TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Waspada! Covid-19 Varian XBB Sudah Masuk Indonesia

Covid-19 varian XBB masuk Indonesia, Menkes Budi minta semua pihak perkuat PPKM dan prokes

(Pixabay/PIRO4D)

Sejak awal kemunculan hingga saat ini, pandemi Covid-19 masih ada di sekitar kita. Varian baru dari virus ini terus bermunculan dan sudah menyebar di beberapa negara.

Belum lama ini, varian XBB muncul sebagai varian baru dari Covid-19. Varian tersebut bahkan kabarnya sudah masuk ke wilayah Indonesia. Kabar tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Mengenai kabar Covid-19 varian XBB sudah masuk Indonesia, berikut Popmama.com telah rangkumkan informasinya secara lebih detail.

1. Sudah masuk Indonesia, Menkes Budi: Sedang kita amati terus

sehatnegeriku.kemenkes.go.id

Menkes Budi mengungkapkan bahwa virus Covid-19 varian XBB sudah masuk ke tanah air. Budi menjelaskan bahwa varian yang satu ini telah menyebabkan Singapura mengalami lonjakan kasus harian Covid-19.

"Singapura sekarang kasusnya naik lagi ke 6.000 per hari, karena ada kasus varian baru yaitu XBB. Varian ini juga sudah masuk di Indonesia dan sedang kita amati terus," ujar Budi, Jumat (21/10/2022).

Terkait dengan temuan virus Covid-19 varian XBB di Indonesia, Menkes Budi meminta kepada semua pihak untuk bekerja sama memperkuat efektivitas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan protokol kesehatan.

2. Menkes Budi tekankan negara belum bisa dikatakan aman dari pandemi

Pexels/Edward Jenner

Tak hanya itu, Menkes Budi juga menekankan bahwa negara masih belum bisa dikatakan aman dari pandemi Covid-19.

Hal ini disebabkan berbagai mutasi varian baru masih berpotensi terus terjadi, meski Indonesia berhasil mengendalikan pandemi lebih baik dibandingkan saat pandemi pertama kali terjadi atau pada saat bulan Juli 2021 lalu akibat Covid-19 varian Delta.

Walau demikian, Budi menjelaskan bahwa hingga saat ini, masyarakat Indonesia masih menjadi salah satu warga negara yang patuh terhadap protokol kesehatan.

Terlebih lagi capaian vaskinasi Covid-19 di Indonesia juga sudah bisa dikatakan sangat baik karena sebanyak 440 juta dosis sudah disuntikkan lebih kepada 240 juta warga.

"Imunitas masyarakat kita sudah baik dan yang kedua protokol kesehatan kita relatif lebih konservatif," ujar Budi.

3. Menkes Budi ingatkan ada ujian yang menanti di awal tahun

Pexels/Cottonbro

Meski penanganan Covid-19 sudah dikatakan baik, Budi tetap mengingatkan ada ujian yang menanti pada awal tahun 2023 mendatang. Tantangan selanjutnya adalah kenaikan kasus yang diprediksi bakal terjadi pada Januari-Februari 2023 akibat adanya mutasi baru.

"Tapi ujiannya nanti, akan kita lihat di awal tahun (2023). Kita tahu Singapura yang tadinya hanya ratusan kasusnya sekarang naik menjadi 6 ribu kasus per hari lebih tinggi dari Indonesia yang cuma 2 ribu kasus per hari padahal penduduk Singapura 5 juta, sedangkan penduduk kita 270 juta," ucapnya.

Terkait dengan hal ini, Budi mengajak semua pihak untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan. Tak hanya itu, ia juga mengajak masyarakat yang belum mengambil bagian untuk booster untuk segera melakukan.

"Ini butuh bantuan dari semuanya agar kita bisa disiplin protokol kesehatan, pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, dan yang belum booster segera booster," kata Budi.

Perkembangan Terkini Kasus Covid-19 di Indonesia

Pexels/Anna Shvets

Dilansir dari laman Covid19.go.id, per Jumat (21/10/2022), Indonesia sudah mencatat penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 2.227 dan kasus aktif sebanyak 239 kasus.

Seiring dengan terjadinya penambahan, pasien sembuh juga tercatat bertambah 1.970 orang. Sementara pasien meninggal bertambah 18 orang.

Hingga saat ini, Indonesia sudah mencatat total kasus Covid-19 terkonfirmasi sebanyak 6.467.189, kasus sembuh sebanyak 6.289.633, kasus aktif sebanyak 19.158, dan pasien meninggal dunia sebanyak 158.398 kasus.

Jadi, itulah rangkuman informasi mengenai Covid-19 varian XBB sudah masuk Indonesia. Adanya kabar ini tentu menjadi pengingat bagi kita semua untuk menjaga kesehatan dan menjalankan kembali protokol kesehatan dengan ketat.

Baca juga:

The Latest