TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Alasan Tulisan Dokter Sulit Kebaca, Bukan Disengaja Lho Ma!

Salah satunya menghemat waktu untuk bertemu pasien lain

Freepik/rawpixel.com

Apakah Mama pernah berobat ke klinik, memeriksakan kesehatan lalu dokter memberikan resep obat untuk diminum.

Sesampainya di rumah, Mama melihat tulisan tersebut, dan merasa sulit untuk mengejanya karena tidak beraturan atau tidak terbaca.

Nah, tulisan tangan dokter yang terkadang sulit dibaca tersebut bukan karena sengaja lho, Ma. Namun memiliki alasan tersendiri.

Mengapa ya bisa demikian? Mari simak beberapa penjelasan dari pertanyaan di atas, Popmama.com sudah merangkum nya di bawah ini!

1. Demi mempersingkat waktu

Freepik/ijeab

Seorang dokter selalu bekerja sepanjang waktu dan selalu banyak pasien yang mengantri setiap harinya, dilansir dari Medicine. 

Jadi, memaksimalkan waktu dengan baik sangat penting bagi seorang dokter. Karena jumlah pasien yang mengantri, mereka perlu melihat dalam waktu yang sangat terbatas.

Mencatat semua informasi penting untuk kebutuhan pasien dan mempersingkat waktu membuat tulisan dokter selalu tidak terbaca, karena terburu-buru.

2. Kesulitan mengeja kata-kata medis

Pexels/Roger Brown

Selain menjaga kecepatan mereka agar dapat melayani semua pasien mereka, salah satu perjuangan yang harus dihadapi para dokter adalah mencatat laporan medis, atau resep yang sulit dieja.

Tidak dapat disangkal, ada istilah medis yang keluar dari dunia ini atau unik dalam hal ejaan. Oleh karena itu, beberapa dokter mencoba mencoret-coretnya untuk menutupi kesalahan atau memotong kata-kata, seperti yang diakui oleh beberapa dokter.

Beberapa bahasa atau istilah medis juga menimbulkan kebingungan bagi pasien, dan dengan demikian, mereka menulisnya yang hanya dapat dipahami oleh apoteker atau sesama dokter.

3. Terlalu banyak yang mesti dicatat

Freepik/pressfoto

Salah satu alasan yang paling dapat dibenarkan mengapa dokter memiliki tulisan tangan yang tidak terbaca adalah karena banyaknya resep dan laporan yang harus diperhatikan.

Dalam dunia medis atau perawatan kesehatan, semuanya harus didokumentasikan. Setelah menangani pasien, dokter perlu mencatat secara tertulis mengenai bukti fisik tentang apa yang terjadi selama masuk dan riwayat medis pasien.

Jadi, dokter sudah bekerja seharian, ditambah dengan banyak catatan dan laporan yang pada akhirnya, sama dengan tangan yang sangat lelah.

4. Tangan dokter yang lelah

Pexels.com/Cottonbro

Terlepas dari pikiran mereka yang cemerlang dan penglihatan yang sempurna, salah satu bagian tubuh yang paling sering digunakan dokter adalah tangan mereka.

Jadi, dalam seharian bekerja, tangan mereka pasti terasa lelah atau sangat lelah. Itulah sebabnya mereka tampak mencoret-coret kata-kata ketika mereka menulis sesuatu.

Sejak mereka masih mahasiswa, mereka telah konsisten mencatat. Dengan demikian, tangan mereka sedikit lelah menulis dengan jelas.

5. Tekanan pekerjaan yang super sibuk

Freepik/pressfoto

Meskipun tidak semua dokter memiliki tulisan tangan yang tidak terbaca, dan ada saja beberapa dari mereka dulunya memiliki tulisan tangan yang bagus sebelum menjadi tidak terbaca.

Seiring berjalannya waktu dan dengan pekerjaan yang sibuk, mereka harus berurusan setiap hari, ditambah dengan banyak tekanan waktu, menyebabkan tulisan tangan mereka menjadi perlahan tidak terbaca.

Selain itu, pemanfaatan teknologi dalam pengolahan data atau pengiriman laporan akhir-akhir ini semakin efisien, cepat, dan akurat.

Nah, sekarang Mama sudah tidak bingung kan mencari alasan mengapa tulisan dokter selalu sulit untuk dieja bahkan dibaca?

Semoga informasi di atas membantu ya. Jika memang lupa apa perintah dokter di tulisan, segera tanyakan langsung dan menulisnya melalui tulisan tangan Mama sendiri.

Baca juga:

The Latest