TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Waspada, Varian Omnicorn Bisa Mendominasi Lebih dari Delta

500 persen lebih menular dari Delta, Omicron akan membuat vaksin menjadi kurang efektif?

Pexels/CDC

Dunia kini diminta untuk berhati-hati setelah kemunculan varian baru dari virus Covid-19 yang bernama Omicron. Diketahui Omicron berbeda dengan varian yang sudah ada sebelumnya, termasuk varian Delta. 

Omicron ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) sebagai Variant of Concern karena memiliki strain atau mutasi yang banyak.

Mutasi yang luar biasa tinggi dengan lebih dari 30 protein lonjakan kunci, ini merupakan struktur yang digunakan varian Omicron untuk bisa masuk pada sel.

Omicron pertama kali diindetifikasi di Afrika Selatan, jumlah kasusnya yang terus meningkat hampir di setiap provinsi, membuat ia juga kini ditemukan di negara lain seperti Bostwana, Hongkong dan juga Belgia. 

Di bawah ini Popmama.com rangkum beberapa fakta yang membuat varian Omicorn bisa mendominasi lebih dari Delta.

1. Strain Omicron menjadi lebih dominan dengan sangat cepat

Pexels/Cottonbro

Berbeda dengan varian Delta ataupun varian lainnya yang membutuhkan waktu berbulan-bulan, strain Omicron menjadi lebih dominan dengan sangat cepat. 

Dr. Ashish Jha, dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Brown mengatakan jika varian Omicron menjadi dominan yang sangat cepat di Afrika. Dalam hitungan hari hingga minggu saja kasus varian ini sudah meningkat. 

Hal ini juga ditambahkan oleh pejabat WHO yang mengatakan bahwa bukti awal Omicron menimbulkan risiko infeksi ulang yang lebih tinggi dibandingkan dengan varian-varian lain yang masuk dalam VoC sebelumnya.

2. Omicron akan membuat vaksin menjadi kurang efektif

Pexels/Cottonbro

Setelah dilaporkan oleh WHO menjadi variant of concern selang beberapa hari ditemukannya kasus terdeteksi di Afrika Selatan, kemudian muncul lah beberapa pertanyaan terkait apakah varian Omicron akan kebal dengan vaksin yang saat ini sudah banyak digunakan masyarakat bahkan dunia untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. 

Beberapa pakar penyakit yang sempat diwawancarai oleh Reuters mengatakan bahwa sudah ada alasan yang kuat untuk mempercayai varian ini akan kebal dan membuat vaksin menjadi kurang efektif.

Hal ini dikarenakan Omicron berbagi beberapa mutasi kunci dengan dua varian lainnya yaitu Beta dan Gamma. Sehingga membuatnya kurang rentan terhadap vaksin. 

David Ho, profesor mikrologi dan imuologi Universitas Columbia di New York percaya bahwa Omicron akan meningkatkan tingkat resistensi yang substansial. Hal ini dikarenakan antibodi vaksin menargetkan tiga wilayah pada spike virus Covid-19, dan Omicron memiliki mutasi di ketiga wilayah tersebut. 

3. Varian Omicron 500 persen lebih menular dari Delta

Pexels/Cottonbro

Kemunculan varian Delta diketahui merupakan mutasi Covid-19 yang paling dominan di dunia. Bahkan varian Delta menyumbang lonjatan kasus besar di banyak negara, termasuk Indonesia.

Varian Delta membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk diberi label VoC oleh WHO, sementara Omicron hanya membutuhkan beberapa hari setelah ditemukannya kasus tersebut. 

Omicron dianggap bahaya karena memiliki jumlah mutasi yang mencapai 32 pada protein spike, sedangkan varian Delta hanya memiliki delapan mutasi. Ahli biologi molekuler di Institute of Molecular Biotechnology di Wina, Dr Ulrich Elling mengatakan perkiraan varian Omicron mungkin 500 persen lebih menular dari Delta. 

Meskipun infeksi dari varian baru belum tentu lebih parah dari infeksi varian-varian sebelumnya, tetap saja ada tanda-tanda jika varian Omicron ini bisa menyebar lebih cepat serta dapat menempatkan sistem kesehatan nasional di abwah tekanan yang lebih besar. 

Demikian informasi mengenai varian Omicron yang bisa mendominasi dari varian Delta. Semoga varian ini tidak sampai masuk ke Indonesia ya. 

Baca juga: 

The Latest