembangkan kesadaran akan perasaan orang lain dan mengatur emosi mereka sendiri.

“Bermain memungkinkan anak memakai berbagai topi, untuk menguasai aturan sosial. Itu luar biasa," ujar Kathy.

9. Bermain meningkatkan kesejahteraan keluarga dalam jangka panjang

Freepik

Sebuah penelitian pada tahun 2013 menemukan bahwa bermain video game dengan anak memiliki dampak positif jangka panjang pada ikatan keluarga, dengan meningkatkan hubungan, meningkatkan keterampilan komunikasi dan menciptakan suasana di mana anggota keluarga dapat saling belajar.

“Orang tua kehilangan kesempatan besar jika mereka tidak lagi bermain video game dengan anak-anak mereka,” jelas Elisabeth Hayes, asisten profesor riset.

Ia juga menambahkan, bermain game dengan anak juga menawarkan banyak cara pada orangtua untuk memasukkan momen mengajar. Serta pada penelitian ini juga menemukan bahwa berbagi pengalaman menumbuhkan ikatan keluarga, pembelajaran, dan kesejahteraan.

10. Bermain itu baik untuk kesehatan mental

Freepik/Erstudio

Dr Peter Grey, seorang profesor di Boston College, berpendapat dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam 'American Journal of Play' pada tahun 2011, bahwa semakin banyak pengalaman bermain anak maka ia akan semakin percaya diri.

"Dalam bermain, anak harus memutuskan apa yang harus ia dilakukan dan bagaimana, dan mereka harus menyelesaikannya sendiri, dan dengan demikian mengembangkan kompetensi dan kepercayaan diri," tulisnya dalam makalahnya yang diterbitkan dalam 'American Journal of Play' pada tahun 2011.

Bermain bersama anak bukan hanya hadiah terbaik yang dapat orangtua berikan kepada anak, tetapi juga merupakan hadiah penting jika Mama ingin anak tumbuh menjadi orang dewasa yang sehat secara psikologis dan kompeten secara emosional.

Bagaimana Ma, sekarang tahu kan apa saja manfaat bermain bersama si Kecil yang penting pada masa tumbuh kembangnya? Nah kini jangan lupa ya untuk menyediakan jadwal khusus bermain bersama anak untuk mendapatkan berbagai manfaat di atas!

Semoga informasinya bermanfaat Ma!

Baca juga:

The Latest