TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Waspada, Inilah 5 Komplikasi Akibat Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Orang dengan PPOK, sebaiknya selalu menjalani pengobatan.

Pexels/RODNAE Productions

Saat seseorang memiliki penyakit Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), biasanya terjadi karena merokok atau terpapar asap dari pembakaran bahan bakar. Terutama bagi perokok kronis, ini dapat mengalami penurunan fungsi paru. 

Ketika mereka didiagnosis menderita PPOK, kemungkinan penyakitnya bisa berkembang jika dibiarkan tanpa menjalani pengobatan.

Mengenai hal tersebut, Popmama.com akan membahas 5 komplikasi PPOK. Berikut ulasan selengkapnya:

1. Alami hipoksia yang berdampak pada fungsi organ

Pexels/Karolina Grabowska

Saat terjadi komplikasi pada penyakit paru obstruktif kronik yang menyebabkan perubahan pada paru-paru, kemungkinan bisa mengalami hipoksia. Akibatnya, sel atau jaringan di tubuh tidak mendapatkan oksigen sebanyak yang dibutuhkan.

Diwartakan dari Medicalnewstoday, hipoksia adalah salah satu efek berbahaya dari PPOK ketika tidak cukup oksigen bergerak ke seluruh tubuh. Kondisi ini akan berdampak pada fungsi organ, kecacatan dan kematian.

Biasanya gejala dari hipoksia sendiri berupa sesak napas saat istirahat, sesak napas yang parah setelah aktivitas fisik dan sering batuk. Sedangkan perawatan terbaik untuk hipoksia, yakni mengurangi peradangan. 

2. Infeksi pernapasan yang menjadi sulit bernapas

Pexels/LinkedIn Sales Navigator

Waspada, salah satu komplikasi dari PPOK bisa menyebabkan infeksi pernapasan. Bahkan orang dengan PPOK juga lebih mungkin terkena pilek, flu dan pneumonia. 

Dilansir dari Mayoclinic, kondisi komplikasi infeksi pernapasan penyakit PPOK dapat membuat seseorang sulit bernapas dan mengakibatkan kerusakan lebih lanjut pada jaringan paru-paru.

Dalam penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yang mengalami infeksi saluran pernapasan, ini bisa terjadi frekuensi yang meningkat. Pasalnya, infeksi pernapasan berkontribusi besar pada perjalanan klinis pasien dengan PPOK.

3. Menyebabkan gagal jantung di bilik kanan bawah jantung

Pexels/Dalila Dalprat

Pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis, mereka bisa saja mengalami komplikasi berupa serangan jantung dan mengembangkan masalah jantung.

Dirilis dari Webmd, PPOK yang parah dapat menyebabkan gagal jantung di bilik kanan bawah jantung atau ventrikel. Ini adalah kondisi yang disebut gagal jantung sisi kanan atau cor pulmonale. Gagal jantung sisi kanan menyebabkan cairan menumpuk di tubuh seperti di kaki dan daerah perut. 

Sayangnya seiring berjalan waktu, ventrikel kanan mungkin menjadi lebih lemah dan tidak memompa darah dengan baik. 

4. Hipertensi dan penurunan kelangsungan hidup

Pexels/Thirdman

Hipertensi ringan hingga sedang, ini adalah salah satu komplikasi umum dari penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Umumnya, komplikasi seperti itu dikaitkan dengan peningkatan risiko eksaserbasi dan penurunan kelangsungan hidup. 

Biasanya, hipertensi akan memburuk selama latihan dan tidur. Pada akhirnya dapat menyebabkan tekanan darah tinggi di arteri yang membawa darah ke paru-paru.

Selain itu, peningkatan kekakuan arteri sentral yang berhubungan dengan PPOK juga mengakibatkan perkembangan hipertensi. 

5. Meningkatkan risiko kanker paru-paru

Pexels/Anna Shvets

Sering terjadi, bahwa komplikasi penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) bisa menjadi indikator dari risiko kanker paru-paru. Ini pada umumnya terkait dengan kerentanan genetik terhadap asap rokok.

Namun memiliki PPOK tidak membuat semua pasien akan terkena kanker paru-paru dan juga tidak berubah menjadi kanker paru-paru. Tapi itu meningkatkan risikonya hingga lima kali lebih mungkin. Terutama pada perokok dengan penyumbatan di saluran udaranya.

Pasalnya, PPOK adalah penyakit radang paru-paru kronis yang menghalangi aliran udara dari paru-paru. Jadi secara klinis, kanker paru-paru dianggap kronis jika perkembangannya lambat dan berlangsung setidaknya beberapa bulan.

Nah, demikianlah mengenai 5 komplikasi dari PPOK. Sebagian besar cara terbaik untuk mencegah PPOK, yaitu tidak pernah merokok atau berhenti merokok.

Baca juga:

The Latest