TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Gejala DBD Dulu dan Sekarang Berbeda, Apa Benar?

Ada yang bergejala dan ada yang tidak bergejala

Freepik/Macrofotografia

DBD sedang jadi penyakit yang mengintai banyak orang. Namun, beberapa orang berpendapat kalau ada perbedaan gejala DBD yang dulu dan sekarang.

Saat ini, banyak orang dewasa dan anak-anak yang mengalami sakit dan berujung ternyata sakit demam berdarah. Namun, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung Anhar Hadian menyebutkan kalau mayoritas kasus DBD yang terjadi di Kota Bandung memiliki gejala yang berbeda dengan kasus pada umumnya. 

Seperti apa perbedaannya? Serta, apakah benar ada perbedaan?Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama. 

1. Gejala demam berdarah pada umumnya

godrejhit.com

Pada umumnya, gejala demam berdarah meliputi:

  • Demam mendadak
  • Sakit kepala
  • Nyeri di belakang bola mata
  • Mual
  • Muntah
  • Pendarahan seperti mimisan atau gusi berdarah
  • Kulit ruam kemerahan
  • Nyeri otot dan tulang sendi
  • Bintik kemerahan di kulit

Selain itu, 1 dari 20 orang yang sakit demam berdarah akan mengalami gejala yang parah. Biasanya, gejala parah dimulai dalam 24 sampai 48 jam setelah demam menghilang. 

Seperti apa tanda demam berdarah yang parah? Sakit perut dan merasa nyeri saat ditekan, muntah minimal 3 kali dalam 24 jam, pendarahan dari hidung atau gusi, muntah darah atau adanya darah dalam tinja, serta merasa lelah, gelisah dan mudah tersinggung. 

Jika mengalami gejala ini, segera datang ke rumah sakit terdekat untuk pertolongan secepatnya, ya. 

2. Gejala DBD yang berbeda

Pixabay/nuzree

Lebih lanjut, Anhar menyebut bahwa mayoritas kasus DBD di Kota Bandung belakangan ini tidak menunjukkan tanda-tanda yang biasa dikenali. 

Menurutnya, gejalanya adalah demam tidak kunjung turun dan tidak ada gejala bintik merah. Hal inilah yang perlu diwaspadai. 

Anhar mengatakan, gejala ini sering dianggap seperti gejala flu biasa sehingga masyarakat tidak segera datang ke faskes dengan cepat. Menurut Anhar, ada perbedaan mendasar antara gejala flu dan gejala DBD. 

Menurutnya, pada gejala DBD, demam dalam 2-3 hari yang konstan tingginya, lalu turun sedikit, dan kemudian naik lagi. Kalau flu, diberikan paracetamol dan istirahat yang cukup maka bisa dengan mudah kembali pulih. Sedangkan kalau DBD setelah 2-3 hari tidak juga membaik. 

3. Menurut dokter, tidak ada perbedaan antara gejala DBD yang dulu dan sekarang

Freepik/azerbaijan_stocker

Dilansir dari rs.uns.ac.id, Dokter spesialis penyakit dalam, dr Berty Denny Hermawati, Sp.PD mengatakan kalau tidak ada perbedaan mengenai gejala DBD yang dulu dan sekarang. 

Menurut dr Berty, berdasarkan sumber-sumber ilmiah dan jurnal terkait, tidak disebutkan adanya gejala DBD yang berbeda antara yang dulu dan sekarang. 

Lebih lanjut dr Berty menjelaskan, gejala klinis infeksi virus dengue bisa bersifat asimtomatik atau tanpa gejala dan simtomatik atau bergejala. 

Menurutnya, kasus DBD yang ada di Kota Bandung adalah sesuatu yang wajar. Memang umumnya, DBD ditandai dengan adanya kondisi flu-like syndrome, demam tinggi, nyeri otot, ruam, mimisan, dan gusi berdarah. 

Sedangkan untuk fase DBD bisa berlangsung selama 2-7 hari, tapi umumnya berlangsung selama 3 hari, dilanjut dengan fase kritis selama 2-3 hari, dan fase pemulihan. 

DBD memang mirip dengan kondisi klinis lain seperti influenza, campak, chikungunya, dan HIV. Karena kemiripan inilah, diperlukan kewaspadaan dan berobat ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan fisik maupun laboratorium lebih lanjut agar didapat diagnosis serta tatalaksana yang tepat. 

Jadi, jangan anggap enteng demam tinggi yang lebih dari 3 hari, ya!

Baca juga:

The Latest