TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Balita Korban Kecelakaan Maut Cibubur Sudah Dijemput Keluarga

Anak laki-laki korban kecelakaan maut sempat terpisah dari keluarganya

Instagram.com/rs.permatacibubur

Kecelakaan maut terjadi di kawasan Cibubur, Bekasi, Jawa Barat. Dalam video yang viral di media sosial pada Senin (18/7/2022) sore, terlihat sebuah truk besar milik Pertamina menabrak sejumlah pengendara sepeda motor.

Dalam video terekam sejumlah orang tergeletak di jalan. Selain itu, sejumlah kendaraan ringsek diduga akibat tabrakan tersebut.

"Ada kecelakaan nih, tabrakan beruntun, mobil nih. Mati bang satu bang di lokasi. F 1891 nih bang tewas bang, banyak bang, tentara bang, survei dulu bang ke lokasi," ujar perekam video tersebut.

Bukan hanya orang dewasa, namun ditemukan seorang balita juga menjadi korban dalam kecelakaan mau di Cibubur. Berikut Popmama.com sampaikan berita selengkapnya.

1. Korban di TKP 5 luka ringan dan 10 korban tewas

IDN Times/Aryodamar

Melansir dari IDN Times, Direktur Penegakan Hukum (Dirgakum) Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan mengatakan, ada lima korban luka dari kecelakaan maut di Jalan Alternatif Cibubur.

Aan mengatakan bahwa kelima orang tersebut dalam kondisi luka ringan. Mereka saat ini dalam perawatan di rumah sakit (RS).

"Korban luka ada lima. Kalau dilihat dari lukanya, rata-rata luka ringan. Mudah-mudahan cepat sembuh,” kata Aan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta.

Penyebab kecelakaan tersebut masih dalam pemeriksaan melalui olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Kita masih melakukan penyelidikan. Kita tidak bisa menyampaikan penyebab utama,” ujar Aan.

Selain korban luka ringan juga ada 10 korban tewas pada kecelakaan maut Cibubur Senin siang sekitar pukul 15.29 WIB. 

Truk tangki Pertamina dengan No Polisi B 9598 BEH menabrak sejumlah kendaraan di jalan Transyogi Cibubur atau yang dikenal Jalan Alternatif Cibubur, Bekasi, Jawa Barat.

Mengutip IDN Times, Aan Suhanan mengungkapkan bahwa saat ini setidaknya sudah ada 10 orang tewas imbas kecelakaan mau di kawasan Cibubur, Jawa Barat. Seluruh jenazah telah dibawa ke rumah sakit untuk identifikasi.

"Setelah kami sisir di beberapa rumah sakit mulai dari Mitra Keluarga, Permata Cibubur, terakhir di RS Polri, ini korban meninggal dunia ada 10," ujar Aan.

Ia pun mengungkapkan bahwa sembilan jenazah dibawa ke RS Polri. Sementara, satu jenazah berada di RS Permata Cibubur.

2. Salah satu korban usia balita

Instagram.com/rs.permatacibubur

Melalui akun Instagram Story RS Permata Cibubur diketahui bahwa ditemukan seorang anak laki-laki berusia 4 tahun menjadi salah satu korban kecelakaan maut Cibubur. 

"Telah ditemukan anak laki-laki usia 4 tahun dengan kondisi luka akibat kecelakaan lalu lintas di wilayah Jalan Raya Cileungsi (Depan Suzuki/SCBD)," tulis keterangan dalam akun Instagram @rs.permatacibubur pada Senin malam.

"Bagi masyarakat yang merasa mengenal anak tersebut, bisa menghubungi manajemen RS Permata Cibubur di nomor WA +628111115072. Salam Humas RS Permata Cibubur," lanjut keterangan akun tersebut.

Selang 2 jam pihak rumah sakit kembali mengunggah story dan mengabarkan bahwa keluarga anak tersebut telah datang ke IGD.

"Terima kasih bantuan dan kordinasi dari semua pihak," tulis akun tersebut.

3. Saksi ungkap kondisi supir truk saat kejadian

Instagram.com/infocibubur._

Sopir yang kejepit di depan truk ini teriak-teriak minta tolong, 'tolong pak, tolong pak' gitu," kata pria 35 tahun itu di lokasi kejadian.

Setelah berhasil dievakuasi, sopir truk tangki Pertamina meminta tolong kepada warga untuk mengantarkan dia ke Polsek terdekat.

Melansir dari IDN Times, "Tadi sopirnya lari langsung minta tolong ke saya, minta bawa ke Polsek, saya amanin dulu ke pos, saya nunggu pihak berwajib dari kepolisian datang baru saya serahkan," ujar Kunto.

Ia menceritakan, truk tangki berhenti setelah menabrak pembatas jalan serta beberapa sepeda motor dan minibus.

Sementara kernetnya hanya terdiam.

"Sopir nggak luka, cuma nangis terus. Itu ada dua orang sama kernetnya. Sopir aja yang nangis. Saya sempat nanya ke sopirnya katanya remnya itu ngak bisa diinjak, nggak berfungsi," ungkap Kunto.

Baca juga:

The Latest